Penting, Imunisasi MR Fase Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Oktober
Kamis, 18 Oktober 2018 - 16:10 WIB > Dibaca 379 kali Print | Komentar
Penting, Imunisasi MR Fase Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Oktober
Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi R Niken Widyastuti. (INTERNET)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Program imunisasi MR fase kedua sekaligus dijadwalkan pada Agustus hingga September 2018 di pulau luar Jawa. Pemerintah putuskan perpanjang masa program hingga akhir Oktober 2018. Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi R Niken Widyastuti menekankan program ini penting untuk masa depan bangsa.

Niken menekankan bahwa pemerintah sangat serius menjalani program imunisasi MR secara massal, dikarenakan campak dan rubella berakibat menimbulkan kecacatan yang fatal bagi bayi pada khususnya. Jika kondisi ini dibiarkan maka masa depan bangsa akan terancam.

“Ini serius, imunisasi ini terbukti dapat menurunkan angka penderita campak dan rubella sehingga mencegah kecacatan. Ini penting untuk masa depan Bangsa, karena kesehatan adalah aset penting pembangunan bangsa,” tegas Niken di Jakarta, Kamis (18/10).

Pemerintah sukses melaksanakan fase pertama imunisasi MR massal sukses dilaksanakan pada Agustus-September tahun 2017 lalu di enam provinsi di Pulau Jawa dengan cakupan mencapai 100,98% melebihi target minimal yang diharapkan yakni 95%. Data Kemenkes pada Januari hingga Juli 2017 mencatat sebanyak 8.099 suspek campak rubella (2.535 positif campak dan 1.549 positif rubella).

Apabila kita bandingkan dengan laporan kasus pasca pelaksanaan imunisasi massal di Pulau Jawa, laporan kasus mengalami penurunan menjadi 1.045 suspek Campak Rubella (38 positif campak dan 176 positif rubella).

“Kesadaran masyarakat akan pentingnya program imunisasi MR merupakan kunci sukses program imunisasi massal fase pertama di pulau Jawa. Wilayah geografis yang relatif terjangkau, dan dukungan pemerintah daerah adalah pendukung sukses besar di 6 provinsi di pulau Jawa,” tambah Niken.

Sejak Agustus hingga September 2018, pemerintah gencar melakukan imunisasi MR di luar pulau Jawa. Hingga saat ini fase kedua cakupannya masih diangka 60,1%. Hal ini mendorong pemerintah memperpanjang masa program hingga akhir Oktober 2018.

“Fase kedua ini tantangannya lebih berat, faktor geografis cukup sulit. Yang paling menghambat adalah banyaknya berita negatif yang menimbulkan penolakan dari beberapa pemerintah daerah dan sekolah-sekolah,” ungkap Niken.

MUI sudah mengatakan bahwa imunisasi bukan hanya boleh dilakukan, bahkan wajib jika ada hal yang membahayakan bahkan mengancam jiwa, begitu halnya dengan campak dan rubella karena berpotensi menimbulkan kecacatan yang berkelanjutan.

“Kami akan terus mengedukasi masyarakat tanpa lelah untuk mengubah persepsi masyarakt yang salah terhadap program imunisasi masal ini. Harapanya sampai dengan akhir Oktober 2018, target dapat tercapai," tegasnya.

Niken mengungkapkan program ini demi generasi mendatang, demi masa depan anak-anak yang kita cintai dimasa yang akan datang. Anak-anak mempunyai hak untuk hidup sehat, mereka berhak bermain riang tanpa takut terluar campak dan rubella.

Niken menerangkan, Indonesia harus belajar dari negara dengan julukan “Hell on Earth” yang sempat terpuruk akibat rezim Khmer Merah ini berhasil meniadakan kasus campak dan rubella di negaranya. Kamboja sejak awal tahun 2000 memerangi campak dan rubella, sehingga sejak 2011 tidak lagi ditemukan kasus campak dan rubella di Kamboja. 

“Sinergi semua pihak menjadikan Kamboja negeri bebas campak dan rubella. Saatnya Indonesia bebas campak dan rubella,” tutupnya.(*/rls)

KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Merasa Dicatut, PAN Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 18 Desember 2018 - 10:30 WIB

Jokowi: La Nyalla Tiga Kali Minta Maaf

Selasa, 18 Desember 2018 - 10:20 WIB

PGN dan Bukit Asam Gelar Natal Bersama 500 Anak Yatim-Piatu di Riau
MUI: Poligami Syariat Islam

Senin, 17 Desember 2018 - 12:44 WIB

UN 2019 Dimulai Lebih Awal

Senin, 17 Desember 2018 - 11:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini