MASJID BAITUL IKHLAS ISLAMIYAH

Megah dengan Arsitektur Melayu

Riau | Kamis, 30 Mei 2019 - 13:30 WIB

Megah dengan Arsitektur Melayu
MEGAH: Megahnya Masjid Baitul Ikhlas Islamiyah di Jalan Gulama, Marpoyan Damai, Pekanbaru. Foto diambil beberapa hari lalu. (*2/MIRSHAL/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Masjid Baitul Ikhlas Islamiyah bercat putih berdiri megah di tepi  Jalan Gulama Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Masjid tersebut memiliki empat pilar bercirikan Melayu Riau. Selembayung di bagian tengah bangunan kubah berwarna emas menambahkan sisi kemegahan masjid ini.

Masjid Baitul Ikhlas Islamiyah, diresmikan pada 2015 lalu. Peletakan pertama masjid ini dimulai pada akhir 2012 oleh Pembina Jam’iyyatul Islamiyah Dr H Aswin Rose Yusuf. Akhirnya selama kurang dari tiga tahun, masjid ini rampung dan bisa digunakan untuk beribadah bagi umat muslim.

Beberapa pohon kurma berdiri di dekat pagar masjid tersebut. Sebuah air mancur mini menghiasi halaman depan masjid, bunga-bunga turut bermekaran di pekarangan masjid menambah asri suasana masjid, terlebih lagi, hanya sesekali kendaraan bermotor melintas di Jalan Gulama.

Ketua Masjid Baitul Islamiyah, Drs Husni Jamal mengatakan masjid ini didirikan oleh Jam’iyyatul Islamiyah. Berada di wilayah Riau membuat Baitul Ikhlas memiliki arsitektur khas Riau berupa selembayung di empat sisi masjid dan dua pos jaga satpam.

“Masjid ini dibangun di Riau, jadi ada nilai-nilai Melayu Riau. Memadukan antara adat dan agama,” tutur Husni.  

Naik ke lantai dua, melihat dari beranda hamparan rumah-rumah warga serta hijau pohon-pohon memanjakan mata. Sementara itu di bagian dalam masjid, tepat di tengah langit-langit dibentuk segi delapan penggabungan segi empat yang simetris dan diberi hiasan kaligrafi di setia sisi-sisinya. Sebuah lampu kristal tergantung elegan di bawah kaligrafi tersebut.

Husni menjelaskan masjid ini berdiri di atas tanah seluas 48 x 131 meter persegi, untuk bangunan masjid memiliki ukuran sekitar 24 x 28 meter persegi. Sementara itu bagian dalam masjid memiliki ukuran persegi.

“Yang dari teras mengeliling itu 24 x 28 meter persegi,” ujarnya.

Lantai satu masjid ini digunakan sebagai ruang serbaguna, yang disewakan untuk umum. Sehingga siapa pun bisa memanfaatkan masjid tersebut sebagai majelis ilmu, tempat rapat mau pun pernikahan.

“Bisa digunakan siapa saja, kemarin Bawaslu sewa tempat ini, ada juga yang menikah di sini,” jelas Husni.

Masjid Baitul Ikhlas Islamiyah ini merupaka masjid ke-14 yang dibangun oleh organisasi Jam’iyyatul Islamiyah. Seperti masjid pada umumnya, Husni menjelaskan Baitul Ikhlas Islamiyah juga melaksanakan Salat Tarawih dan kajian rutin sebelum tarawih di bulan Ramadan. Ia menambahkan jika pada malam 25 dan malam 27 Ramadan, Baitul Ikhlas Islamiyah melaksanakan Salat Tasbih selain Salat Tarawih dan witir.

“Salat Tarawih di sini delapan rekaat, witir tiga rekaat. Tapi saat malam 25 sama 27 itu ada Salat Tasbih,” tuturnya.

Selain itu, Masjid Baitul Ikhlas Islamiyah mampu menampung hingga 750 orang. Terdapat 15 saf baik laki-laki mau pun perempuan. Untuk satu safnya, Husni mengatakan cukup untuk 50 orang.

Kendati demikian, lantai dua masjid ini akan dikunci setelah salat fardhu berjamaah dilaksanakan. Husni bercerita, jika dahulu sempat terjadi kehilangan barang-barang di masjid akibat dicuri. “Ada kemarin tu sound sistem hilang, kotak amal juga,” jelasnya.

Karena itu, bagi masyarakat yang telat mengikuti salat berjamaah diperbolehkan memakai ruang serbaguna untuk melaksanakan salat. Di  ruang serbaguna juga dibentangkan sajadah  dan disediakan mukena di salah satu sudut ruangan. “Kalau tidak sempat salat berjamaah, makanya salatnya bisa di ruang serbaguna,” pungkas Husni.

Masjid ini diresmikan langsung oleh mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin.(*2/mng)


Editor: Eko Faizin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU