Riuh Budaya di Pulau Rupat

21 Desember 2014 - 07.36 WIB > Dibaca 1405 kali | Komentar
 
KEPARIWISATAAN mencakup segala bidang yang di dalamnya juga terdapat seni dan budaya. Rupat Utara yang saat ini telah menjadi destinasi pariwisata nasional, terus berbenah dari segala sisi untuk mendatangkan wisatawan ke pulau yang menawarkan sejuta pesona tersebut.

Riuh rendah seni budaya dalam rangkaian helat Festival Pantai Rupat 2014 tajaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga merupakan salah satu upaya untuk mempersolek Pulau Rupat sepertimana anak dara sunti. Agar kemudian dapat pula menarik perhatian wisatawan berkunjung ke pulau tersebut.

Berbagai kegiatan dilakukan di sekitar kawasan sepanjang pantai Rupat yang kira-kira mencapai panjang 11 kilometer tersebut. Dari kegiatan yang melibatkan kemahiran warga setempat seperti parade menghias pancung, parade menghias kapal boat, hingga kegiatan-kegiatan yang melibatkan keikutsertaan masyarakat luar seperti lomba cipta lagu Pulau Rupat, masakan khas Rupat, fotography,  pemilihan duta wisata Rupat, wind surfing. Tak heran kemudian, selama tiga hari masyarakat beramai-ramai datang bertandang di sepanjang pantai rupat utara tersebut.

Salah seorang pengunjung, Miko dari Dumai mengatakan acara seperti ini memang sepatutnya dilaksanakan di Pulau Rupat. Tambahnya, selain pulau ini memiliki keindahan pantai, juga berbagai seni budaya yang ada dapat pula dikembangkan. semacam menghias pompong atau pancung, paling tidak jadi menarik bila ditonton, jadi datang ke mari tidak hanya jalan-jalan di pantai atau mandi saja tapi ada sesuatu yang dapat disaksikan, ucapnya ketika ditemui usai mandi bersama kawan-kawannya di pantai Rupat Utara tersebut.

Pada malam harinya, warga diajak pula menyaksikan serangkaian pertunjukan seni, tari, puisi, musik dari sanggar-sanggar yang ada di kabupaten Bengkalis dan juga beberapa sanggar dari luar seperti Dumai, Pekanbaru, Rohil bahkan Padang Panjang. Bertempat di lapangan bola kaki di desa Teluk Rhu itu, warga kembali dihidangkan dengan aneka pertunjukan seni yang membuat desa tersebut tampak ramai, tidak seperti biasanya.

Bu Ijah salah seorang warga mengakui hal itu. Biasanya desa Teluk Rhu, kalau malam sudah sepi tapi sejak dilaksanakan helat selama tiga malam di desanya jadi terlihat ramai dan riuh rendah. Memang tidak sekali ini saja, desa kami ramai pegunjung, kalau tahun baru juga ramai pendatang dari berbaga daerah seperti Dumai, Pelalawan, Siak, dan lain-lain bahkan Orang Barat juga ada datang. Tapi kan acara ini ada seni-seni macam itulah. Makanya ramai masyarakat yang mungkin penasaran nak nonton, ucap salah seorang pemilik wisma di pinggiran pantai tersebut.

Seorang seniman Riau, Hang Kafrawi yang juga berkesempatan hadir untuk membacakan puisi di helat tersebut mengemukakan konsep acaranya sudah menarik di mana ada upaya untuk meningkatkan pariwisata dengan menggalakkan seni budaya yang merupakan hal penting dalam pengembangan kepariwisataan. Hanya saja menurut Kafrawi ada beberapa hal yang menjadi perhatian penting bagi pemerintah seperti misalnya akses jalan dan signal alat komunikasi.

Soalnya sejak sampai di sini, HP tak bisa berfungsi gara-gara sinyal tidak bagus. Dan yang tak kalah pentingnya, bagaimana acara seni budaya yang dihidangkan juga melibatkan masyarakat setempat misalnya menampilkan seni-seni tradisi yang ada di pulau Rupat ini. Jadi, ada penampilan sanggar dari luar dan juga ada penampilan seni-seni tradisi seperti tari zapin api yang cukup terkenal di Rupat ini. Sehingga ada bentuk tawaran dri luar yang dapat dinikmati oleh warga setempat dan ada pula tawaran bentuk dari dalam untuk apresiasi para pengunjung yang datang dari luar pulau ini, ucap Kafrawi.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 wib

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:33 wib

Waspadai Rawan Kebakaran di Februari

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:00 wib

Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Jumat, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

Jumat, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman

Jumat, 18 Januari 2019 - 16:07 wib

Bank OCBC NISP Ajak Mahasiswa Berbagi Ide di IdeatiON 2019

Jumat, 18 Januari 2019 - 16:00 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang

Follow Us