Jokowi Umumkan Pemindahan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan

Nasional | Jumat, 16 Agustus 2019 - 11:44 WIB

Jokowi Umumkan Pemindahan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan
Presiden RI Joko Widodo saat berpidato di depan sidang bersama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). (JAWAPOS.COM)


JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Rencana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari DKI Jakarta semakin terang. Dalam pidato kedua, di depan sidang bersama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan secara resmi pemindahan ibu kota ke pulau Kalimantan.

Namun, Jokowi tidak membeberkan lebih lanjut mengenai kota mana di tanah Borneo yang akan dipilih menjadi lokasi pengganti Ibu Kota Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya meminta izin dan dukungan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk merealisasikan rencana ini.

“Pada kesempatan yang bersejarah ini, dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak/Ibu/Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh, dan tokoh bangsa, terutama dari seluruh rakyat Indonesia. Dengan ini saya memohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke pulau Kalimantan,” kata Jokowi dalam paparannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan alasannya ingin memindahkan ibu kota ke pulau Kalimantan. Salah satunya, kata dia, untuk pemerataan ekonomi ke seluruh daerah di Indonesia.

“Ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi. Ini demi visi Indonesia Maju, Indonesia yang hidup selama-lamanya,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan, kajian pemindahan ibu kota itu hingga saat ini belum rampung. Sehingga belum bisa dipastikan provinsi baru pengganti Jakarta yang bakal menjadi ibu kota negara.

“Saya kira kalau sudah rampung, sudah tuntas, detailnya sudah dipaparkan, untuk kajian kebencanaan seperti apa, kajian mengenai air, kajian mengenai keekonomian, kajian mengenai demografinya, masalah sosial politiknya, pertahanan keamanan, semuanya karena memang harus komplit,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam masalah pemindahan ibu kota negara itu. Tetapi pemerintah ingin secepatnya diputuskan.

Sebagaimana diketahui pada Mei lalu, Presiden Jokowi telah mengunjungi dua tempat di Pulau Kalimantan yang dinilai berpotensi sebagai lokasi ibu kota negara. Kedua lokasi itu adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), dan Kabupaten Gunung Mas (Kalimantan Tengah).

Sumber: Jawapos.com
Editor : Edwir





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook