2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Senin, 12 November 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 516 kali Print | Komentar
2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
BERI KETERANGAN: Menpar Arief Yahya (tengah) didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wali Kota Pariaman Genius Umar memberikan keterangan pers di Pariaman, Ahad (11/11/2018). (SY RIDWAN/JPG)
PARIAMAN (RIAUPOS.CO) - Meski banyak muncul masukan terhadap penyelenggaraan Tour de Singkarak (TdS) yang tahun ini dinilai mulai kurang greget, tapi sejumlah daerah masih memiliki harapan terhadap kegiatan promosi wisata lewat balap sepeda ini tetap dilanjutkan.

Bahkan, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni berharap ada hal baru pada TdS 2019, di antaranya memasukkan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh ke rute yang dilintasi pebalap dan mengajak Provinsi Jambi masuk daftar daerah yang dilalui.

”Untuk Tour de Singkarak 2019, saya mengusulkan kepada Bapak Menteri Pariwisata dan Gubernur Sumbar, agar pebalap TdS melewati Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh. View lautnya sangat mempesona, karena jalannya sudah selesai tahun ini,” kata Hendrajoni pada pelepasan pebalap di etape terakhir TdS (etape VIII), dari Painan menuju Kota Pariaman, Ahad (11/11).

Selain itu, dia juga mengusulkan agar supaya daerah Pesisir Selatan di bagian selatan atau bagian perbatasan Provinsi Sumbar dengan Jambi juga bisa jadi rute TdS. Pertimbangannya, daerah bagian selatan Pessel itu juga banyak tempat indah untuk dipandang.

Oleh karena itu, dia menganggap perlu mengajak Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi bergabung dan menjadi bagian rute TdS.  ”Apabila bergabung, maka Kabupaten Pesisir Selatan bisa menjadi tempat start dan finish sekaligus. Etape TdS semakin banyak serta daerah dilalui makin luas,” ujar bupati yang pernah berdinas di Mabes Polri itu.

Soal pembenahan destinasi, wisata, Hendrajoni menyampaikan Pantai Carocok akan terus dibenahi pihaknya sebagai objek wisata berkelas nasional dan internasional. Penataan taman, jalan pedestrian, lampu penerangan, pujasera (tempat kuliner) dan sarana prasarana lainnya terus dilakukan. Bahkan, tahun 2019 dibangun masjid terapung senilai Rp 25 miliar sebagai perwujudan wisata halal.

”DED atau gambarnya telah selesai dibuat. Masjid ini sangat bagus dan indah, semoga umat Islam lebih khusyuk beribadah di masjid dan di atas laut. Wisatawan non-muslimpun dibolehkan masuk, dengan catatan harus menutup aurat serta jaga etika kesopanan sebagaimana umat muslim,” jelasnya.

Pembukaan lapangan usaha masyarakat di bidang pariwisata, katanya masih terbuka lebar. Seperti usaha perhotelan, homestay, kafe, wahana air laut dan air tawar sebagai daya tarik wisatawan untuk lebih lama tinggal di Pessel, terutama Painan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan TdS bisa memperoleh predikat good excelent dari penilaian Union Cycliste Internationale (UCI), induk organisasi olahraga sepeda internasional. Saat ini, TdS di tingkat internasional sudah memperoleh predikat good. ”Artinya, Tour de Singkarak sudah termasuk iven balap sepeda internasional yang baik.

Rata-rata penonton mencapai 700 ribu. Antusias masyarakat menyaksikan sangat tinggi. Sama dengan beberapa iven balap sepeda internasional di negara lain,” kata Menpar di lokasi finish etape terakhir TdS 2018, Pariaman, Ahad (11/11).

Agar bisa mencapai level good excelent, harus diperbaiki beberapa hal, seperti jalan yang dijadikan rute benar-benar sesuai standar UCI, dan lainnya. Di sisi lain, Arief mengapresiasi Pemprov Sumbar bersama kabupaten dan kota yang tetap menyelenggarakan dan menganggarkan dana TdS hingga tahun ke-10.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan predikat TdS secara internasional yakni good merupakan capaian luar biasa di tahun ke-10. ”Kita tetap konsisten menggelar Tour de Singkarak. Karena iven ini adalah upaya untuk menggenjot pariwisata di Sumbar,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi dilakukan tiap tahun agar menghadirkan hal-hal baru untuk kemajuan TdS dan mendatangkan banyak wisatawan. Sedangkan Wali Kota Pariaman Genius Umar sebagai tuan rumah etape terakhir TdS, mengatakan Pariaman daerah kecil, tapi memiliki potensi wisata tak kalah hebat dari kabupaten dan kota lain di Sumbar.(esg/yon/nia/jpg)

KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Jalur Padang-Solok masih Macet

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:01 WIB

Walhi Gugat Izin Tambang Bupati Nias

Sabtu, 08 Desember 2018 - 10:24 WIB

Sistem Pajak Online Diteken Bersama KPK

Kamis, 29 November 2018 - 09:37 WIB

Pingsan dan Meninggal Usai Lomba Salawat

Rabu, 21 November 2018 - 10:45 WIB

Solar Langka di Batam

Rabu, 21 November 2018 - 09:53 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini