Depan >> Berita >> Hukum >>
Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin
Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB > Dibaca 553 kali Print | Komentar
BANDUNG (RIAUPOS.CO) - Bisnis kamar asmara di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin terkuak dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Selasa (5/12).

Dalam surat dakwaan (eks) Kalapas Sukamiskin Wahid Husen disebutkan bahwa otak dari bisnis itu adalah suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, yang menjalani masa tahanan sejak Juni 2017.

Fahmi sengaja ’membangun’ ruang berukuran 2x3 lengkap dengan fasilitas kamar tidur, pendingin ruangan dan televisi.

Sejak mendekam di penjara, Fahmi berhasil meluluhkan hati eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen untuk mengizinkannya membangun kamar asmara demi memenuhi kebutuhan biologis.

Sebagai gantinya, Fahmi yang menjadi terpidana kasus korupsi proyek di Badan Keamanan Laut (Bakamla) itu menyuap Wahid berupa uang hingga mobil agar diberikan fasilitas istimewa. Termasuk soal kebutuhan biologis.

Wahid membiarkan Fahmi membangun kamar asmara di area lapas. Tak hanya untuk keperluannya sendiri, Fahmi juga mematok tarif kepada narapidana lainnya jika ingin menggunakan bilik tersebut.

Sehingga meski berstatus tahanan, suami aktris Inneke Koesherawati itu tetap memiliki pendapatan dari bisnis yang ia kelola bersama seorang narapidana kasus pembunuhan yang menjadi asisten pribadinya, Andri Rahmat.

"Dilengkapi tempat tidur untuk keperluan melakukan hubungan badan suami istri, baik itu dipergunakan Fahmi Dar­mawansyah saat dikunjungi istrinya, maupun disewakan Fahmi Darmawansyah kepada warga binaan lain dengan tarif Rp650 ribu,” ujar anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan Wahid Husen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (5/12). (km/feb/run/metropolitan)

Sumber: JPNN.COM
KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:31 WIB

15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini