Berlari 15 Menit untuk Daya Ingat yang Baik

Kesehatan | Minggu, 18 November 2018 - 20:28 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menurut sebuah penelitian baru, hanya 15 menit latihan pada satu waktu bisa bermanfaat bagi kesehatan.

Ada banyak alasan mengapa banyak orang suka keluar dan pergi untuk berlari. Hal ini meningkatkan suasana hati, cara itu baik juga untuk otot, tulang dan sendi, bahkan bisa memperpanjang usia kehidupan kita.

Namun penelitian baru menunjukkan bahwa ada alasan lain untuk berlari, yakni mungkin membantu meningkatkan daya ingat Anda.

Penelitian yang muncul dalam jurnal Psychological Reports, meneliti 24 orang berusia 18 tahun hingga 35 yang berpartisipasi dalam empat sesi percobaan.

Untuk yang pertama, mereka harus mencoba menghafal kata-kata sebanyak mungkin dari dua daftar berisi 15 kata sambil tetap tidak bergerak.

Untuk tiga berikutnya, mereka berjalan di atas treadmill dengan intensitas sedang selama 15 menit sebelum, selama dan setelah menghafal daftar kata-kata.

Setelah menganalisis kinerja mereka, para peneliti menemukan bahwa para peserta mengingat kata-kata terbaik ketika mereka berjalan sebelumnya.

Menurut Paul Loprinzi, Ph.D., direktur Laboratorium Latihan dan Memori Universitas Mississippi dan salah satu penulis penelitian, latihan aerobik apa pun bisa meningkatkan memori jangka pendek dan panjang.

"Sebagian besar eksperimen kami terjadi pada populasi yang agak aktif," kata Loprinzi, seperti dilansir laman MSN, Kamis (15/11).

"Kami telah mengevaluasi latihan intensitas sedang dan intensitas tinggi akut, dan telah menemukan bahwa keduanya bermanfaat untuk memori episodik (di mana Anda mengingat hal-hal seperti pengalaman, waktu, tempat dan emosi)," tambah Loprinzi.

Ada juga penelitian yang telah menunjukkan olahraga teratur juga bisa membantu mengurangi risiko demensia.

Bahkan, sebuah studi pada 2017 dari 7.500 orang dewasa Tiongkok yang berusia lebih dari 65 tahun menemukan bahwa mereka yang melaporkan secara teratur melakukan semacam olahraga - apakah berjalan, berlari atau bermain olahraga - adalah 47 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan demensia selama sembilan tahun tindak lanjut daripada orang-orang yang lebih menetap.

Ini karena olahraga membantu neuron terhubung dan berkomunikasi satu sama lain.

"Komunikasi yang ditingkatkan ini memainkan peran penting dalam mengembangkan dan mengonsolidasi jejak memori di dalam otak," pungkas Loprinzi.(fny/jpnn)

Sumber: JPNN



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook