"Resam Semenanjung" dalam Deras Hujan

8 Juni 2014 - 08.07 WIB > Dibaca 958 kali | Komentar
 
Lenggang-lenggok puluhan penari dari persembahan pentas tari Resam Semenanjung tidak sedikitpun terganggu, meski harus menari di derasnya hujan. Sepertinya, bagi mereka, pertunjukan tetaplah pertunjukan, di mana segala gerak dan ekpresi harus tetap dipersembahkan dalam performa terbaik agar dapat diapresiasi.

Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru

Senyum tetap terukir di bibir penari-penari dalam balutan pakaian tari yang dikenakan meski harus berbasah-basahan. Rintik hujan terus mengguyur tubuh mereka sepanjang pementasan tari yang di gelar di beberapa titik tersebut. Hujan seolah-olah menjadi latar belakang atau pun setting di mana antara gerak penari, musik dan suasana dalam tarian menyatu padu di pertunjukan tari yang diadakan di Taman Budaya, Rabu malam (4/6).

Semula penonton yang hadir mengira, pertunjukan ditunda disebabkan hujan lebat tersebut. masing-masing diantaranya (penonton red) mulai mencari tempat berteduh dan menyelamatkan diri dari kebasahan. Seperti halnya yang dilakukan mahasiswa UIR, Ayu dan kawan-kawan. Tetapi kemudian, mendengar musik terus mengalun dan menyaksikan para penari tidak bubar, akhirnya Ayu dan kawan-kawan kembali fokus mengapresiasi tarian dari tempat teduh di sekitar lobi Gedung Olah Seni Taman Budaya tersebut.
Salut sama penarinya. Kami kira pertunjukannya ditunda, tahu-tahu malah tetap dilanjutkan. Inikan luar biasa, menari di tengah-tengah hujan, ucap mahasiswi jurusan Sendratasik FKIP UIR tersebut.

Salah seorang penari, Erni ketika ditemui usai pementasan mengatakan tidak ada masalah menari dalam hujan meski sekujur tubuh basah kuyup. Justru menurut Erni lebih terasa dapat soulnya. Sejak latihan dari awal kemaren sampai gladi bersih, kami belum dapat menikmati dan menghayati tarian ini tapi justru menari di dalam hujan seperti ini malah lebih terasa nikmatnya. Dan penghayatan akan kisah di dalam tarian ini tiba-tiba dirasakan lebih mendalam, jelas alumni Akademi Kesenian Melayu Riau tersebut yang juga diamini kawan-kawan penari lainnya.

Sementara itu, Koreografer tari Resam Semenanjung, Syafrijaldi menyatakan syukur sedalam-dalamnya begitu pementasan selesai dilaksanakan. Katanya, begitu pertunjukan dimulai, hujan pun tak dapat dibendung lagi. Sementara pentas tari yang telah dikonsepnya di samping menggunakann panggung di dalam gedung juga bermain di alam terbuka. Saya sudah pasrah dan berserah saja awalanya. Tapi ya, kita percaya hujan merupakan anugerah dari yang maha kuasa. Dan alhamdulillah, pementasannya sukses, para penari malah bertambah semangat menari di derasnya hujan, kata Syafrijaldi yang malam itu juga turut berbasah-basahan.

Mengenai pertunjukkan tari Resam Semenanjung, diceritakan lelaki yang akrab dipanggil Ijal itu sebenarnya merupakan karya dan sekaligus syarat untuk menyelesaikan Pasca Sarjananya di ISI Padang Panjang. Di dalam tarian itu sendiri mengisahkan tentang bagaimana keberadaan tari Ronggeng di Deli Serdang. Kata Ijal, para peronggeng pada masa dahulunya selalu menunjukkan eksistensi di berbagai tempat. Di manapun mereka tampil, selalu mendapat sambutan baik, tidak hanya diselenggarakan oleh kalangan masyarakat tetapi juga di kalangan istana dan pembesar negeri.

Bagi para peronggeng, tari Ronggeng Melayu adalah hidup mereka. Di sanalah mereka bermain dengan segenap jiwa. Ronggeng adalah ronggeng yang tak bisa jauh dari kehidupan mereka. Hanya saja, saat ini, keberadaan tari tersebut hampir saja punah. Itu jugalah alasan kenapa saya kembali ingin mengangkat tarian ini dengan melakukan berbagai kreasi agar sesuai dan dapat diterima masyarakat pada hari ini, ucap Ijal yang saat ini bekerja di Dinas Kebudayaan, Pariwisita, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak.

Pentas tari Resam Semenanjung itu sendiri dikatakan Ijal, awalnya hendak dipentaskan di Kabupaten Siak tetapi disebabkan beberapa hal, kemudian dipindahkan di Pekanbaru. Dalam proses dan upayanya itu, dikatakannya sangat terbantu oleh pemerintah Kabupaten Siak dan juga seorang sahabatnya yang saat ini menjabat sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Mempura, Sutriyadi S.

Sementara itu, Sutriyadi ketika ditemui usai pementasan mengatakan pertunjukan tari Resam Semenanjung adalah pertunjukan tari yang luar biasa. Meskipun Sutriyadi mengaku tidak begitu paham dengan tarian tapi melihat para penari bersemangat menari di dalam hujan lebat, dia merasa simpati sekaligus terpesona. Bagaimana tidak, para penari yang sudah berdandan cantik-cantik tetapi kemudian diguyur hujan dan mereka tampaknya tetap bersemangat menari. Tapi mungkin begitulah semangat perjuangan di dalam berkesenian, ucap lelaki yang mengaku sangat senang menyaksikan pertunjukan seni tersebut.

Sutriyadi juga mengatakan, meskipun saat ini menjabat sebagai Ketua PAC PP di Kecamatan Mempura yang memang selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan namun beliau selalu menyempatkan diri di dalam kegiatan kesenian dan kebudayaan. Baginya, kesenian dan kebudayaan memang harus tetap dilestarikan dan dijaga oleh karenanya perlu adanya perhatian bersama atas keberlangsungan atas pelaku seni dan budaya tersebut.

Apalagi kami yang berdomisili di Kabupaten Siak, di mana kekayaan sejarah, seni dan budaya yang memang semenjak dahulu sudah diketahui masyarakat. Memang kami akui, belum banyak yang kami perbuat di bidang seni budaya ini tapi ke depannya, melalaui seksi seni dan budaya di organisasi yang kami miliki, kami akan turut memperhatikan seni dan budaya dengan melaksanakan program-program yang berguna demi keberlangsungannya, tutup Sutriyadi.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 13:51 wib

Habib Rizieq Tak Langgar Hukum

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 wib

Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:15 wib

DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis

Rabu, 14 November 2018 - 13:00 wib

Dua Gedung Penegak Hukum Belum Kantongi Izin Lingkungan

Rabu, 14 November 2018 - 12:53 wib

Kulit Cerah dengan Sapuan Warna Cokelat

Rabu, 14 November 2018 - 12:50 wib

Dewan Ditantang Puasa SPPD

Rabu, 14 November 2018 - 12:48 wib

Disdik : Pagar Dibangunan Komite

Rabu, 14 November 2018 - 12:48 wib

Khawatir Kuota Premium Tidak Cukup di Riau

Follow Us