Pesta Para Musisi

25 Mai 2014 - 07.55 WIB > Dibaca 644 kali | Komentar
 
Hari Musik Nasional sebenarnya bertepatan pada 9 Maret yang kononnya diangkat dari hari lahir komposer kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman. Di Riau khususnya Kota Pekanbaru, musisi dan seniman musik ikut merayakan hari tersebut dalam sebuah acara yang ditaja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPT Taman Budaya dengan tajuk Merayakan Hari Musik Nasional, Muzic For The World.

Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru

Acara yang diselenggarakan Ahad (18/5) malam lalu berpusat di laman Gedung Olah Seni (GOS) Taman Budaya Riau (TBR). Pelaksanaan perayaan Hari Musik Nasional 2014 di Riau dimaksudkan untuk memberi laluan kepada para musisi dan seniman musik menunjukkan, mempergelarkan karya-karya mereka. Kepala Dinas Kabudayaan dan Pariwisata (Budpar) Riau, Said Syarifuddin menyebut, perkembangan musik di Riau ini sebenarnya cukup menjanjikan. Hal itu ditandai dengan semakin maraknya grup atau komunitas musik yang terus berkarya dan mempergelarkan karya mereka dengan caranya masing-masing baik konser tunggal maupun tampil di beberapa helat yang ditaja di Pekanbaru maupun di luar.  

Tinggal lagi bagaimana menghimpun dan memberi wadah bagi musisi dan seniman musik dalam mempergelarkan karya mereka. Salah satu diantaranya tentulah dengan acara seperti ini. Maka, berkaryalah, ucap Said Syarifuddin.

Kesadaran akan petingnya mempelajari kekayaan musik di daerah yang kemudian dikembangkan dan dikreasikan di masa kini dalam kemasan musik modern juga merupakan upaya untuk tetap menjaga dan melestarikan seni budaya yang dimiliki oleh orang-orang dahulu. Said Syarifuddin menilai, saat ini seniman musik di Riau peduli dan peka dengan hal tersebut. Sudah banyak komunitas atau sanggar musik yang sudah sejak lama menghasilkan karya-karya dengan musik Melayu menjadi pijakan karya mereka. Sebut saja misalnya, Bandar Serai Orchestra, Geliga, Riau Rhythm Chamber Indonesia, Blacan Aromatic, dan lain-lain.

Ini sebuah kebanggaan bagi kita bersama yang juga sejalan dengan tujuan dan capaian dicanangkannnya Hari Musik Nasional ini yaitu bagaimana menunjukkan rasa bangga terhadap musik milik bangsa sendiri dalam kontek keriauan tentu saja musik Melayu. Artinya, jangan biarkan musik asing menjadi tuan rumah di negeri kita, ujar Said Syarifuddin.

Rumah Musik Sulaiman Syafii Diresmikan
Musik sebagai karya seni tidak serta merta dihasilkan tanpa adanya pengolahan dan proses dalam penciptaannya. Diperlukan sebuah wadah atau tempat untuk mengolah ide dan gagasan serta bagaimana menuangkannya dalam bentuk bunyi-bunyian.

Dalam rangkaian acara merayakan hari musik nasional, Taman Budaya Riau juga meresmikan Rumah Musik di kawasan Taman Budaya Riau dengan nama Sulaiman Syafii. Keberadaan rumah musik ini, menurut Kepala Taman Budaya, Pulsiamitra menjadi pusat olahan karya-karya musik bagi musisi dan seniman musik di Riau.

Kita berharap, dengan diresmikan rumah musik di kawasan Taman Budaya ini bisa menjadi tempat berhimpun para seniman musik dalam mengolah karya-karya mereka. Katakanlah semacam labor bagi musisi di Riau ini. Tempat berdiskusi, tempat meramu ide dan gagasan, menjadi semacam tempat dokumentasi karya-karya musik dan juga ke depannya berharap bisa dikembangkan menjadi studio recording untuk menghasilkan karya-karya musik, jelas Pulsiamitra.

Terkait dengan pelaksanaan merayakan hari musik nasional itu sendiri, Pulsiamitra menjelaskan Taman Budaya senantiasa menampung aspirasi dari seniman. Dan acara ini merupakan tindaklanjut dari keinginan para seniman musik di Riau untuk turut merayakan dan memeriahkan hari musik nasional. Kita coba tampung ide dari kawan-kawan seniman. Beberapa minggu lalu, kita juga turut merayakan hari tari dunia dan kini gilirannya kita merayakan hari musik pula. Memang pelaksanaannya agak terlambat makanya kita beri tajuk acaranya merayakan hari musik nasional, Muzic For The World, ucap Pulsiamitra lagi.

Karya-karya yang dihasilkan seniman juga perlu untuk dipublikasikan kepada masyarakat. Helat merayakan musik naisonal ini juga dimaksudkan agar masyarakat mengetahui karya-karya musik di Riau baik tradisonal maupun modern. Hadir dalam kesempatan itu, Kabiro Humas Yoserizal Zen. Disebutkannya, karya-karya seni harus terus melakukan inovasi dan jangan berhenti dari yang namanya kreativitas. Begitu juga dengan karya seni musik. Beberapa kawan seniman musik telah berpulang kerahmatullah seperti alm Hasan (Riau), alm Nedi (Sumbar), alm Idris Sardi (Jawa). Namun karya-karya mereka terus tetap kita dengar dan kita kenang. Maka saya ucapkan tahniah dan syabbas kepada seniman musik yang terus berkarya terutama yang berhimpun malam ini untuk menggelarkan karya mereka di hadapan kita semua, ucap Yoserizal Zen, sastrawan Riau satu ini.

Momentum hari musik nasional ini juga sambung Yoserizal hendaknya juga dijadikan momen untuk mengadakan gerakan perubahan yang signifikan. Tidak hanya melakukan perayaan-perayaan seremonial saja tetapi misalnya perlu tindakan-tindakan nyata dalam hal bagaimana memajukan seni musik di Riau. Salah satunya dengan peresmian rumah musik Sulaiman Syafii. Tetapi yang tak kalah penting tentunya, di momen hari musik nasional ini adalah munculnya kesadaran kita bersama untuk merawat dan menjaga musik karya bangsa sendiri agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, ucap penyair abad 20 tersebut. ***
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 15 Oktober 2018 - 20:00 wib

Program Ikkon Kembangkan 4 Sektor

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:30 wib

Pemkab Terima Hibah 500 Alquran

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 wib

Bupati Buka MTQ Ke-48 di Teluk Pinang

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:30 wib

Pemkab Bantu Korban Kebakaran

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 wib

Papan Atas Makin Seru, Rajawali Bikin Kejutan

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:30 wib

Kapolres Kuansing: Jakjar 5 Ajang Promosi Wisata

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:00 wib

HUT Kuansing, Indrako Swalayan Donor Darah

Senin, 15 Oktober 2018 - 16:35 wib

RAPBD Tak Disetujui, Apakah Berdampak terhadap KONI?

Follow Us