Holding Migas Jadikan PGN Pemain Kelas Dunia

Ekonomi-Bisnis Sabtu, 10 November 2018 - 11:06 WIB

Holding Migas Jadikan PGN Pemain Kelas Dunia
PEMAPARAN: Direktur Utama PT PGN Tbk Gigih Prakoso memaparkan tentang proses Holding Migas dan PGN sebagai subholding gas kepada pekerja di Kantor PGN Area Batam, Kamis (8/11/2018). (PGN FOR RIAU POS)

BATAM (RIAUPSO.CO) - Gas bumi merupakan salah satu sumber energi potensial yang mempunyai prospek cerah. Apalagi, Indonesia masih menyimpan banyak kandungan gas bumi yang belum dieksplorasi sepenuhnya. Namun demikian, pemanfaatan gas bumi belum optimal dikarenakan manajemen rantai pasok yang masih lemah. Terlebih, bagi entitas usaha milik negara, terdapat beberapa korporasi pelat merah yang bermain di sektor yang sama.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso di hadapan Pekerja dalam kegiatan Sharing Session di Kantor PGN Area Batam, Kamis (8/11).

Ditambahkan Gigih Prakoso, hal ini membuat pengelolaan dan pelayanan dari entitas milik negara menjadi tidak maksimal. Akibatnya, tidak meratanya infrastruktur dan harga, terutama bagi segmen industri yang masih membutuhkan peyangga dari sisi pasokan bahan bakar.

Di sisi lain, infrastruktur gas  yang juga terpisah-pisah menimbulkan kondisi yang tidak ideal bagi penguatan sektor energi nasional, terutama bagi penguatan industri nasional dengan mamanfaatkan gas bumi yang merupakan kekayaan alam Indonesia. Problematika itu merupakan salah satu contoh kendala bagi visi membangun kedaulatan energi nasional. “Lebih maju dari sekadar sinergi BUMN, untuk sektor energi, pemerintah menyusun langkah maju untuk pembentukan Holding Migas,” ungkap Gigih.

Kegiatan sharing session ini merupakan bentuk program pengenalan bagi direksi dan menjadi aktivitas pertama yang dilakukan Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu.

Dalam kunjungan kali ini, Gigih hadir bersama empat direksi lain, yakni Direktur Keuangan Said Reza Pahlevi, Direktur Komersial Danny Praditya, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo serta Direktur SDM dan Umum Desima E Siahaan.

Selain sharing session dengan pekerja di area Batam, manajemen PGN akan mengunjungi beberapa fasilitas PGN di Batam, di antaranya SPBG, kawasan bisnis terintegrasi Panbil yang menggunakan gas bumi, dan pelanggan jargas.

Gigih mengatakan, dengan tuntasnya pembentukan Holding Migas, di mana PT Pertamina (Persero) bertindak sebagai induk perusahaan sektor Migas, termasuk PGN strategi memperkuat sektor energi nasional perlahan diwujudkan. “Dengan adanya induk Pertamina, entitas usaha milik negara di sektor energi bisa diharmonisasi,” ungkap Gigih.

Paling konkret, ungkap Gigih, dengan bersatupadunya PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan meningkatkan utilisasi infrastruktur dan memperkuat rantai pasok. “Infrastruktur PGN dan Pertagas jadi satu, seperti pipa transmisinya atau distribusinya, itu bisa lebih meningkatkan utilitas serta efisiensi bagi operasional keduanya,” tambah Gigih.

Dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung subholding gas ini menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas. Hal ini pun akan menyukseskan ketercapaian target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga 2025, di antaranya sebanyak 4,7 juta sambungan rumah tangga baru, 6.302 kilometer pipa hilir dan 5.437 kilometer pipa hulu.

“Dengan kekuatan tersebut, pelayanan gas bumi untuk semua segmen bisa dinikmati rakyat dari Aceh hingga Papua. Pada akhirnya, visi masa depan adalah menjadikan PGN sebagai pemain bisnis gas yang berskala global, dengan terlebih dulu memperkuat bisnis gas di dalam negeri,” tutup Gigih.(sol)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Batam




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook