Kejelasan Nasib POBSI Pekanbaru Dipertanyakan

Olahraga | Kamis, 13 Desember 2018 - 14:00 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Nasib Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Pekanbaru dipertanyakan. Eks Ketuanya, Zulkarnain mengklaim sudah melaksanakan musyawarah kota luar biasa (muskotlub). POBSI Riau diminta bisa segera memberikan solusi.

Zulkarnain, kepada Riau Pos, Selasa (12/12)didampingi Wakil Ketua IV KONI Pekanbaru Andi Yusten dan salah satu pemilik rumah biliar Dynasti Andre memaparkan, pada dasarnya untuk kepengurusan POBSI Pekanbaru para pemilik suara sudah menggelar muskotlub.

Pada Oktober 2017, sudah digelar dan aklamasi kawan-kawan memilih saya, kata dia.

Kisruh POBSI Pekanbaru ini bermula ketika masa kepengurusan POBSI Pekanbaru 2013-2017 habis. Saat itu, ditunjuk careteker yang kemudian muncul nama ketua terpilih Ingot Ahmad Hutasuhut.

Aturan di KONI 6 bulan ke depan diberi kesempatan mempersiapkan. Kalau tidak juga Pengprov menunjuk careteker untuk persiapan. Tanggal 8 Mei 2017 kita habis, mereka kumpul dengan caretekernya, langsung nunjuk Ingot sebagai ketua. Itu saja tidak sah, karena yang milih itu harusnya pemilik suara, rumah biliar, paparnya. Kepengurusannya yang habis saat itu meminta penundaan dengan alasan yang disampaikan KONI Pekanbaru sedang dalam konflik kepengurusan.Saya antar surat tapi tidak ada tanggapan, sambungnya.

Tentang Muskotlub yang dilaksanakannya pada Oktober 2017,  Zulkarnain menyebut dia juga sudah menyampaikan pemberitahuan pada Ketua POBSI Riau Basrial.

Pengelolaan Dynasti Biliar Andre mengatakan, kejelasan kepengurusan juga penting untuk nasib usaha biliar.Untuk rumah biliar juga harus ada rekomendasi POBSI untuk dukungan kelengkapan.  Tempat usaha di Pekanbaru, harusnya yang ngeluarkan dari Pekanbaru. POBSI kota tidak ada, kita tidak bisa apa-apa, sebutnya.

Ketua Pengprov POBSI Riau Basrial saat dikonfirmasi terpisah dengan nada menyindir berterimakasih pada Zulkarnain.Saya ucapkan terimakasih pada mereka yang baru sadar bahwa organisasi itu bukanlah segampang yang kita anggap, katanya.(ali)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook