Elektabilitas Kedua Paslon Stagnan, Waktunya Perkuat Penetrasi

Politik | Minggu, 13 Januari 2019 - 18:07 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mulai stagnan. Tidak ada perubahan secara signifikan dalam tingkat keterpilihan. Mayoritas masyarakat sudah mengetahui dua kandidat tersebut. Masa pencitraan sudah selesai, sekarang saatnya mereka melakukan penetrasi ke masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan CEO dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei yang dilakukan lembaganya di Hotel Oria, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (11/1). Survei terbaru Alvara dilakukan pada 11–24 Desember 2018.

Hasilnya, tingkat elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres tidak jauh beda dengan hasil survei pada Agustus dan Oktober lalu. Artinya, tidak ada perubahan tingkat keterpilihan sejak pertengahan hingga akhir 2018. ”Semakin dekat dengan pelaksanaan pemilu, tokoh capres-cawapres sudah semakin dikenal masyarakat Indonesia,” ungkap dia seperti diberitakan JPG, kemarin.

Hal itu menunjukkan bahwa masa pencitraan sudah berakhir. Tiga bulan ke depan, paslon harus lebih sering turun ke bawah untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hasan yakin bahwa waktu tiga bulan mendatang sangat menentukan arah politik pada pemungutan suara 17 April. Apalagi, akan ada lima kali debat yang harus diikuti paslon, baik antarpaslon, capres, maupun cawapres. Menurut Hasan, yang menarik bukan konten yang diperdebatkan, tapi isu yang berkembang setelah debat itu selesai.  

Menurut dia, masyarakat akan ramai mengomentari pelaksanaan debat yang dilakukan kedua paslon. Bagaimana gaya paslon menjawab dan mengomentari pertanyaan serta bagaimana mereka menyampaikan gagasan kepada audiens. Hal itulah yang akan menjadi perhatian publik. ”Penting bagi masing-masing pihak untuk bisa mengapitalisasi isu yang berkembang setelah debat selesai dilaksanakan,” katanya.(lum/c10/fat/jpg)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook