Depan >> Berita >> Hukum >>
Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK
Rabu, 21 November 2018 - 14:45 WIB > Dibaca 498 kali Print | Komentar
Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK
HAPUS AIR MATA: Baiq Nuril Maknun menghapus air mata saat duduk di depan rumahnya, di BTN Bumi Harapan Permai, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Kamis (15/11/2018). (JPG)
Berita Terkait

Teken Petisi, Selamatkan Nuril



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penundaan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap Baiq Nuril Maknum disambut positif. Langkah itu mendapat apresiasi dari tim penasihat hukum mantan pegawai honorer SMAN 7 Mataram tersebut. Kini mereka bisa lebih fokus menyiapkan berkas peninjauan kembali (PK) yang bakal diajukan untuk menyelamatkan Nuril. Namun, belum pasti kapan PK diajukan.

Aziz Fauzi, penasihat hukum Nuril, menyampaikan bahwa sampai Selasa (20/11), dia maupun timnya belum menerima salinan putusan dari MA. Padahal, salinan putusan itu mereka perlukan untuk melengkapi berkas PK. ”Informasi terakhir dari PN Mataram masih belum ada. Artinya MA belum mengirim,” ungkapnya.

Dia memastikan, berkas lain untuk PK sudah siap. ”Kami tidak tahu persis apa pertimbangan majelis hakim MA (karena belum terima salinan putusan, red),” tambahnya.

Menurut Aziz, kekeliruan dan kekhilafan yang nyata dari majelis hakim MA akan mereka pakai untuk bahan PK. Dia yakin itu sudah cukup dan memenuhi syarat. Selain menyiapkan berkas PK, tim penasihat hukum Nuril juga berencana mengajukan permohonan perlindungan hukum untuk klien mereka. Rencananya,  permohonan itu diajukan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dia kembali menegaskan bahwa Nuril adalah korban. Sedangkan dalam kasus yang dilaporkan oleh Nuril ke Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), ibu rumah tangga tersebut berstatus saksi pelapor. ”Nanti akan diperiksa sebagai saksi pelapor,” imbuh Aziz.

Karena itu, dia menilai kliennya memerlukan perlindungan dari LPSK. ”Dalam tindak pidana yang dia laporkan dan tindak pidana yang dia alami,” tambahnya.

Apabila tidak ada kendala, laporan kepada LPSK bakal diajukan pekan ini. Aziz menyebut, tim penasihat hukum dari Mataram akan mengirimkan berkas ke Jakarta untuk diserahkan kepada LPSK. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan LPSK. ”Mereka (LPSK, red) siap, tinggal kami bawa berkas saja. Sepanjang syarat sudah terpenuhi,” jelasnya.

Berkaitan dengan surat panggilan yang dilayangkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, sambung Aziz, besar kemungkinan Nuril bakal diwakili oleh penasihat hukum. Sebab, penundaan eksekusi sudah pasti. ”Tidak ada konsekuensi (jika Nuril tidak memenuhi panggilan, red),” ucap dia.

Penasihat hukum yang mendampingi Nuril di Mataram juga berkata demikian. Joko Sumadi, salah seorang penasihat hukum Nuril, menyampaikan bahwa Nuril tidak akan memenuhi panggilan Kejari Mataram. ”Penasihat hukum saja,” ujarnya.

Hari ini (21/11) mereka bakal bertemu jaksa di Kejari Mataram sekitar pukul 13.00 WITA. Tim penasihat hukum memenuhi panggilan itu untuk menegaskan kembali soal penundaan penahanan yang sudah diputuskan Kejagung.(syn/wan/lyn)
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini