JARGAS UNTUK MASYARAKAT, TERMASUK DUMAI

PGN Siap Jalankan Amanat Perpres Atur

Riau | Selasa, 12 Februari 2019 - 15:00 WIB

DUMAI (RIAUPOS.CO)  - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 6/2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil (Jargas). Peraturan  tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan proyek jargas yang akan dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negars Tbk (PGN), termasuk pengembangan jargas di Kota Dumai.

Apalagi di Dumai sendiri program sayang ibu tidak lama lagi akan dinikmati masyarakat Dumai.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan kesiapan perusahaan yang berstatus sebagai sub holding gas tersebut. PGN telah menyiapkan proposal untuk program pengembangan jargas.

“Proposal itu  sesuai  target tambahan sebanyak 4,7 juta sambungan baru sampai 2025,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, hal tersebut telah disesuaikan dengan rencana Kementerian ESDM. “Di dalamnya sudah ada penjelasan detil dengan rincian lokasi-lokasi yang akan kami pasang pipa jargas,” ujar Gigih lagi.

Gigih menambahkan, ajuan tersebut segera akan diserahkan kepada Kementerian ESDM sebagai  bahan pertimbangan dalam pelaksanaannya.

“PGN juga telah melengkapi  kajian FS untuk pengembangan jargas yang diminta pemerintah,” terangnya.

Terbitnya kebijakan tersebut, lanjutnya, akan berdampak positif bagi realisasi rencana jangka panjang PGN.

“Sebab,  PGN bertanggung jawab untuk menciptakan keadilan dan pemerataan akses masyarakat terhadap energi baik,” jelasnya.

Program pembangunan jargas akan lebih efektif,  sehingga akan terjadi percepatan dalam pembangunan jargas yang saat ini hanya sebanyak 400.000 sambungan.

“Kami menilai semakin banyak masyarakat terlayani PGN, maka akan meningkatkan benefit ekonomi nasional. Sejauh ini, pasokan gas untuk jargas ini akan disediakan oleh pemerintah melalui Ditjen Migas dan SKK Migas dengan harga gas yang lebih kompetitif,” sebutnya.

Apalagi harga jual untuk jargas juga sudah ditetapkan oleh BPH Migas. “Juga  sudah disesuaikan tingkat kewajarannya agar terjangkau oleh masyarakat,” tutupnya.(hsb/ifr)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU