Oleh: Helfizon Assyafei

Balada Mobdin

9 November 2014 - 06.21 WIB > Dibaca 1245 kali | Komentar
 
Balada Mobdin
Helfizon Assyafei
Sarman (40) seorang sopir mobil mobil box di sebuah perusahaan. Ketika libur lebaran tiba ia dan istri serta empat orang anaknya yang masih kecil-kecil hanya bisa memakai motor bututnya untuk berjalan-jalan. Ia bahkan tak diberi izin meminjam mobil bok yang sehari-hari ia operatori. Jangankan untuk mudik lebaran dengan mobil dinas-nya itu, untuk jalan-jalan di kota saja ia tak dapat. Begitulah peraturan perusahaannya. Ketat dan tanpa kompromi.

Ketika heboh berita mobil dinas dibatalkan saya teringat Sarman. Seandainya tanpa diberi fasilitas mobil dinas pun pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap menempati kasta tertinggi dalam kehidupan sosial masyarakat. Entah menjadi guru, tentara, polisi, pegawai BUMN, atau hanya pesuruh di  kelurahan asalkan punya Nomor Induk Pegawai berhak atas jaminan hidup  cukup dari pemerintah.  Mulai gaji pokok yang tinggi, tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan kesehatan, tunjangan pensiun   dan tunjangan-tunjangan lain dari yang resmi  sampai  tidak resmi.

Bandingkan dengan pegawai swasta, macam Sarman, buruh, guru swasta, atau profesi lain yang berlabel partikelir tentu bagaikan bumi dan langit. Menjalani takdir sebagai pegawai swasta harus siap dengan target-target,  jam kerja   ketat dan  gaji yang rata-rata hanya sebatas Upah Minimun Kota (UMK).  Jangankan tunjangan pensiun, tunjangan kesehatan, tunjangan pendidikan anak pun tidak  semua perusahaan memberikannya. Walapun tidak dipungkiri ada juga pegawai swasta yang mendapatkan kesejahteraan berlebih dari perusahaannya.

Seandainya tanpa mobil dinas pun PNS di Pemkot, provinsi, kementrian-kementrian, atau  di pos basah khususnya rata-rata  memang bisa menikmati pendapatan di luar gaji yang nilainya menggiurkan. Biasanya dibungkus dalam kemasan kegiatan perjalanan dinas. Konon uang-uang yang diterima dari kegiatan perjalanan dinas itu nilainya tidak kalah besar dari gaji bulanan.

Seorang pejabat akan mendapatkan banyak fasilitas, mulai dari kendaraan dinas, rumah dinas, sampai ajudan. Jika tekun, tidak sedikit yang bisa  mendapatkan beasiswa pendidikan ke Jepang, USA, Australia, atau Negara-negara Eropa. Kalau sudah seperti ini, wah jangan tanya. Asalkan bisa berhemat, tidak hanya ilmu yang didapat, sisa uang saku juga bisa  untuk beli mobil, rumah, atau kemewahan yang lain.

Seandainya tanpa mobil dinas pun kebijakan ekonomi makro pemerintah juga selalu berpihak pada PNS. Pemerintah selalu menaikkan gaji PNS tiap tahun. Kebijakan ini tentu saja selalu berefek domino. Angka inflasi tinggi karena   harga-harga kebutuhan pokok   mengalami kenaikan. Efek ini juga tentu akan dirasakan seluruh rakyat Indonesia, petani, nelayan, termasuk pegawai swasta. Padahal tidak semua perusahaan mau menaikkan gaji pegawainya setiap tahun.

Padahal amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 33 bahwa bumi dan air dan kekakayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dpergunakan untuk sebesar-besar  kemakmuran rakyat. Sampai di sini saya teringat kata sastrawan Pramoedya Ananta Tur. Kata rakyat itu diartikan oleh pemegang kekuasaan adalah pejabat dan PNS.  Makanya PNS yang jumlahnya hanya  1,93 % persen dari populasi penduduk Indonesia seandainya tanpa mobil dinas pun mereka tetap makmur-mur-mur.***


Helfizon Assyafei
Wakil Pemimpin Redaksi
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Rabu, 14 November 2018 - 19:30 wib

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib

Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Follow Us