Kolaborasi Darat-Pesisir

13 April 2014 - 08.51 WIB > Dibaca 1004 kali | Komentar
 
Karya-karya terbaru Riau Rhythm Chamber Indonesia, garapan Rino Dezapati menelusuri gejala kultural yang oleh beberapa kalangan dipisahkan dengan tembok besar yaitu pesisir dan daratan. Dalam konser Jejak Suara Swarnadwipa ini, Rino mencoba meruntuhkan tembok pemisah tersebut. RRCI mencoba meramu sebuah konsep eksplorasi gabungan musik daratan dan pesisir. Bahwa sekian besar daratan dan pesisir kerap dipisahkan oleh sebagian orang, padahal keduanya adalah Melayu, jelas Rino.

Pimpinan Grup Musik Blacan Aromatic, Zalfandri Zainal alias Matrock, menyebutkan pertunjukan Jejak Suara Suvarnadvipa merupakan inovasi baru bagi grup musik besar Riau Rhythm Chamber Indonesia.

Ini merupakan hal yang baru sepanjang saya mengenal RRCI. Rino yang selama ini memiliki ciri khas dengan musik kekuatan permainan gambus enerjik. Pada Jejak Suara Suvarnadvipa RRCI menghadirkan konsep yang lain. Suguhan yang diusung dengan menyatukan pesisir dan daratan pun adalah usaha yang cukup kental terasa dan luar biasa, jelas Matrock.

Ditambah Matrock pula, bahwa siklus musik Melayu kerap diidentikan oleh masyarakat dengan nuansa pesisir. Kekuatan musik pesisir telah melekat erat dengan keberadaan musik Melayu di Riau dan kawasan Melayu lainnya. Namun, Rino selaku komposer ternyata mampu memberikan pola pikir baru terhadap perkembangan musik Melayu di Riau dengan pertunjukan Jejak Suara Suvarnadvipa ini.

Musik adalah suatu hal yang absurd untuk dinilai oleh masing-masing pendengarnya. Setiap orang akan berbeda menilai suatu suguhan musik. Namun dengan suguhan video visual, kita diajak untuk sama-sama masuk ke dalam wilayah sejarah kebesaran Suvarnadvipa yang barangkali tidak semua dari kita yang menyaksikan tahu akan Svarnadvipa ini, tambah Matrock.

Namun demikian, menurut Matrock juga, di beberapa karya terakhir, Rino dan RRCI kembali mempergelarkan konsep-konsep karya RRCI lamanya dengan permainan yang cukup enerjik untuk dinikmati. Walaupun pada beberapa bagian konsepnya, etnocontempo. Tahniah buat Rino dan Riau Rhythm Chambers Indonesianya. Dari pertunjukan ini saya mendapatkan pembelajaran baru dalam bermusik. Semoga karya musik Melayu Riau makin berkembang di tangan pengkarya-pengkarya hebat, tutup Matrock.

RRCI Segera Konser Keliling
Ke delapan karya yang disuguhkan RRCI dalam konsernya di Anjung Seni Idrus Tintin dibuka dengan Sound of Suvarnadvipa. Karya inilah yang menurut Rino sedikit rumit untuk diselesaikan, digarap memakan waktu lebih kurang dua bulan. Memang terdengar ada sentuhan India, Cina, dan Jawa. Sedangkan Melayu-nya terdengar sedikit sekali tetapi demikian jejak-jejak peradaban Suvarnadvipa yang coba kita tafsirkan lewat bunyi. Pola-pola ritme yang dimainkan pelan, ternyata menghasilkan sesuatu yang sangat agung, jelas Rino.

Kemudian dilanjutkan dengan garapan kedua berjudul Langkapuri. Langkapuri dipercayai adalah sebagai elang yang menjaga di seputar pulau Svarnadvipa, elang yang berwarna putih. Selanjutnya menyusul karya ke tiga, Indra Dunia yaitu kisah seorang putri yang ada pada masa Suvarnadvipa yang diculik dari India. Garapan ini ingin menggambarkan tentang keindahan, seorang ibu yang berada di Asia Timur dulunya, jelas Rino singkat.

Dilanjutkan dengan garapan berikutnya berjudul Baghandu, Suara Jiwa, Si Bono, Pencalang Laut Embun, Lukah Gilo dan ditutup dengan Denting Dentang Dentum. Dalam konsernya itu, RRCI diperkuat personil lainnya, Cen, Aristofani, Ogik, Lano, Bayu, Abib dan Giring.

Di bawah Management  Melayu Raya Ent, RRCI akan tour di sembilan kota yang diantaranya adalah Bandung, Surabaya, Yogyakarta (yayasan kelola), Surakarta Solo, Jakarta, Banten, Padangpanjang, Medan, Kabupaten Karimun Kepri. Proses yang panjang ialah persoalan pemahaman konsep dasar, dari imajinasi komposer terhadap suara-suara yang akan dihadirkan. Bukan hanya skill yang hebat dihadirkan dalam konser kami, upaya untuk membangun suasana dan imajinatif penikmat juga menjadi capaian lainnya. Semoga musik kami bisa diterima dan dinikmati oleh para apresiator musik di Indonesia terutama di Riau, tutup Rino.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 14:34 wib

Polisi Gadungan Ditangkap

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Follow Us