Kantongi Alas Hak, Tapi Dianggap Hutan
93 Persil Lahan Belum Diganti Rugi
Kamis, 13 Desember 2018 - 12:52 WIB > Dibaca 655 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 93 persil lahan untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, tidak diganti rugi. Karena, pemerintah menilai lahan masyarakat tersebut berada di kawasan hutan. Padahal, masyarakat telah mengantongi alas hak yang sah.

   Lahan tersebut berada di Dusun Tanjung Sari, Desa Batin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Ada sekitar 14 hektare lahan yang berada dalam 73 persil belum diganti rugi oleh pemerintah.

   Jumaan, salah seorang warga yang lahannya belum diganti rugi. Tak hanya dia, melainkan masih banyak warga lainnya yang belum diganti rugi lahannya. “Warga belum mendapat ganti rugi tanah. Ganti rugi hanya ditawarkan untuk tanaman dan bangunan rumah,” kata dia.

   Padahal kata Jumaan, tanah mereka sudah mengantongi alas hak yang sah. Seperti sertifikat hak milik (SHM), SKGR dan surat keterangan dari desa. Namun, PPK malah menilai lahan warga tersebut berada di kawasan hutan. Sehingga yang diganti rugi hanya tanaman dan bangunan.

   “Padahal tidak di kawasan hutan. Masyarakat memiliki alas haknya. Ada yang sudah SHM, SKGR, dan ada pula surat dari desa,” sebut dia.

  Dia membandingkan dengan desa lainnya. “Desa lain diganti rugi. Kami tidak. Kami tidak minta harga yang tinggi. Tapi kami minta sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh tim,” jelas Jumaan.

   “Kami juga sudah bayar pajak bumi dan bangunan (PBB) sejak 2003. Tapi kenapa bisa tanah kami dianggap masuk ke kawasan hutan. Kami ini orang awam. Makanya kami sampaikan ini. Biar semua orang membaca keluhan kami,” jelasnya.

    Sementara Asisten II Setdaprov Riau Masperi mengatakan, meski semua berkas sudah dikirim ke pusat, surat izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) belum dikeluarkan.

   “Informasi terakhir yang kami terima masih dalam proses. Kita tunggulah, mungkin sebentar lagi,” katanya, baru-baru ini.

  Dia menambahkan selain masalah izin pinjam pakai lahan itu, masih ada beberapa persoalan sengketa tanah dengan masyarakat. Namun, untuk tahapan penyelesaiannya, akan diproses secara hukum di pengadilan.

   Pembangunan tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai ditarget per 31 Desember terealisasi sebesar 18 persen. Namun di sesi 1 persoalan lahan sudah selesai 98 persen, hanya 2 persen yang masih dalam proses itu pun bermasalah dengan lahan masyarakat. Sementara untuk realisasi fisik pada seksi 1 sudah 64 persen dari terget 100 persen.(dal)


KOMENTAR
Berita Update
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Sepanjang Jalan  Teropong Penuh Lubang

Sepanjang Jalan Teropong Penuh Lubang
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:08 wib

Bawaslu Bakal Surati Pengusaha Billboard
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:51 wib

Titus Bonai Pilih Pulang Kampung
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:45 wib

Supermoon Bakal Terjadi 3 Kali
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:44 wib

BKPM Siap Bekukan Izin VFS Tasheel Indonesia
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:41 wib

Pembangunan Terus Diperjuangkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:34 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Empat Gedung untuk Pelayanan Publik

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:45 WIB

Masih Ditemukan Wajib Pajak Tak Jujur

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:40 WIB

4.800 Imam Masjid Diberi Insentif

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:35 WIB

Jalan di Bawah Flyover SKA Segera Dibuka

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:30 WIB

PPDB Masih Sistem Zonasi

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:25 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us