Disebut Error, Suami Pukulkan Martil ke Kepala Istri

Riau | Kamis, 28 Maret 2019 - 09:30 WIB

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Seorang lelaki berinisial NW, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, karena menganiaya istri menggunakan martil, Warga Jalan Pemuda, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki itu ditangkap aparat kepolisian.

Kapolsek Payung Sekaki AKP Hidayat Perdana saat dikonfirmasi mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilakukan pelaku, Senin (25/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

‘’Pelaku melancarkan aksinya di Jalan Pemuda tepatnya di dalam rumah kontrakan, Kelurahan Tirta Siak,’’ ujarnya.

Dibeberkannya, tersangka melakukan KDRT tersebut dengan cara mengambil martil yang diletakkan dalam kotak perkakas alat-alat kerja.

Tidak beberapa lama kemudian dengan rasa emosi tersangka memukulkan martil ke arah kepala istrinya beberapa kali tepatnya di bagian depan, samping kiri dan kanan sehingga mengeluarkan darah.

Waktu itu setelah tersangka memukul kepala istrinya, selanjutnya tersangka pergi menggunakan sepeda motor dengan membawa martil yang diletakkan di dalam jok, untuk menghidar dari warga yang mengetahui kejadian.

Di saat tersangka berada di Jalan Arengka II, ia berhenti di pinggir jalan dan mengeluarkan martil dari dalam jok sepeda motor, lalu melemparkan martil ke arah semak-semak dengan tujuan untuk menghilangkan barang bukti.

‘’Selanjutnya tersangka kembali ke rumah dan warga yang saat itu sudah ramai langsung mengamankan tersangka untuk dibawa ke kantor polisi,’’ ujarnya. Akibat kejadian tersebut keluarga korban tidak senang dan melaporkan kejadian KDRT yang dilakukan oleh pelaku.

Dibeberkannya, usut-diusut setelah dilakukan penyidikan, adapun tindakan tersebut dilakukan pelaku, dikarenakan sakit hati dengan perkataan sang istri.

‘’Motif sebenarnya karena sakit hati saja. Pelaku ini tersinggung dengan perkataan kasar istrinya,’’ kata Hidayat.

Adapun perkataan kasar yang dimaksud, karena dikatakan error oleh istrinya. Di mana, saat itu suami korban baru saja pulang ke rumah dari membeli obat Bodrex.

‘’Jadi gini, saat itu pelaku pulang ke rumah dari beli obat Bodrex. Sampai di rumah, agak lama ia dibukain pintu sama istrinya. Setelah dibuka pintu rumah, ditanya sama istrinya dari mana. Pelaku menjawab dari beli obat. Ditanya istrinya lagi, ngapain beli obat, lagi error. Di sinilah yang membuat pelaku emosi, sehingga melakukan KDRT itu,’’ ungkapnya.(rnl)
(Laporan Sakiman, SIAK)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU