Ironi Politik Kita

18 Mai 2014 - 15.19 WIB > Dibaca 1114 kali | Komentar
 
Ironi Politik Kita
Oleh HELFIZON ASSYAFEI - Wapemred riau pos

Pemenang
konvensi Partai Demokrat sudah diumumkan. Namun masih relevankah? Relevan jika pemenang konvensi benar-benar diusung sepenuh hati oleh Partai Demokrat dan diperjuangkan minimal dipasangkan dengan Capres lain bila terjadi koalisi. Menjadi tidak relevan bila hasil ini kemudian diabaikan. Pernyataan SBY mengguncang ranah politik Indonesia dengan kabar akan berkoalisi dengan Golkar mengusung ARB sebagai Capres dan Pramono Edhie sebagai Cawapres. Gabungan suara kedua partai ini memang sudah cukup untuk mendapatkan tiket dan mengusung Capres dan Cawapres. Lalu yang menjadi pertanyan banyak pihak untuk apa konvensi partai demokrat diadakan kalau Dahlan Iskan yang keluar sebagai pemenang tidak bisa mencalonkan diri sebagai Capres maupun Cawapres. Yang buat kita kecewa karena jagoan yang layak tanding di-íparkiríkan di luar gelanggang karena harus memberi jalan bagi kandidat yang kurang elektibilitasnya.

Dari awal sebenarnya sudah bisa ditebak, konvensi Partai Demokrat ini hanya akan menjadi manuver politik semata. Kalau seorang SBY dan demokrat memang serius mengadakan konvensi untuk menjaring bakal calon presiden sudah barang tentu prosesnya dilakukan lebih awal sehingga pengumuman pemenang hasil konvensi tidak berdekatan dengan batas akhir pendaftaran Capres maupun Cawapres ke KPU. Sesuai peraturan perundang-undangan setiap pejabat sekelas mentri yang ikut dalam pemilihan presiden baik sebagai Capres maupun Cawapres sudah harus mengundurkan diri paling lambat 7 hari sebelum pendaftaran akhir di KPU, tapi nyata-nyatanya pengumuman hasil konvensi demokrat baru dilakukan pada tanggal 16 kemaren itupun diundur satu hari dari jadwal semula yang berarti Dahlan Iskan sudah tidak lagi memiliki kesempatan untuk ikut dalam pemilihan presiden karena waktu yang tersisa tak kurang dari 5 hari saja.

Kalau konvensi Partai Demokrat ini disebut sebagai bentuk pendidikan politik terlalu naif rasanya. Toh pada akhirnya hasil konvensi tidak memberikan dampak apa-apa terhadap partai. Karena Dahlan Iskan tidak bisa mencalonkan diri  terganjal peraturan. Sangat disayangkan kandidat sekelas dahlan Iskan disia-siakan begitu saja oleh Demokrat. Dahlan Iskan bila dipasangkan dengan pasangan yang cocok kita yakin Dahlan Iskan mampu bersaing dengan Jokowi dan Prabowo.

Banyak sekali pihak yang menyayangkan sosok seorang Dahlan Iskan terbuang sia-sia. Sungguh kita prihatin dengan apa yang terjadi. Betapa tidak mudahnya orang berkualitas di negeri ini untuk tampil memimpin bangsa ini. Apalagi ia bukan orang politik seperti Dahlan. Padahal Dahlan Iskan satu-satunya kandidat capres nonpartai yang memiliki massa riil cukup besar. Dahlan Iskan satu-satunya tokoh yang diperkirakan akan bisa mengimbangi Jokowi yang diusung PDI-P maju menjadi capres 2014. Dahlan Iskan dan Jokowi sama-sama memiliki kebiasaan blusukan, merakyat dan berhasil meraih empati publik. Tapi apa mau dikata keputusan memang berada pada SBY dan Demokrat.

Dengan diabaikannya pemenang konvensi maka Dahlan sudah pasti hanya akan jadi penonton meskipun sebenarnya beliau sangat layak dan patut tapi tak punya kesempatan untuk maju ke bursa calon presiden. Dulu Wiranto juga pernah jadi pemenang konvensi Partai Golkar dan benar-benar diusung Golkar menjadi Capres sesuai komitmen. Berpasangan dengan Sholehudin Wahid mereka maju di bursa Capres 2004. Meski akhirnya kalah itu hal lain.

Konvensi calon presiden Partai Demokrat akhirnya hanya merupakan manuver politik untuk menggertak lawan, tapi kenyataannya konvensi menjadi kegiatan yang sia-sia dan membuang waktu. Kalau memang konvensi memang bertujuan untuk mencari sosok calon presiden sudah barang tentu pengumuman konvensi jauh sebelum pendaftaran capres dan cawapres ke KPU. Inilah ironi politik kita. Konvensi PD ternyata tidak terlalu mempunyai nilai pendidikan politik.  Akhirnya kita hanya bisa mengurut dada ketika orang yang menurut kita amat layak dan pantas memimpin negeri ini harus tersingkir sebelum rakyat diberi kesempatan memilihnya.***
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 20 September 2018 - 01:22 wib

Prabowo Tunjuk Neno Warisman Jadi Wakil Ketua TKN

Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 18:30 wib

Pelabuhan Tikus Jalur Masuk Empuk Narkoba

Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau

Follow Us