Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century
Rabu, 19 September 2018 - 20:21 WIB > Dibaca 366 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Masih berlarut-larutnya pengusutan kasus korupsi Bank Century dinilai menjadi "tendangan" bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dinyatakan anak kandung tersangka mantan Deputi Bank Indonesia (BI) Budi Mulya, Nadia Mulya saat melaporkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerugian negara akibat dari kasus Century.

"KPK untuk menuntaskan kasus ini sampai sekarang belum berhasil. Menurut saya, sebagai salah satu lembaga negara besar, sampai ini mendapatkan pemberitaan media asing, dan meragukan kemampuan KPK menuntaskan kasus ini tendangan yang cukup telak yah," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/9).

Nadia menuturkan, pihaknya sering mendapat cerita-cerita dari bapaknya terkait kasus Century ini ketika menjenguknya di Lapas Sukamiskin. 

Salah satu yang diceritakan itu adalah soal pengetahuan Budi saat kasus Century itu terjadi.

"Ini (cerita) sebenarnya menjawab dugaan kita bahwa ini adalah satu hal yang sudah direncanakan," kata Nadia.

Dalam kasus pemberian dana talangan untuk Bank Century ini, KPK menduga telah terjadi kerugian negara yang mencapai Rp 7,4 triliun.

Kerugian itu terdiri dari Rp 689,394 miliar terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Rp 6,762 triliun akibat menetapkan Bank Century sebagai bank gagal serta dapat menimbulkan dampak sistemik. 

Pada Februari 2013, KPK menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulia sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Baru Budi yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara ini. Saat ini, Budi sudah dibui 15 tahun di Lapas Sukamiskin, Bandung. Namun, setelah itu, pengusutan kasus Bank Century seolah mandek.(rus)

Sumber: RMOL
KOMENTAR
Berita Update

Pekanbaru Terendah Kedua Realisasi Vaksinasi MR
Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:52 wib

Lagi, Tabrakan Beruntun di Flyover
Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:50 wib
Tagihan Listrik Rusunawa Menunggak 10 Bulan
Sepekan Aliran Listrik Diputus PLN
Tagihan Listrik Rusunawa Menunggak 10 Bulan
Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:30 wib

OSIS SMKN Pertanian Terpadu Riau Belajar ke Riau Pos
Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:23 wib

Pak Wo Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai
Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:22 wib
Warga Pertanyakan Peran Pemerintah dan Wakil Rakyat

Warga Pertanyakan Peran Pemerintah dan Wakil Rakyat
Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:38 wib
Pelaku IKM Wajib Kantongi Izin Industri

Pelaku IKM Wajib Kantongi Izin Industri
Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:35 wib
Di Perbatasan, Pemko Cek Status Jalan Teropong

Di Perbatasan, Pemko Cek Status Jalan Teropong
Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:30 wib

SLB Negeri Pembina Gelar Pentas Kreasi Seni
Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:16 wib
Sempat Menghilang, Firdaus Akhirnya Ditemukan

Sempat Menghilang, Firdaus Akhirnya Ditemukan
Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:14 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Senin, 22 Oktober 2018 - 16:30 WIB

TKN: Jokowi Mulai Muak dengan Politik Kebohongan!

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:51 WIB

Jokowi Harus Penuhi Panggilan Bawaslu DKI

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:45 WIB

Satpam Rumah Investor

Senin, 22 Oktober 2018 - 13:49 WIB

Tolak Pesantren  Jadi Tempat  Kampanye

Senin, 22 Oktober 2018 - 13:48 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us