Oleh Firman Agus

New Hope

19 Oktober 2014 - 07.00 WIB > Dibaca 1948 kali | Komentar
 
New Hope
Firman Agus
TULISAN ini bukan untuk membahas judul headline majalah terkemuka terbitan luar negeri edisi Oktober 2014 yang berjudul ‘’A New Hope’’. Sampul majalah itu memuat foto besar wajah Presiden baru Indonesia, Joko Widodo yang akan dilantik besok bersama wakilnya, Jusuf Kalla. Namun, betapa pentingnya sebuah harapan (hope) untuk terus digelorakan agar optimis menatap masa depan, apalagi bagi generasi muda.

Salah satu yang menyebarkan virus membangun harapan itu adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan lewat tulisan bersambung Manufacturing Hope (MH) yang terbit di berbagai media setiap Senin. Hingga Senin lalu (13/10), Manufacturing Hope sudah masuk edisi ke-148. Di MH 148 yang berjudul ‘’Telah Lahir: Sang Penari Langit Nasional’’ ini, khusus membahas tentang hasil karya salah seorang ‘’Putra Petir’’(julukan yang disematkan Dahlan Iskan kepada ahli yang dimintanya mengembangkan teknologi mobil listrik di Tanah Air) yang bernama Ricky Elson. Di tulisan itu membahas tentang Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Angin yang hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat terpencil di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) sana. Ini pertamakalinya sejak Indonesia merdeka warga Desa Palindi dan Tanarara merasakan listrik.

Kali ini juga bukan untuk membahas bagaimana Ricky Elson yang 14 tahun menggeluti teknologi motor listrik Jepang ini menciptakan teknologi high speed rotation motor yang digunakan di PLT Angin ini. Namun, bagaimana ia juga menyebarkan virus hope itu bagi adik-adiknya yang berminat dengan energi terbarukan ini.

Secara pribadi saya tidak kenal dengan dia. Hanya mengikuti aktivitasnya melalui akun Facebook-nya. Memang, di akunnya, Ricky selalu meng-update kegiatannya. Baik saat ia beraktivitas di Site Penelitian Energi Terbarukan Lentera Angin Nusantara (LAN) di Ciheras, Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat, atau saat keliling kampus-kampus Indonesia untuk berbagai ilmu mengenai teknologi motor listrik. Di Ciheras itu beberapa tahun terakhir dia melakukan penelitian PLT Angin.

Yang menarik bagi saya di sini adalah keikhlasan, tekad dan semangatnya untuk meneliti, mengembangkan energi terbarukan ini sehingga ada manfaatnya ke masyarakat. Bahkan siapapun, termasuk para friends-nya di Facebook, bisa ikut berdiskusi dan meneliti. Ricky tidak meminta syarat apa-apa. Cuma kesungguhan dan semangat untuk melakukan penelitian bersama dengan fasilitas apa adanya dan tanpa dipungut biaya.

Yang menarik lagi, saat dia membuat status usai digelarnya Kompetisi Kincir Angin Indonesia (KKAI) 2014 yang berlangsung di Bantul, DI Jokjakarta, 15-19 September 2014. Saat itu Ricky mengomentari hasil karya tiga pemenang kompetisi di tulisan tersebut. Tak hanya di situ. Ia mengundang atau tepatnya menantang ketiga tim dari tiga universitas itu untuk melakukan penelitian bersama di Ciheras.

Memberi kritik sekaligus dengan solusi dan mengajak bergandengan tangan. Bahkan, Ricky pun menyediakan sejumlah uang untuk ongkos angkut dan pemasangan hasil karya para tim juara itu di Ciheras untuk nantinya diteliti bersama. Tentunya syarat lain, izin dari kampus tempat mereka kuliah. Kalau tidak salah, tawaran itu disambut oleh salah satu pemenang untuk melakukan penelitian bersama.

Ricky berpendapat, ia tidak ingin hasil penelitian anak muda ini hanya habis setelah lomba saja atau hanya meneliti untuk berkarya demi sebuah lomba. Setelah itu, tidak terperhatikan dan tanpa harapan. Menurutnya, hasil penelitian itu juga harus dirasakan masyarakat. Karena itu juga sebagai tanggung jawab sebagai peneliti.

Tak heran, di statusnya tersebut kadang ada kegembiraaan bila ada perkembangan, temuan baru atau datangnya anggota baru di Site Ciheras. Namun juga sedih bila ada anak-anak muda itu yang harus meninggalkan Ciheras karena ‘’masa tugas’’-nya berakhir.

Inspirasi bukan saja dari status dia. Orang-orang yang berkomentar pun bisa menjadi memberi inspirasi. Karena setiap ia membuat status, selalu dikomentari dan mayoritas positif. Ada yang mengajak diskusi, berbagi, memberi semangat dan mendoakan (bagi yang tak paham soal motor listrik seperti saya) atau berebut ingin membantu.

Tak heran, bila ia pergi ke suatu kota untuk suatu urusan dan ada kendala informasi dan membuat di status Facebook-nya, maka berebut teman-teman di akun media sosial itu membantu. Entah itu soal rute naik kereta, bus, mencarikan hotel terdekat atau menjemput ke bandara. Yang pasti, siapa yang duluan bisa membantu biasanya akan ‘’memanasi’’ para teman yang lain, tentunya dengan mengomentari di status itu.

Bagi saya, sepanjang pileg dan pilpres lalu, membaca status akun Ricky Elson menjadi sitawar sidingin di tengahnya perang opini di media sosial. Karena baru tersadar, banyak yang bisa dilakukan asal ada kemauan dan ikhlas, meski lewat media sosial.

Menularkan virus membangun harapan itu memang harus dilakukan siapa saja, apalagi bagi seorang pemimpin atau calon pemimpin. Karena seperti kata Dahlan Iskan, bahan baku manufacturing hope itu gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis.

Jadi, tinggal sekarang membangun harapan itu dan menyebarkan virusnya, karena itu bisa dilakukan siapa saja. Apalagi bagi pemimpin baru yang dilantik besok pagi, para wakil rakyat di MPR/DPR-RI dan petinggi di daerah ini. Mudah-mudahan menjadi motivator dan tauladan dalam membangun harapan itu sendiri.

Karena, usai rangkaian peristiwa dan ‘’kegaduhan’’ politik ini, rakyat hanya menunggu. Harapan baru apa yang bisa mereka gantungkan untuk jadi milestone baru menggapai masa depan yang lebih baik. Termasuk bagi petani karet di Riau yang kini menjerit karena harga tak sesuai harapan mereka.***


Firman Agus
Redaktur Pelaksana
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 25 September 2018 - 15:00 wib

Narkoba Adalah Tiket ke Neraka

Selasa, 25 September 2018 - 14:50 wib

Diduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor Kantor Gubri Ditangkap

Selasa, 25 September 2018 - 14:40 wib

34 Pegawai Terima Satya Lencana

Selasa, 25 September 2018 - 14:33 wib

Schneider Electric Garap Pasar Rumah Sakit Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 14:33 wib

Semarakkan HPI, Penyair Riau Hadir di Pasaman Sumatera Barat

Selasa, 25 September 2018 - 14:30 wib

Waspadai Penipuan Seleksi CPNS

Selasa, 25 September 2018 - 14:26 wib

Komunitas BR-V Meriahkan Showroom Event Honda Soekarno Hatta

Selasa, 25 September 2018 - 14:15 wib

Daihatsu Hadir di GIIAS Surabaya Auto Show 2018

Follow Us