TETAP PILIH JADI OPOSISI

PKS Hargai Partai yang Berkeringat Menangkan Jokowi

Politik | Minggu, 13 Oktober 2019 - 02:07 WIB

PKS Hargai Partai yang Berkeringat Menangkan Jokowi
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berswafoto dengan wartawan di Istana Negara. (ISTIMEWA)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Sinyal Gerindra masuk kabinet pemerintah semakin terlihat. Apalagi setelah terjadinya pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini.

Gerindra juga telah memberikan sejumlah masukan kepada Presiden Jokowi, antara lain di bidang ketahanan pangan, energi, dan pengentasan kemiskinan, serta program kerakyatan lainnya. Namun sikap ini rupanya tidak diikuti Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini mengatakan, partai berlogo bulan sabit kembar ini memutuskan berada di luar koalisi pemerintahan Jokowi-Maaruf Amin. PKS membulatkan niat untuk menjadi oposisi untuk lima tahun ke depan.

"PKS lebih leluasa, terhormat, dan objektif dalam menawarkan perspektif alternatif solusi kebangsaan jika tetap berada di luar pemerintahan. Oleh karena itu, Insya Allah PKS komitmen tetap berada di luar pemerintahan," ujar Jazuli saat dihubungi awak media, Sabtu (12/10).

Jazuli mengatakan, PKS ingin memberi ruang bagi partai-partai yang berjuang membantu memenangkan Jokowi-Maaruf pada Pilpres 2019. Dia menambahkan, PKS mengerti budaya dan etika, sehingga mempertahankan komitmennya.

"Jadi, ingin menghormati partai-partai yang berkeringat memenangkan Jokowi-Maaruf Amin," katanya.

Menurut Jazuli, saat ini perjuangan di parlemen juga tidak kalah pentingnya. Ia pun memandang, PKS bisa mengontrol jalannya pemerintahan.

"PKS ingin memaksimalkan peran parlemen dalam hal check and balances sesuai konstitusi. PKS juga merasa tetap di pemerintahan karena punya kader terbaik yang menjadi gubernur dan bupati, wali kota," ungkapnya.

Sebagai informasi, pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto dilakukan pada Jumat (11/10). Pertemuan membicarakan sejumlah hal, mulai dari ekonomi, politik, keamanan, serta rencana pemindahan ibu kota negara.

Pertemuan juga menyinggung soal koalisi dan kemungkinan Gerindra masuk dalam pemerintahan.

"Untuk urusan satu ini (koalisi) belum final. Tapi, kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi," ungkap Jokowi.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook