Oleh: Helfizon Assyafei

Ketika Tahun Datang dan Pergi

4 Januari 2015 - 14.59 WIB > Dibaca 1222 kali | Komentar
 
Ketika Tahun Datang dan Pergi
Helfizon Assyafei
KETIKA kembang api berpendar dan suara mercon memenuhi angkasa, seorang sahabat tertidur lelap di kamarnya. Esoknya ketika bertemu saya bertanya padanya mengapa melewatkan momen pergantian tahun? Dia menjawab untuk apa? Saya terdiam. Menurutnya perlu alasan untuk sesuatu yang dilakukan dalam hidup ini. Jika tidak maka, lanjutnya, kita adalah orang yang ikut ke mana arah angin berputar. Gembira orang gembira pula kita. Sedih orang sedih pula kita. Entah apa yang digembirakan atau disedihkan orang kita tak tahu. Menurutnya kebanyakan orang tak mempertanyakan alasannya melakukan sesuatu dalam hidup. "Yang penting happy, enak, gembira ya, lakukan saja," ujarnya.

Dalam perbincangan lebih lanjut ia mengatakan bahwa orang boleh gembira atau biasa saja di malam pergantian tahun tergantung sudut pandang masing-masing. Ia menuturkan bahwa makna pergantian tahun baginya adalah berkurangnya jatah umur selama satu tahun. Berkurangnya waktu tinggal di dunia ini menurutnya tak perlu dirayakan. "Yang dirayakan itu pencapaian kita dalam satu tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya bro," katanya. Ia mencontohkan bila dalam tahun 2013 kita sedikit berbuat kebaikan kemudian di 2014 kita lebih banyak berbuat kebaikan baru layak dirayakan di malam pergantian tahun. "Itu soal sudut pandang saja, semua terserah Anda," katanya.

Pergantian waktu selalu mengandung hikmah bagi yang mau mengambil pelajaran. Laporan akhir tahun Polda Riau mencatat bahwa tingkat kriminalitas di Kota Pekanbaru meningkat dibanding 2013. Selama 2014 terjadi 10.604 tindak kriminal. Tahun sebelumnya 9.446 kasus. Dari total kasus kejahatan selama 2014 itu jika dirata-ratakan terjadi tindak kejahatan tiap 49 menit sekali. Itu tindak kriminal yang terdata oleh polisi. Belum lagi yang tidak terdata entah berapa pula banyaknya.

Menjelang akhir tahun sebanyak 18 pasangan diduga mesum terjaring pula oleh razia tim gabungan Polresta Pekanbaru dalam rangka operasi penyakit masyarakat (Pekat), Sabtu (14/12) malam. Selanjutnya belasan pasang yang sebagian masih di bawah umur tersebut dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk dilakukan pendataan. Soal yang satu ini orang tak pernah jera melakukannya. Entah di bulan biasa atau di bulan suci Ramadan pun terjadi juga. Pasalnya hukuman buat mereka tidak berat-berat amat. Paling orangtua atau wali dipanggil lalu keduanya diberi nasihat dan dilepaskan. Tak jarang pasangan yang sama tertangkap kembali dalam razia berikutnya.

Aksi tipu-tipu, suap dan upeti juga marak di tahun 2014. Jika yang di atas penyakit masyarakat konon kabarnya untuk hobi yang satu ini penyakitnya pejabat. Entahlah. Penyakit yang satu ini juga sudah kronis dan tak habis-habisnya terjadi dari tahun ke tahun. Apakah ada yang salah dalam pendidikan kita? Apakah kurang seruan kebaikan di sekitar kita? Ternyata tidak. Hanya saja menurut pakar sosiologi kita telah diterjang tsunami budaya asing entah itu yang baiknya juga yang buruknya. Teknologi adalah budaya asing yang baik. Namun gaya hidup tanpa nilai adalah sisi buruknya juga melanda kita.

Gaya hidup bebas tanpa nilai itulah yang begitu meningkat terjadi setiap tahunnya. Generasi muda kita yang mudah mengakses informasi dan juga chanel televisi dunia melihat bahwa kehidupan tanpa nilai ternyata menjadi tren dari tahun ke tahun. Itulah realitasnya. Meski kita tidak mengabaikan bahwa banyak juga generasi muda yang beprestasi, soleh dan baik. Di dunia yang selalu berpasangan ini hal itu lumrah. Ada kebaikan ada keburukan. Hanya saja bagaimana kita tidak berada di gerbong yang salah dari tahun ke tahun. Bukan cuma kita tetapi bagaimana agar generasi berikutnya juga jangan terus berada di gerbong yang sama.

Inilah tugas besar masing-masing kita di tahun baru 2015. Bagaimana memimpin diri kita sendiri keluar dari gerbong yang salah ke gerbong yang seharusnya. Tentunya gerbong kebaikan dengan pelita akal. Seperti kata seorang penutur kejernihan, jika kepuasan ego yang Anda kejar dalam hidup maka anda mengejar bayangan. Anda boleh saja mendapatkan apa saja yang Anda inginkan di dunia ini. Namun yakinlah suatu saat mereka akan meninggalkan Anda atau Anda yang akan meninggalkannya. Ini hanya soal waktu. Selamat datang tahun baru 2015. Semoga beruntung.***


Helfizon Assyafei
Wakil Pemimpin Redaksi
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Rabu, 14 November 2018 - 19:30 wib

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib

Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Follow Us