Pesta Sungai Bokor 2014

Menyemai Janji Menjemput Mimpi

24 Agustus 2014 - 08.49 WIB > Dibaca 710 kali | Komentar
 
Empat kali sudah masyarakat Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar helat budaya bertaraf internasional. Sebuah pesta yang memantik energi untuk mewujudkan mimpi besar sebagai salah satu kawasan wisata budaya di Riau.  

Laporan FEDLI AZIS, Bokor


MASYARAKAT Bokor telah membiasakan diri menghadapi pesta, terutama pesta budaya. Apalagi, kampung kecil yang sudah ada di era awal Kerajaan Siak (1723 1945) itu sudah empat kali menggelar perhelatan budaya yang diambil dari nama sungai yang melintasi kampung mereka. Tahun ini, pesta tersebut diberi nama Pesta Sungai Bokor dan berlangsung, 11-12 Agustus 2014 lalu.

Keterbiasaan itu terlihat nyata dengan ramainya warga berkumpul di sekitar pelabuhan kampung untuk menyaksikan berbagai perlombaan permainan tradisional Melayu sejak pagi hingga sore harinya. Perlombaan ini cukup meriah karena tidak hanya diikuti warga kampung, bahkan para undangan dalam perhelatan itu ikut ambil bagian. Dan setiap  malam harinya, digelar pula berbagai pertunjukan dari berbagai percabangan seni seperti musik, tari, teater dan lainnya.

Sebagai warga Bokor, saya dan masyarakat di sini tidak hanya menjadi penonton, tapi juga dilibatkan sebagai bagian dari penyelenggara. Makanya warga di kampung ini selalu menunggu-nunggu pelaksanaan acara budaya ini, ungkap Antoy sembari melayani pengunjung yang makan dan minum di gerainya.

Perhelatan budaya tersebut memang sudah berlangsung selama empat kali dan dimulai sejak 2011 dengan nama Fiesta Bokor Riviera. Selanjutnya Bokor Folklore Festival 2012, serta Pesta Sungai Bokor 2013. Setiap tahunnya, agenda yang dilaksanakan hampir sama namun selalu dinanti-nanti, terutama perlombaan lari di atas tual sagu. Sebuah lomba yang unik dan menegangkan, sekaligus menyenangkan.

Nah lomba lari di atas tual sagu ini yang paling menyenangkan. Ini lomba yang unik dan satu-satunya di Riau. Kami boleh bangga sebab hal yang selama ini kami lakukan sebagai rutinitas malah jadi perlombaan yang sudah dikenal luas hingga ke manca negara, ungkap Ajib, salah seorang warga sembari menyemangati jagoannya yang sedang berlomba.

Lomba lari di atas tual sagu diperkenalkan warga Bokor ke hadapan khalayak sejak 2011 dan berlangsung hingga hari ini. Lomba itu dilaksanakan di Sungai Bokor, di atas tual-tual sagu yang mengapung sepanjang 50-an meter. Para peserta ditantang untuk menundukkan arena tersebut dengan cari berlari sekencang-kencangnya mencapai garis finis. Sekali game, hanya dua peserta saja dan terus berlanjut hingga ke final. Pemenangnya akan menjadi juara umum dan piala tersebut akan diperebutkan tahun depan.

Masyarakat Bokor, atau katakanlah sebagian besar masyarakat Kepulauan Meranti itu petani sagu. Saat panen, pohon sagu dipotong-potong sepanjang satu meter, lalu para petani menyusunnya berbanjar dan mengikatnya agar tidak hanyut dibawa arus sungai. Setelah itu, mereka sering berjalan di atas tual itu untuk menghitung jumlah potongannya. Inilah yang menjadi inspirasi kami untuk menjadikannya sebagai perlombaan dan Alhamdulillah, banyak yang suka dan menjadi agenda khusus Pesta Sungai Bokor setiap tahunnya, ungkap seorang tokoh muda Bokor yang juga penggagas perhelatan Pesta Sungai Bokor Sopandi SSos.

Sopandi dan kawan-kawannya di Sanggar Bathin Galang sebagai penyelenggara kegiatan selalu mampu menghadirkan banyak orang baru untuk melihat dan merasakan langsung berlibur ke kampung mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan mampu menghadirkan banyak pelaku seni pertunjukan dari berbagai daerah di Indonesia, dan manca negara, antara lain Malaysia, Singapura, serta Thailand.

Saya, kawan-kawan di Sanggar Bathin Galang dan masyarakat Bokor bertekat untuk mengenalkan negeri ini kepada dunia luar. Dan, Alhamdulillah sejak 2013 lalu, Bupati Kepulauan Meranti bahkan mencanangkan Bokor sebagai desa wisata budaya. Ini berkat kerja keras dan tanpa pamrih kami selama bertahun-tahun, jelasnya panjang lebar.

Menurut Sopandi, meski masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan dan pelayanan kepada para tetamu undangan namun mereka selalu berazam untuk membenahinya. Lebih menarik lagi, tamu-tamu, yakni para pelaku seni pertunjukan yang hadir di kampung itu, diinapkan dan makan minum di rumah-rumah warga. Merasakan langsung hidup, makan dan minum ala masyarakat Bokor yang ramah dan menyenangkan.

Tidak hanya itu, Bokor juga dikenal sebagai penghasil buah seperti durian, manggis, rambutan dan cempedak. Di helat itu, para undangan akan diajak langsung memetik buah-buah tersebut di kebun masyarakat. Untuk sampai ke kebun yang terdapat diujung kampung, para tetamu akan diajak menikmati alam kampung melalui transportasi air. Menyusuri sungai yang tenang yang diapit hutan bakau (mangrove). Paling tidak, tamu yang ke sana mengaku cukup senang dan berjanji akan datang lagi di tahun-tahun ke depan.

Saya benar-benar senang dan menikmati alam Bokor yang asri dengan hutan bakau mengapit sungai bersejarah ini. Saya juga tidak menyangka masyarakat di sini ramah dan pandai melayani pendatang. Rumah-rumah berjejer rapi menghadap ke jalan yang bersih. Saya juga menikmati memetik cempedak, manggis dan rambutan langsung ke kebun warga. Cuma sayang, musim durian sudah selesai sehingga saya hanya bisa menikmati satu dua durian Bokor selama tiga hari di kampung ini, celoteh Angga, salah seorang warga Kota Pekanbaru yang sengaja hadir untuk mengetahui langsung informasi tentang perhelatan budaya di Bokor.
Pesta yang Mendunia

Pesta Sungai Bokor menjadi agenda khusus pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti setiap tahunnya. Perhelatan itu mampu menambah jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai kekayaan dan keunikan tradisi Melayu di kawasan tersebut. Sayangnya, belum ada upaya khusus agar Bokor mudah ditempuh, baik melalui jalan darat maupun menggunakan transportasi air atau pompong (perahu mesin) dari Kota Selatpanjang yang bisa ditembuh dalam waktu 30 menit saja. Andai saja, Bokor bisa ditempuh setiap saat melalui transportasi air maka warga Selatpanjang sekitarnya tentu berbondong-bondong hadir ke kampung itu, minimal sepanjang perhelatan budaya berlangsung. 

Acara tahunan di Bokor itu bagus dan kami sebagai warga Meranti cukup bangga karena kabupaten yang masih muda ini ikut dikenal hingga ke manca negara. Sayangnya, transportasi air ke sana masih terbatas sehingga tidak bisa ditempuh setiap saat. Adapun jalan darat, tetap juga harus menyeberang terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan sepeda motor melalui kampung-kampung yang ada di Kecamatan Rangsang Barat itu tapi jalannya juga belum bagus dan berlubang-lubang, papar warga Selatpanjang, Khairuddin.

Tidak bisa dipungkiri, Pesta Sungai Bokor sudah menjadi buah bibir yang mendunia lewat peliputan media-media lokal dan nasional, bahkan internasional. Selain itu, tentu saja dari informasi para seniman dari berbagai negara dan provinsi di Indonesia. Inilah yang menjadi daya tarik kampung tersebut. Kami berharap, ke depan perhelatan ini akan lebih bagus lagi dan meriah. Hari ini kami menebar janji dan berharap ke depan mencapai mimpi, harap Sopandi.  

Sepanjang hari, 11-12 Agustus lalu itu dilaksanakan perlombaan yang unik dan menarik seperti lomba lari di atas tual sagu, pacu sampan, memancing senepak, main seningkik, serta lomba mengolek sagu. Sedangkan penampilan seni yang dipertunjukan antara lain tari dan lagu dari JPPK Labuan Malaysia, Sanggar Angsana Kepulauan Riau dan persembahan kabaret dari Kemas asal Selatpanjang. Tidak ketinggalan persembahan dari tuan rumah Sanggar Bathin Galang, dan banyak lagi. Kami puas berada di Bokor dan berharap diundang lagi tahun-tahun ke hadapan, ungkap musisi jazz Malaysia, Azmi.***
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 18 September 2018 - 20:30 wib

BPJS Kanwil Sumbarriau Jalin Keakraban dengan Perusahaan dan Media

Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Perusahaan Diminta Peduli

Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5

Follow Us