319 Tahun Sibolga Hadir, Kok Ada Bom?

Nasional | Minggu, 17 Maret 2019 - 20:45 WIB

319 Tahun Sibolga Hadir, Kok Ada Bom?
Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan warga yang berada di sekitar rumah teroris yang meledakkan diri dengan bom di Sibolga. (M ADIL/JPNN)

SIBOLGA (RIAUPOS.CO) - Adanya aktivitas terorisme di Kota Sibolga turut membuat Presiden Joko Widodo terkejut. Sebab, menurut presiden, sejak Sibolga didirikan 319 tahun yang lalu, kota tepi laut ini dikenal sebagai daerah yang aman dan tentram. Sebagaimana diketahui, Rabu (15/3) lalu seorang istri teroris meledakkan diri dengan bom di rumahnya saat aparat bernegosiasi dengannya untuk menyerah.

"Tidak ada perpecahan, tidak ada saling menghujat satu sama lain," ujar Jokowi saat bertemu dengan warga terdampak bom di Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Minggu (17/3/2019).

Presiden melihat dampak bom yang diledakkan teroris bernama Solimah itu. Presiden juga memerintahkan agar rumah warga yang rusak segera dibangun kembali. Presiden juga memberikan bantuan uang tunai kepada korban. Bantuan dengan nilai total Rp1,451 miliar itu dimaksudkan agar korban bisa segera membangun kembali rumah mereka.

"Saya juga perintahkan menteri sosial datang ke sini, tapi untuk siang hari ini, untuk mulai pembangunan rumah, saya sedikit kasih bantuan supaya segera dikerjakan Dandim, Kodim, Korem," ujar Jokowi.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mengatakan, total ada 161 rumah yang terdampak. Bagi warga yang rumahnya rusak berat akan mendapat bantuan Rp25 juta, rusak sedang Rp5 juta dan Rp3 juta rusak ringan.(dil)

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook