Seni dan Eksistensi Anak Berkelebihan Khusus

1 Juni 2014 - 07.44 WIB > Dibaca 1124 kali | Komentar
 
Seni sebagai sebuah media atau wadah untuk mengekspresikan segala bentuk kreatifitas. Di lingkungan manapun, seni mampu pula mengangkat eksistensi seseorang atau kelompok. Artinya seni tidak mengenal status apapun, sebagai sebuah media atau laman untuk berkreasi, sebenarnya seni secara dasarnya menjadi penting dalam hal melatih mental dan membentuk karakter terutama kedapa anak-anak.

Begitu juga yang tampak ketika anak yang berkelebihan khusus mengekspersikan kebolehan atau talentanya di bidang seni dalam acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SDLB dan SMPLB di hotel Hollywood beberapa waktu lalu.

Mereka yang notabene terdiri dari tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita tampil dan berekspresi sesuai dengan talenta mereka masing-masing. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka tampak bersemangat membacakan puisi, nyanyi solo, menari, mengaji, bermain gitar solo dan lain-lain  di hadapan dewan juri yang dipercayakan untuk menilai penampilan mereka. Wadah seni menjadi sebuah laman tempat anak-anak tersebut berkreasi dan melatih mental serta percaya diri mereka.

Salah seorang dewan juri lomba cipta dan baca puisi, Bero S Soekarno, menegaskan banyak orang yang kekurangan dalam bentuk fisik tapi memiliki kelebihan di bidang seni. Justru kata Bero, kepekaan mereka lebih tajam ketimbang orang yang katakanlah sempurna. Dari tempilan mereka, terlepas dari kondisi mereka yang sangat menyentuh hati seperti anak kecil yang tak bisa apa-apa, hanya bisa duduk di kursi roda tapi bisa membacakan sebuah puisi dengan penghayatan yang dalam sampai menitik air mata. Dan mereka sangat bersemangat,  tegas PNS di Taman Budaya itu sembari menambahkan barangkali itulah ruang yang tepat untuk mereka berkespresi sehingga mendapat pengakuan bahwa mereka juga bisa.

Senada dengan itu, Benny Riaw, selaku juri lomba nyanyi solo mengemukakan sangat terpesona sekaligus bersedih melihat tampilan mereka yang luar biasa. Menurut Benny, anak-anak yang berkelebihan khusus ini banyak yang memiliki kemampuan dan kreatifitas di bidang seni. Dan ini harus mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. Saya kira mereka tidak kekurangan tetapi hanya kekurangan kesempatan. Contoh nyatanya, dengan kesenian, mereka dapat menuangkan apa-apa yang ada di jiwa mereka, ucap seniman musik senior Riau itu.

Diakui Benny setiap anak-anak tampil dengan ketulusan mereka, tak jarang air mata menitik menyaksikannya bahkan menurut cerita Benny lagi, ada seorang dewan juri tahun lalu yang tahun ini tidak lagi bersedia menjadi dewan juri karena tidak sampai hati melihat tampilan mereka. Tahun lalu, dia (juri yang tak bersedia red) sampai menangis sejadi-jadinya menyaksikan siswa-siswi ini tampil. jadi tahun ini, dia tak bersedia lagi jadi dewan juri nyanyi solo, ujar Benny sembari menambahkan bahwa kesenian dapat dijadikan ajang untuk membangun karakter dan mental bagi siapapun juga. Karena itulah, lanjut Benny bahwa seni mampu membuat orang lebih dapat menghargai orang lain dan melalui karya seni kita semua bisa berbagi rasa.

Sementara itu, salah seorang guru pembimbing, Erni mengatakan bahwa seni memang sangat berguna dan menjadi penting bagi anak-anak yang berkelebihan khusus. Katanya, memang di sekolah sejak dari awal anak-anak ini dilatih percaya diri dengan cara ditanamkan pada diri mereka, walaupun kekurangan dari segi fisik, untuk maju mereka tidak akan pernah kalah dengan yang lainnya. Karena sudah tertanam dalam dirinya itulah saya kira mereka berani tampil di hadapan khalayak ramai, ucap Erni yang juga merupakan salah seorang guru kelas di sekolah luar biasa Sri Mujinab.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima

Senin, 24 September 2018 - 13:23 wib

Nasabah BRI Juanda Dapat Xenia dari Simpedes

Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos

Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib

Joshua Penuhi Janji

Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib

Setujui Tobasa Jadi Toba

Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Marquez Juara di Aragon

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Flyover Ditunda

Follow Us