DEMO KARHUTLA

Diperiksa Tiga Jam, Presma dan Mensospol BEM Unri Akhirnya Dibebaskan

Riau | Kamis, 08 Agustus 2019 - 18:31 WIB

Diperiksa Tiga Jam, Presma dan Mensospol BEM Unri Akhirnya Dibebaskan
Presma Unri Syafrul Ardi saat diwawancarai usai dipulangkan penyidik Ditreskrimum Polda Riau, Kamis (8/8/2019) (RIRI RADAM/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Dua mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang diamankan pada rapat evaluasi penanggulangan karhutla di Gedung Daerah Riau di Jalan Diponegoro, akhirnya dibebaskan. Mereka keluar dari ruang penyidik Polda Riau setelah menjalani proses pemeriksaan selama tiga jam.



Presiden Mahasiswa Unri Syafrul Ardi dan Mensospol BEM Unri Juni Syahputra terlihat keluar dari Mapolda Riau, Kamis (8/8) sekitar pukul 17.40 WIB. Kepulangan meraka disambut ratusan rekannya yang telah menunggu di pintu keluar Mapolda Riau di Jalan Gajah Mada.


"Saya sudah diizinkan pulang oleh pihak Polda Riau," kata Syaful didampingi Juni, kepada Riaupos.co.


Selama dalam proses pemeriksaan, Presma Unri tak menampik, dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Salah satunya, terkait tujuan membentangkan spanduk berisikan kritikan terhadap penanganan karhutla saat Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo berpidato.


"Tadi ditanya terkait tujuan membentangkan tiga spanduk kritikan terkait penanganan  karhutla. Saya sampaikan bahwa, kami ingin Riau terbebas dari asap dan karhutla," jelasnya.


Sebelumnya, kedua mahasiswa itu diamankan ke luar ruangan Gedung Daerah Riau sekitar pukul 14.30 WIB. Lalu meraka dibawa ke Ditreskrimum Polda Riau untuk menjalani pemeriksaaan. Hal ini sebagaimana dikatakan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto.


"Dibawa ke Ditreskrimum untuk dimintai keterangan,” kata Sunarto.


Meski begitu, mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) membantah, pihaknya melakukan penahanan terhadap dua mahasiswa tersebut. Karena menurut pria yang akrab disapa Narto ini, menahan seseorang itu sudah tindakan hukum serta dilengkapi surat perintah penahanan (sprinthan).


"Mereka tidak ditahan, hanya dimintai keterangan saja," imbuhnya.


Saat ini diakui, Narto, Presiden Mahasiswa UR dan Mensospol BEM UR telah dipulangkan oleh penyidik Ditreskrimum setelah menjalani pemeriksaan. “Keduanya (Syafrul dan Juni, red) sudah kita pulangkan,” singkat Kabid Humas Polda Riau ini.(rir)


Laporan : Riri Radam (Pekanbaru)

Editor     : Firman Agus




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU