Oleh: Helfizon Assyafei

Semalam di Pekanbaru

30 November 2014 - 00.12 WIB > Dibaca 1035 kali | Komentar
 
Semalam di Pekanbaru
Helfizon Assyafei
Imron (50) resah di atas langit Pekanbaru, Rabu (26/11) pukul 11.00 WIB. Pesawat Air Asia yang dinaikinya dari Kualalumpur Malaysia tak kunjung mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru meski landasan pacu sudah tampak. Pesawat hanya berputar-putar seperti menunggu izin untuk bisa mendarat. Konon kabarnya izin mendarat tidak dapat karena pada saat yang sama pesawat kepresidenan RI sedang menuju Pekanbaru. Akhirnya pesawat Imron harus cari tempat lain terdekat untuk mendarat. Karena tidak ada mau tak mau pesawat itu kembali lagi ke Malaysia untuk parkir dulu. Setelah semua urusan kedatangan pesawat kepresidenan di Pekanbaru selesai barulah pesawat Imron terbang lagi dan kemudian pukul 15.00 WIB  dapat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.

Aduh ribetnya kunjungan presiden ke Pekanbaru ya, ujarnya dalam bincang ringan dengan saya di tepi  lapangan bulutangkis Cipta Karya. Menurut Imron harus nya pesawat mereka diberi izin mendarat dulu karena jadwal pesawat kepresidenan baru satu jam lagi mendarat. Masih jauh kami sudah dihalau hingga terpaksa balik lagi ke Malaysia, keluhnya. Banyak pihak yang mengeluhkan ribetnya kunjungan seorang presiden. Namun protap (prosedur tetap)-nya mungkin memang demikian. Konon kabarnya pengamanan presiden kita tak jauh beda dengan Amerika Serikat ribetnya. Setiap kali presiden Amerika hendak berkunjung ke suatu tempat, termasuk Obama, maka semua hal disterilisasi.

Pasukan khusus kepresidenan akan beraksi beberapa waktu sebelum sang presiden datang. Galak nya minta ampun. Peralatan para pengawal/pengamananan presiden AS itu ketika berkunjung ke Indonesia memerlukan satu kontainer sendiri untuk memuat barang-barang mereka. Saat Presiden datang ke Riau, ribuan anggota TNI dan Polri juga disiagakan untuk mengamankan Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Provinsi Riau dan Bengkulu pada Rabu, 26 November 2014. Pengamanan jalan protokol juga ketat dengan sistem buka tutup yang bikin macet di jalur alternatif.

Komandan Korem 031 Wirabima Brigadir Jenderal Prihadi Agus Irianto mengatakan sebanyak 3.900 personel gabungan dari tentara dan Kepolisian RI disiagakan. Dua satuan setingkat kompi dari TNI dan Brimob sudah diturunkan ke Meranti sebelum presiden sampai. Untuk pengamanan, lanjut Prihadi, TNI dan Polri tetap mengacu pengamanan prosedur dan ketetapan yang sudah disusun protokoler kepresidenan. Ring I sepenuhnya diserahkan ke Paspampres. Sedangkan Ring II dan III pengamanan menjadi tanggung jawab Korem dan Polda Riau. Meski hanya semalam di Pekanbaru pengamanan presiden mendapatkan pengamanan ekstra. Jauh di atas pengamanan manusia lainnya. Kadang, implementasi di lapangan dapat berupa pelarangan yang berlebihan, penjagaan berlebihan, pemaksaan, penyambutan yang direkayasa dan sejenis nya yang membuat masyarakat tidak nyaman.

Di sisi lain bentrokan mahasiswa di halaman Kantor RRI Pekanbaru jalan Sudirman pecah setelah mahasiswa menolak membubarkan diri. Puluhan personil dari Polresta Pekanbaru langsung menyerang mahasiswa dengan pentungan. Puluhan mahasiswa dari Universitas Riau mengalami luka-luka usai bentrok dengan polisi terkait penolakan kedatangan Presiden Jokowi ke Riau. Mahasiswa yang mengalami luka-luka di rawat di berbagai ruangan di RS Ibnu Sina Pekanbaru yang lokasi tidak jauh dari lokasi bentrokan. Mahasiswa sangat menyayangkan aksi brutal polisi yang mengamankan aksi mahasiswa menolak kedatangan Jokowi. Karena dalam aksi demo di Kantor RRI mahasiswa melakukannya dengan damai.

Ya begitulah. Kunjungan singkat presiden bak panggung teater. Paspampres beraksi, polisi beraksi, tentara beraksi, mahasiswa beraksi dan rakyat dan musola RRI yang menanggung akibatnya. Ada yang menginjak musola dengan sepatu arogansinya, ada yang gagal ke tempat bekerja karena kemacetan berjam-jam. Ada ambulans yang membawa pasien kritis terjebak macet karena berbagai aksi. Ada korban yang luka ringan maupun berat akibat bentrokan. Blusukan Pasar Bawah pun tak jadi. Semalam di Pekanbaru ternyata memang tidak mudah.***


Helfizon Assyafei
Wakil Pemimpin Redaksi
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 15:00 wib

2.000 IKM Tak Terdaftar

Minggu, 23 September 2018 - 14:48 wib

Pemotor Kecelakaan Beruntun

Minggu, 23 September 2018 - 14:34 wib

Polisi Gadungan Ditangkap

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Follow Us