Semarak Seni Melayu di Malam Puncak Anugerah Sagang

30 November 2014 - 01.30 WIB > Dibaca 540 kali | Komentar
 
Sebanyak 64 muda mudi, mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Seni Riau (STSR) menyemarakkan acara malam puncak Anugerah Sagang 2014 dalam paket prosesi dan hiburan malam itu di Hotel Pangeran, Jumat malam (28/11). Berbagai paket seni yang dipertunjukkan, kesemuanya mengedepankan seni Melayu yang tentu saja selaras dengan acara Nugerah Sagang yang memberikan penghargaan kepada orang, intiusi dan karya yang bergeliat pada seni dan budaya Melayu.

Sebagaimana biasanya, prosesi Anugerah Sagang dikemas dalam konsep tarian dan musik. Tahun ini, dimulai dengan sebuah tarian di atas panggung oleh belasasan penari. Sajian tari yang berpijak dari tari tradisi Melayu, zapin dan silat itu ditata oleh Ketua Jurusan Tari STSR, Syafmanefi Alamanda. Dikatakanya, tari prosesi mengambil tema persahabtan karena seni budaya pada hakikatnya berguna untuk menjalin silaturahmi. Kita ambil tema persahabatan yang pijakannya dari gerak-gerak tari tradisi dikembangkan menjadi bentuk kreasi, ucap Nanda sapaan akrabnya.

Usai para penari berlenggang-lenggok, mengekpresikan geraknya di atas panggung yang ditutup dengan membentangkan kain panjang ke arah depan penonton sebagai isyarat menyambut arakan tropi Anugerah Sagang dari arah penonton. Bunyi musik nafiri membuka langkah para rombongan yang mengarak tropi tersebut, sebanyak puluhan muda-mudi dengan gagah dan anggun berjalan mengarah menuju ke panggung.

Sebelum sampai di atas panggung terlebih dahulu disambut dengan silat oleh dua pemuda. Musik silat pun turut menyemarakkan arak-arakkan tersebut. Lalu, Plt Gubernur yang hadir beserta beberapa rombongan lainnya menaburkan beras kunyit kepada rombongan arakan yang kemudian perlahan-lahan menuju panggung. Dan tropi untuk ketujuh kategori penerima Anugerah Sagang diletakkan di tempat yang telah tersedia sebelumnya.

Musik terus terdengar hinggalah sampai rombongan arak-arakkan kembali ke tempatnya masing-masing. Selaku composer musik di acara Anugerah Sagang tahun 2014 itu, Zalfandri Zainal alias Mat Rock menyebutkan  konsep musik yang dibuat berpijak pada kekuatan tradisi, meskipun dibawakan dengan konsep orkestrasi namun dalam bentuk tradisi. Diharapkan oleh Mat Rock, dinamika permainan lebih besar.(*6)

KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Perusahaan Diminta Peduli

Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5

Selasa, 18 September 2018 - 17:22 wib

AJI Pekanbaru Kirim Delegasi ke Festival Media 2018 di Pontianak

Follow Us