Dajjal Berwajah Manusia

4 Mai 2014 - 09.25 WIB > Dibaca 2206 kali | Komentar
 
Dajjal Berwajah Manusia
Ini kejadian nyata. Seorang ibu mengaku memilih tidak melapor kasus pelecehan seksual yang menimpa putrinya kelas 3 SD. Puterinya mendapat pelecehan seksual di dalam mobil jemputan saat mengantar anak tersebut pulang ke rumah. Jarak dari rumah terakhir anak yang diantar ke rumahnya sejauh 5 km. Si ibu tak dapat membayangkan apa yang dilakukan si sopir  pada anaknya di sepanjang 5 km itu. Mengingat untuk melapor ke polisi harus ada bukti, juga visum dokter, serta harus ada pemeriksaan membuat sang ibu khawatir malah akan membuat anak semakin trauma. Dia hanya ingin fokus pada pemulihan psikis anaknya.

Artinya hal seperti ini ibarat gunung es yang mencuat hanya seujung saja. Kenyataannya, di lapangan kasus serupa begitu banyak jumlahnya. Tahun 2013 Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dra. Badriyah Fayumi, Lc, MA menyatakan bahwa tahun 2013 merupakan tahun darurat kekerasan seksual pada anak. Hal itu didasarkan pada fakta kekerasan seksual pada anak yang sudah  berada titik yang sangat mengerikan dan memprihatikan baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Dalam tiga tahun, setiap bulan rata-rata 45 anak mengalami kekerasan seksual. Sedangkan sejahatan seksual pada anak belakangan ini makin sadis dan di luar nalar sehat.

Melihat fenomena kekerasan seksual yang juga tak kunjung surut, maka tahun darurat kekerasan seksual akan berlaku setiap tahun. Apakah kita akan membiarkan hal ini terus berlangsung? Sebuah fakta yang juga mengkhawatirkan menurut para psikolog, korban kekerasan seksual sodomi cenderung menjadi pelaku sodomi di kemudian hari.  

Kita berada di abad global dengan air bah informasi yang dahsyat. Jika Anda atau anak Anda klik internet di Warnet maka aneka gambar pornografi dengan sangat mudah dibuka. Baik gambar berbentuk foto maupun video. Hanya dengan modal Rp2.000 per jam seorang bisa mencari apa saja terkait pornografi di sana.

Lihatlah di warnet-warnet tak jarang anak muda atau bahkan orangtua tahan begadang semalam suntuk untuk melihat gambar-gambar hidup penuh syahwat itu. Lima bocah SD di Kecamtan Tampan Pekanbaru usai main di warnet nekat melakukan aksi perkosaan terhadap anak perempuan yang baru pulang dari sekolahbaru-baru ini. Kemudahan mengakses konten pornografi baik berupa gambar maupun video adalah faktor penyebab meningkatnya perilaku seks saat ini. Sedangkan anak-anak adalah korban yang paling rentan karena dari sisi fisik sangat tidak berdaya dan tidak mampu melawan.

Ya Tuhan, tak terbayangkan oleh kita seks kini menjadi Tuhan-tuhan baru bagi manusia pencinta nafsu. Ada 3 pelajar di Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar yang baru-baru ini tidak ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah. Setelah ditelusuri, ketiga pelajar di wilayah selatan Kabupaten Limapuluh Kota itu ternyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks. Seperti layaknya sebuah arisan, dalam arisan seks ini, mereka awalnya membuat komunitas sendiri. Lalu, menggelar pertemuan, mengadakan undian dan mencabut loting. "Kasus arisan seks ini awalnya terungkap dari data Dinkes soal 200 perempuan yang hamil di luar nikah, ujar Ketua MUI Kabupaten Limapuluh Kota Safrizon Azwar.

Lalu akankah kita biarkan fenomena ini terus terjadi? Tidak. Jika beraharap pihak eksternal mengatasi masalah ini seperti pemerintah, polisi, regulasi dan lainnya memerlukan proses dan waktu. Korban terus berjatuhan. Maka yang terpenting dilakukan adalah pertama investasikan waktu menjaga anak dengan sepenuh hati. Pengalaman membuktikan jangan percaya penuh pada orang dekat. Bahkan seorang ayah pun tega merusak anaknya. Kedua, mengajarkan anak agar tidak open dengan siapa saja orang asing yang tak dikenal. Ketiga, doa. Doa adalah senjata bagi orang mukmin. Demikian kata hadis. Tidak semua kita mampu menjaga buah hati kita 24 jam. Mari kita panjatkan doa lima kali sehari semalam usai salat  agar anak keturunan kita selamat dari kekerasan seksual para dajjal berwajah manusia.***


Helfizon Assyafei
Wapemred Riau Pos
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:03 wib

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 04:36 wib

Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers

Minggu, 18 November 2018 - 03:59 wib

Alasan Jerinx SID Tak Mau Temui Via Vallen

Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Minggu, 18 November 2018 - 02:15 wib

Pembagian Sertifikat Tanah Harus Ada Tindak Lanjut Pemerintah

Follow Us