Masjid Al Aqsa Dibuka Kembali Usai Ricuh

Internasional | Rabu, 16 Januari 2019 - 14:24 WIB

Masjid Al Aqsa Dibuka Kembali Usai Ricuh
DIBUKA: Masjid Al Aqsa di Yerusalem dibuka kembali, setelah sempat ricuh dan dikepung oleh polisi Israel pada Senin (14/1/2019). (JPG)

YERUSALEM (RIAUPOS.CO) - Masjid Al Aqsa di Yerusalem dibuka kembali, setelah sempat ricuh dan dikepung oleh polisi Israel pada Senin (14/1). Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (15/1), sebelumnya lima warga Palestina, termasuk tiga penjaga masjid sempat ditahan oleh polisi Israel.

Polisi Israel telah melakukan pengepungan di Dome of  Rock yang terletak di kompleks Masjid Al Aqsa Kota Lama, memicu ketegangan antara polisi dan jamaah Palestina.

Menurut Juru Bicara Otoritas Endowmen Keagamaan Yerusalem Firas Al Dibs, insiden itu dimulai sebelumnya pada Senin ketika penjaga Palestina menutup masjid setelah seorang polisi Israel mencoba memasuki situs tersebut tanpa izin. Para penjaga meminta polisi untuk melepas kippah (topi Yahudi) sebelum memasuki masjid, tetapi dia menolak dan berusaha untuk memaksa masuk ke tempat itu, kata Dibs.

Dibs mengatakan, polisi Israel melakukan pemeriksaan keamanan rutin setiap pagi. Namun karena petugas itu menolak melepas kippahnya, para penjaga curiga bahwa ia akan melakukan ibadah Yahudi di dalam masjid. Non-Muslim diizinkan untuk mengunjungi situs tersebut selama jam-jam tertentu, tetapi tidak diperbolehkan untuk salat di situs tersebut.

Para jamaah kemudian bentrok dengan polisi ketika polisi Israel tiba dan menunggu di luar masjid untuk menangkap para penjaga Palestina. Ratusan warga Palestina berkumpul di Dome of Rock untuk doa siang, lapor kantor berita Wafa.

Selama perkelahian, polisi Israel secara fisik menyerang Direktur Masjid Al Aqsa Sheikh Omar Al Kiswani. Dia telah dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan. Sementara itu, polisi Israel tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.(jpg)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook