Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Nasional | Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

MATARAM (RIAUPOS.CO) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram membantah keras pamflet undangan terkait diskusi divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang jadi isu utama laporan Majalah Tempo. Undangan itu samasekali tidak pernah dibuat karena memang tidak pernah disinggung dalam agenda organisasi maupun personal pengurus. 


"Kami menduga undangan itu sengaja dibuat dan disebar pihak-pihak tertentu untuk kepentingan menyudutkan pihak lain ditengah pro kontra pemberitaan Majalah Tempo yang mengupas Tuan Guru Bajang (TGB) TGH M Zainul Majdi sebagai tokoh utama terkait kasus divestasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Koordinator Divisi Advokasi AJI Mataram Haris Mahtul.

Undangan diskusi bertema “Tuan Guru Bajang dan Divestasi Tambang Emas”, disebutkan dalam pamflet akan ada diskusi Kamis (20/9/2018) pukul 20.00 WITA, lengkap mencantumkan alamat yang akan jadi lokasi diskusi. Di pamflet yang sama terpampang foto Abdul Latif Apriaman sebagai tim investigasi Majalah Tempo dan Fitri Rachmawati sebagai Ketua AJI Mataram.

Di bagian lain, termuat majalah tempo Edisi 14 September 2018  dan kutipan wawancara TGB.  Namun tanda tanda jelas bahwa undangan itu hoax, tidak tercantum narasumber atau pembicara diskusi, audience dan lembaga yang bertanggungjawab sebagai penyelenggara.   

AJI Mataram menduga pihak yang sengaja membuat pamflet undangan itu sudah melakukan framing awal sebelum mendesain pengumuman,  ditandai dengan identitas dan jabatan lengkap Fitri “Pikong” Rachmawati Ketua AJI dan kapasitas Abdul Latif Apriaman sebagai reporter Tempo di daerah NTB. Sehingga seolah olah undangan itu benar adanya. AJI Mataram secara kelembagaan, tidak pernah mendiskusikan soal rencana agenda tersebut, baik dengan Majalah Tempo maupun Abdul Latif Apriaman secara personal sebagai jurnalis Tempo.

Undangan itu kami menduga sengaja dibuat agar perhatian publik atau upaya upaya intimidasi yang mengarah ke Abdul Latif Apriaman dan Fitri Rachmawati secara personal maupun kelembagaan. Pihak yang tidak bertanggungjawab dimaksud kami mencurigai ada upaya pengalihan isu ditengah sentimen  atas publikasi Tempo.







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook