Penjagaan Pengadaan Kartu KTP-el Tak Konsisten
Sabtu, 08 Desember 2018 - 15:06 WIB > Dibaca 454 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ikut merespons kabar beredarnya blangko atau kartu bahan baku KTP-el di pasaran. Deputi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT BPPT Hammam menyebutkan, penjagaan setiap lini pengadaan kartu bahan KTP-el tersebut tidak konsisten.

Hammam menuturkan bahwa dalam proses pengadaan kartu untuk KTP-el itu pasti ada potensi back door. Mulai dari aspek teknologi sampai manusia yang terlibat di dalamnya. Sehingga memerlukan audit secara menyeluruh.

’’Hal ini perlu bagi kita melaksanakan audit teknologi dengan paripurna,’’ katanya dalam diskusi tentang audit teknologi di Jakarta, Jumat (7/12).

Dia menceritakan ada informasi yang miss leading terkait beredarnya kartu atau blangko KTP-el di pasaran. Termasuk sempat dijual di layanan e-commerce Tokopedia. Peredaran kartu KTP-el tersebut dikaitkan dengan adanya pengamanan yang jebol.  Kemudian adanya hacker yang berhasil membobol sistem Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Merdeka Utara atau di kantor Kemendagri Kalibata. Akibat adanya adanya ulah hacker tersebut, dikhawatirkan sistem basis data di Kemendagri lantas rusak, dicuri, atau bahkan dimodifikasi.

’’Padahal (masalah, red) ini logistik dari pada blangko,’’ jelasnya.

Hammam tidak bisa mengelak bahwa faktanya pada sistem pengadaan KTP-el ada kebocoran. Meskipun begitu kebocorannya menurut dia ada pada unsur manusia atau SDM. Blangko tersebut bisa beredar kemungkinan dari stok sisa yang didistribusikan kepada kantor kelurahan atau kecamatan.

Untuk itu perlu ada upaya perbaikan pengawasan sistem ke depannya. Selain itu Hammam mengatakan BPPT bersama Kemendagri akan terus memaksimalkan keberadaan KTP-el.  Yang saat ini sedang dikaji adalah memasukkan data tandan tangan digital atau digital signature ke dalam chip yang ada di kartu KTP-el.

Hammam menjelaskan kapasitas memori chip di kartu KTP-el memang hanya sekitar 8 KB. Tetapi dari daya tampung tersebut, masih bisa memuat banyak data. Selain data tanda tangan digital, juga bisa dimasukkan data rekam medis pemilik KTP-el. Dengan demikian fungsi atau keberadaan KTP-el bisa semakin luas. Dia menceritakan semula KTP-el hadir untuk mengatasi kasus warga dengan banyak nomor induk kependudukan (NIK). Lantas dengan adanya KTP-el tersebut, keberadaan NIK mulai ditertibkan.

Sejak seseorang lahir, sudah memiliki NIK. Kemudian NIK yang muncul sejak seseorang lahir itu dimasukkan kedalam Kartu Keluarga (KK). Lantas ketika sesoorang itu sudah dewasa, NIK tersebut dimasukkan dalam KTP-el. ’’Jadi KTP-el itu produk akhir. Hasil dari penyelarasan NIK,’’ tuturnya.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh menuturkan blanko atau kartu bahan baku KTP-el yang beredar itu adalah asli. Blangko yang beredar di pasaran itu sebelumnya melalui proses pengiriman menuju Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Dia menegaskan bahwa blangko tersebut asli. Tetapi tidak bisa begitu saja dibuat menjadi KTP-el asli.

’’Tanpa melalui (sistem, red) Dukcapil,’’ jelasnya.

Kalaupun blangko tersebut kemudian dicetak menjadi seperti KTP-el, jatuhnya adalah KTP asli tapi palsu (aspal).(wan/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Merasa Dicatut, PAN Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 18 Desember 2018 - 10:30 WIB

Jokowi: La Nyalla Tiga Kali Minta Maaf

Selasa, 18 Desember 2018 - 10:20 WIB

PGN dan Bukit Asam Gelar Natal Bersama 500 Anak Yatim-Piatu di Riau
MUI: Poligami Syariat Islam

Senin, 17 Desember 2018 - 12:44 WIB

UN 2019 Dimulai Lebih Awal

Senin, 17 Desember 2018 - 11:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini