PEMERINTAHAN

Dewan Syuro PKB Sentil Lukman Hakim

Politik | Sabtu, 20 Juli 2019 - 15:46 WIB

 Dewan Syuro PKB Sentil Lukman Hakim
Anggota dewan syura PKB KH Maman Imanulhaq(berpeci) bersama wasekjen PPP Achmad Baidowi (tengah) dan politikus PDIP Effendi MS Simbolon dalam diskusi di Cikini Jakarta Pusat, sabtu (20/7-2019).

JAKARTA(RIAUPOS.CO) - Anggota Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Maman Imanulhaq menilai Lukman Hakim Saifuddin telah gagal menjalankan tugasnya sebagai menteri agama (Menag).


Menurut Kiai Maman, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tidak membenahi persoalan substansial maupun yang remeh-temeh di Kementerian Agama.

"Gagal, betul gagal, bukan hanya soal kinerja. Bapak datang deh ke Lapangan Banteng, tidak pernah ada sebuah kementerian yang parkirnya paling jelek kecuali Kementerian Agama. Parkirnya saja jelek, apalagi menterinya," kata Maman dalam diskusi bertajuk Ngebut Munas Parpol Jelang Kabinet Baru di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Maman menegaskan, PKB tidak dalam posisi mengincar kursi Menag yang kini menjadi milik PPP. Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf) itu beralasan, yang menentukan posisi Menag adalah presiden.

Karena itu Maman mengharapkan Presiden Jokowi kelak menunjuk figur pemberani sebagai Menag. "Sesungguhnya siapa pun nanti yang Jokowi tunjuk, dia harus orang yang berani, petarung, dia harus konsisten terhadap NKRI dan Pancasila," ujar Maman.

Lebih lanjut Kiai Maman menyindir Lukman yang diduga terlibat tindak pidana suap jual beli jabatan di Kemenag. Kasus itu pula yang menyeret mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy alias Romi.

"Menteri agama bukan hanya bagi-bagi kekuasaan, bukan hanya sekadar yang ini pantas, masukkan (dalam jabatan di Kemenag)," tutur dia.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi yang hadir dalam diskusi itu langsung menanggapi pernyataan Kiai Maman. Mantan wartawan itu menuding PKB termasuk partai yang mengincar kursi Menag.

Politikus asal Madura yang akrab disapa dengan panggilan Awiek itu menambahkan, semestinya Maman tak menilai kinerja Menteri Lukman hanya berdasar hal kasatmata. Menurut Awiek, ada lembaga negara yang bekerja untuk mengukur kinerja sebuah kementerian, yakni Badan Pemeriksa Keuangan.

"Kemenag mendapat opini wajar tanpa pengecualian. Pak Lukman juga mendapat penghargaan haji terbanyak dan terbesar di dunia, saya kira ada sisi positif, kan enggak semua orang sempurna," jelas Awiek.(tan)


Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook