Bermusiklah dengan Hati

25 Mai 2014 - 07.55 WIB > Dibaca 730 kali | Komentar
 
Helat Merayakan Hari Musik Nasional disamping mempergelarkan karya-karya para musisi Riau juga menjadi ajang silaturahmi para musisi dari berbagai jenis aliran musik baik tradisi maupun modern. Sebanyak 14 grup dan komunitas musik yang tampil di ajang tersebut menunjukkan berbagai bentuk garapan dan juga ide dan pesan yang hendak disampaikan melalui karyanya. Meskipun sempat tertunda dikarenakan hujan tetapi semangat para musisi tetap tampak dari setiap pementasan yang berlangsung.

Tampil perdana sebagai pembuka, grup musik Geliga yang dinakhodai SPN Eri Bob. Geliga membawakan beberapa buah musik aransment yang bergenre jazz Melayu. Kemudian dilanjutkan dengan grup Warna Harmoni Orkestra (WHO). Duah buah karyanya yang berjudul Renungan Kalbu dan Damai dibawakan  di hadapan para pengunjung. Kedua karya yang dibawakan menurut Eka selaku pimpinan WHO adalah karya musik yang idenya berangkat dari perenungan. Seperti karya yang berjudul Renungan Kalbu adalah aransmen musik yang idenya dari renungan akan keberadaan manusia yang tak luput dari dosa-dosa. Melalui instrumen ini, kami berharap mampu mengajak semua untuk memperbaiki diri, ucap Eka singkat.

Terkait dengan acara merayakan hari musik nasional, Eka berharap semoga para musisi terutama generasi muda terus bermusik, terus menelurkan karya-karyanya. Katanya, bermusik itu indah. Bisa berbuat untuk musik, bisa berkreasi di dalam bermusik adalah merupakan bagian dari keindahan itu. Untuk itu mari terus menciptakan keindahan melalui musik, katanya.

Tampil berikutnya, grup Dondang Serumpun, Pendi Cs yang membawakan musik tradisi diantaranya lagu Dondang Sayang, Mak Inang Pulau Kampai, Serampang Laut. Pendi selaku pimpinan menyebutkan menjaga tradisi itu penting. Baginya, biarlah kawan-kawan yang lain mengembangkan musik Melayu tetapi bagi pemain biola tersebut biarlah dia menjadi penjaga gawang dari tradisi. Yang terpenting itu adalah bagaimana kita bisa menghargai musik dari jenis aliran apapun. Dan seni tradisi bagi saya penting untuk dijaga, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya. Dengan acara ini tentu saja kita berharap musik di tanah air ini semakin berkembang khususnya di Riau, ucapnya.

Sebuah karya aransmen musik yang berjudul Kayuh Berpeluh kemudian dibawakan oleh komunitas seni dari Tengkah Zapin. Musik yang berangkat dari musik zapin ini menurut Yan selaku komposer mengatakan, komposisi musik Kayuh Bepeluh menceritakan tentang semangat hidup yang tidak pernah mengeluh. Makanya karya ini kami beri judul Kayuh Berpeluh. Diibaratkan para nelayan yang tak pernah mengeluh dalam usahanya mencari ikan di laut. Tak peduli panas dan hujan bahkan badai topan, semangat mereka untuk terus mencari rejeki tak pernah lekang, ucap anak jati Meskom Bengkalis tersebut.

Musik bisa menceritakan apa saja. Pesan yang hendak disampaikan lewat rangkaian nada-nada menjadi sesuatu poin penting dalam mencari bentuk garapan yang akan dituangkan ke dalam karya. Rumah Budaya Siku Keluang yang juga turut memeriahkan acara merayakan hari musik nasional itu membawakan sebuah karya musik yang berjudul Langit Biru.

Musik bagi anggota Rumah Budaya Siku Keluang merupakan alat atau media penyampai pesan, sebagai alat propoganda. Karya musik yang berjudul Langit Biru, kata pimpinan Rumah Budaya Siku Keluang, Heri Budiman adalah karya yang terlahir dari akibat 17 tahun asap yang telah melanda Riau. Garapan musik ini merupakan hasil dari kawan-kawan musik yang terus berproses di garasi Siku Keluang. Harapan kami dalam bermusik, tak lain agar kiranya bisa bermusik dari hati. Mari kita sampaikan atau kita komunikasikan pesan-pesan hidup melalui musik kepada masyarakat penikmat musik, ucapnya.

Berikutnya dilanjutkan dengan tampilan dari grup Muaratakus Etnic Musik Sendratasik FKIP UIR. Sebuah garapan yang diberi judul Kolanyo. Garapan ini seperti diakui, Taufik Yendra Pratama selaku pimpinan tidak mengendepankan kompoisisi musik tetapi hendak mengedepankan sebuah alat musik tradisional yang bersal dari Kampar yaitu alat musik Genggong.

Alat musik itu sendiri kata taufik berasal dari pelepah enau yang dimainkan dengan cara direkatkan di antara celah bibir kemudian ditarik-tarik. Alat musik ini sudah hampir punah. Diantara salah satu penyebabnya menurut orang tua-tua di Kampar, alat musik ini dulunya diakui sebagai alat untuk menggoda cewek. Tapi dalam garapan kami juga mengangkat sebuah syair tradisi dari Pekabaru yang diangkat dari tarian pengobatan Deo Kayangan, jelas Taufik sembari menambahkan dengan momentum hari musik nasional ini, mari kita lestarikan dan jaga kepunahan alat-alat musik tradisonal.

Berikutnya tampil juga, komunitas Musik Ilalang, Komunitas Sanggam, KPJ, Etnich Project, Depi, OM Dangdut Teruna dan Riau Rhythm Chamber.

Rino Dezapaty, selaku pimpinan Riau Rhuthm Chamber menilai acara merayakan hari musik nasional sangat bagus. Momentum ini bisa pula dijadikan sebagai pertemuan dan silaturahmi musisi muda dan musisi senior di mana antara sesama bisa saling berinteraksi secara kebudayaan. Meskipun diguyur hujan lebat awalnya, para musisi saya lihat tetap bersemangat mempergelarkan karya mereka walau kemudian durasi pementasan terpaksa dipotong mengingat waktu. Namun disisi lain yang tak kalah penting yang menentukan di dalam event musik ialah sound system sebagai nafas dari pertunjukan musik. Ini say akira perlu dikelola dengan baik dan diperhatikan dengan serius, ucap komposer muda Riau tersebut.

Rino juga berharap kiranya helat seperti ini terus dilaksanakan, bila perlu tidak menunggu moment dan menjadi agenda rutin setiap bulan. Perlu juga lanjut Rino dilakukan diskusi-diskui kecil antara sesama seniman musik agar karya-karya musik di Riau ini benar-benar siap dan dapat diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional. Bila perlu kita harus juga menyelenggarakan Pekan Komposer Riau misalnya. Gunanya tak lain untuk update musik, managemen musik dan karya-karya anak jati Riau agar karyanya tetap terjaga dan tentu saja mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tutup Rino yang bulan Juni akan menggelar karya-karya Riau Rhythm Chamber di beberapa kota di Jawa dan Sumatera.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 17:00 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri

Kamis, 15 November 2018 - 16:15 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018

Kamis, 15 November 2018 - 16:00 wib

Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda

Kamis, 15 November 2018 - 15:45 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat

Kamis, 15 November 2018 - 15:30 wib

BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 wib

Sinergi Pemerintah-Swasta Tingkatkan Pendidikan Karakter Guru

Kamis, 15 November 2018 - 15:01 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah

Follow Us