Surat Suara Dicetak Januari

Politik Sabtu, 08 Desember 2018 - 12:56 WIB

Surat Suara Dicetak Januari
CONTOH SURAT SUARA: Komisioner KPU Riau Abdul Hamid bersama Ketua KPU Riau Nurhamin memperlihatkan spesimen surat suara untuk Pileg 2019 saat konferensi pers yang digelar KPU Riau, Jumat (7/12/2018). (AFIAT ANANDA/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau terus mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Umum 2019. Salah satunya adalah mengenai logisitik. Sejauh ini KPU sedang menyempurnakan desain surat suara. Di mana sampai saat ini masih ada koreksi dari beberapa calon anggota legislatif (Caleg) seperti gelar haji, gelar adat hingga gelar akademis.

Setelah ini KPU akan mengirimkan bahan surat suara untuk dicetak langsung oleh KPU RI. Hal itu disampaikan Komisioner KPU Riau Abdul Hamid saat konferensi pers, Jumat (7/12). Ia menjelaskan beberapa tahapan persiapan logisitik terus digesa. “Untuk sampul sudah proses percetakan. Begitu juga dengan kotak suara sudah didistribusikan ke daerah. Tinggal surat suara yang masih dalam tahap finishing,” ucapnya.

Lebih jauh disampaikan dia besaran surat suara untuk Pilpres berukuran 22x31 cm. Sedangkan untuk pileg berukuran 51x82 cm. “Sementara ini spesimen surat suara sudah ada. Tinggal lagi bagaimana penyempurnaannya,” sambungnya.

Sejauh ini pihaknya sudah mendapat kesepakatan dari parpol mengenai nama dan gelar caleg untuk dicetak ke surat suara. Nantinya, setelah masa cetak surat suara akan di distribusikan kepada daerah. Persis pada saat distribusi surat suara pada Pilgubri lalu.

Tinggal lagi bagaimana KPU mengatur distribusi agar tidak terjadi kesalahan. “Paling yang dikhawatirkan itu mungkin. Belajar dari pengalaman 2014 ada beberapa surat suara yang tercampur. Misalnya di surat suara dapil 2 masuk dapil satu. Itu bukan tertukar tapi tercampur. Itu yang paling menjadi perhatian kami,” tuturnya.

Sementara itu Ketua KPU Riau Nurhamin menambahkan bahwa KPU sendiri memastikan seluruh persiapan selesai tepat waktu. Karena juga menyangkut tahun anggaran seperti masalah pencetakan sampul.

Di mana penganggaran keuangan diadakan pada 2018. Maka akan sangat riskan selesai pada 2019. Sehingga pihaknya akan selalu berupaya seluruh persiapan selesai tepat waktu. “Pada intinya memang kalau masalah penganggaran agak krusial. Makanya kami akan selalu berupaya ini bisa selesai tepat waktu,” tambahnya.(das)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook