TERIMA KEDATANGAN PM ISRAEL

Presiden Trump Tandatangani Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Golan

Internasional | Selasa, 26 Maret 2019 - 21:19 WIB

Presiden Trump Tandatangani Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Golan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

TEL AVIV (RIAUPOS.CO) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan penandatanganan untuk pengakuan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Washington, Amerika Serikat saat menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (25/3/2019). Di sisi lain, Israel dan Hamas, organisasi perjuangan di Palestina, terlibat saling serang dengan roket.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengejutkan kalangan internasional dengan pernyataan akan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut militer Israel tahun 1967.

Presiden Trump menandatangani keputusan presiden AS untuk mengakui kedaulatan penuh Israel atas Dataran Tinggi Golan, saat menerima kunjungan PM Benjamin Netanyahu di Washington hari Senin (25/3/2019). "Ini.. seharusnya sudah terjadi beberapa dekade yang lalu," kata Trump.

Beberapa pengamat melihat keputusan Trump sebagai upaya dukungan politik terhadap Benjamin Netanyahu dalam pemilu mendatang di Israel. Popularitas Netanyahu memang sedang menurun setelah Kejaksaan Israel membuka gugatan resmi atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan jabatan.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan mendudukinya sejak tahun 1981. Namun tindakan itu tidak diakui secara internasional. PBB melalui Resolusi 242 Dewan Keamanan menegaskan "tidak dapat menerima perebutan wilayah ini melalui perang."


Dilaporkan, Israel melancarkan serangan udara ke kota Gaza dan mengirim pasukan tambahan ke perbatasan Senin (25/3/2019). Ini merupakan reaksi setelah serangan roket dari wilayah Palestina melukai tujuh warga Israel dekat Tel Aviv, termasuk anak-anak.

Israel mengatakan ada 30 roket yang ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza. Hampir semua roket jatuh atau mendarat di area terbuka. Sebagai balasan, militer Israel menyerang berbagai sasaran di seluruh Gaza, termasuk kantor pimpinan Hamas yang bersembunyi.

Israel juga mengirim lebih banyak pasukan ke perbatasannya dengan Jalur Gaza. Gerilyawan Hamas dan Jihad Islam kembali menembakkan beberapa roket ke Israel selatan sebagai jawaban atas serangan itu. Sebelumnya pihak Hamas menyatakan sudah ada kesepakatan gencatan senjata. Situasi di lapangan sejauh ini masih membingungkan.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU