Sandiwara Hang Tuah dalam Gurauan Panggung

22 Januari 2012 - 08.13 WIB > Dibaca 7956 kali | Komentar
 
Sandiwara Hang Tuah dalam Gurauan Panggung
Deni dan kawan-kawan mementaskan drama Hang Tuah beberapa waktu lalu di Teater Arena kawasan Bandar Serai. (Foto: fedli azis/riau pos)
Di adegan awalnya, drama Hang Tuah yang digelar beberapa pelaku teater muda Pekanbaru, beberapa waktu lalu di teater arena kawasan Bandar Serai, terkesan serius dan magis. Permainan dimulai dari luar dan diseret ke atas panggung diiringi muntahan mantera - yang entah apa - bertemankan api yang dinyalakan di atas dupa.

Panggung cukup gelap. Semua penonton yang hadir senyap dalam diam. Rasa penasaran terselip, apakah benar sandiwara Hang Tuah klasik atau kekinian yang akan mereka saksikan. Mantera-mantera terus saja mengepung ruangan pertunjukan yang sesekali ditimpali bau kemenyan.

Tiga aktor yakni Hang Tuah, diperankan Fahru dan Hang Jebat diperankan Jumadi serta Tun Teja dilakoni Rosi tampak mematung di posisinya. Sedang Herry yang memerantan tokoh Bomo (dukun, red) terus saja membaca mantera. Seorang tokoh lainnya, Deni Afriadi yang berperan sebagai pemukul gendang silat, muncul dari depan panggung sembari memainkan gendang dengan irama sesuak hati perutnya.

Perlahan namun pasti, cahaya berwarna biru menerangi Hang Tuah dan Hang Jebat yang berdiri kaku di kiri dan kanan, bagian depan panggung. Samar-samar terlihat Tun Teja, di bagian tengah belakang panggung juga dalam pose mematung. Selang beberapa saat, Hang Tuah meracau tentang dirinya yang selama ini diketahui lewat hikayat.

Hanya beberapa menit saja, suasana dalam cerita yang serius itu mencair dan berubah 99 persen dengan kelucuan-kelucuan dan celetukan ala orang Melayu. Keseriusan tadi, mereka buyarkan dengan dialog-dialog yang menjelaskan bahwa mereka dalam proses latihan. Dan proses latihan itu juga dalam pertunjukan drama yang sebenarnya. Artinya, mereka memainkan cerita dalam cerita.

Jelas saja, ulah aktor-aktor yang awalnya serius dan berubah seperti muda-mudi Melayu yang bersendagurau di kampungnya, membuat penonton sampai terpingkal-pingkal. Apalagi, dua aktor yang berperan sebagai pemukul gendang (Deni) sesuka hatinya berubah menjadi Sultan dan Bomo (Herry) menjadi Hang Lekir. Kisah dan cerita yang mereka mainkan memang sama dengan kisah dalam naskah-naskah drama klasik seperti buah tangan Tenas Effendy dan Temul Amsal. Namun tidak melulu serius, menggurui dan memancing emosi penonton untuk larut dalam cerita.

Jumadi mengisahkan, pertunjukan tersebut mereka garap secara bersama-sama, layaknya seperti drama tradisi/daerah. Mereka hanya membagi peran dan membaca kisah sandiwara itu secara sepintas lalu, meski sudah mengetahui sebelumnya. Terpenting dalam pemanggungan ringan dan bernas itu adalah proses latihan yang dilakukan secara intens.

Sebenarnya, kami hanya mencoba memainkan kembali sandiwara itu tanpa harus terikat hukum-hukum panggung dan pementasan pada umumnya. Mengalir saja dan begitulah jadinya, ungkap Deni sembari tertawa.

Beberapa siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ikut menyaksikan pertunjukan itu mengakui, cukup puas pada tontonan mereka. Mereka juga jadi lebih paham tentang cerita yang ada dalam Hikayat Hang Tuah. Sebelumnya kami tidak tahu Hang Tuah itu siapa dan bagaimana. Sekarang jadi tahu dan kami berharap, pertunjukan seperti ini sering digelar, akunya.

Dari drama itu pula generasi muda, terutama siswa-siswi yang menonton pertunjukan tersebut memahami kisah sebenarnya. Kisah tentang kesetiaan dan pendurhakaan ksatria-ksatria Melayu di masa silam untuk menegakkan kebenaran. Pemanggungan itu digelar para mahasiswa yang tidak tergabung dalam sebuah komunitas. Mereka hanya berkumpul dan melakukan kerja kreatif untuk pemanggungan teater.(fed)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 19:45 wib

Telkomsel Hadirkan Kerja Sama Non-Tunai dengan Adhya Tirta Batam

Kamis, 15 November 2018 - 18:35 wib

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk

Kamis, 15 November 2018 - 17:59 wib

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya

Kamis, 15 November 2018 - 17:00 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri

Kamis, 15 November 2018 - 16:15 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018

Kamis, 15 November 2018 - 16:00 wib

Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda

Kamis, 15 November 2018 - 15:45 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat

Kamis, 15 November 2018 - 15:30 wib

BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi

Follow Us