Zapin Sumber Gerak

4 Januari 2015 - 15.02 WIB > Dibaca 854 kali | Komentar
 
Sudah selayaknya zapin menjadi sumber gerak tari di Riau seperti layaknya gerak silat menjadi sumber karya tari di Minangkabau. Hal itu pula ditegaskan koregrafer senior Riau, SPN Iwan Irawan Permadi, narasumber lainnya dalam dialog budaya akhir tahun tersebut.

Laporan JEFRI AL MALAY, Pekanbaru

Katanya, tari zapin itu sangat luar biasa, dari ragam geraknya bermacam-macam yang berbeda hanya style atau gayanya saja. Dan hal itu pula yang dijelajahinya bersama rekan-rekan di Zapin Center selama ini. Sampai saat ini di Provinsi Riau baru ditemukan keberadaan tari zapin di enam kabupaten/kota. Dan baru-baru ini, juga didapat kabar, di Inhu ada terdapat zapin cina. Itu yang hendak kami telusuri lebih jauh, terangnya singkat.

Tetapi perlu diketahui kemudian, bentuk dan ragam yang ada di Riau ini sebenarnya menjadi kekuatan yang luar biasa apabila dapat dikembangkan oleh pelaku-pelaku tari hari ini. Dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang hanya punya ragam gerak zapin satu atau dua bahkan di Malaysia sekalipun semisal di Johor atau di Melaka, pun hanya ada dua atau tiga ragam gerak.

Tetapi yang kemudian patut kita khawatirkan, dengan jumlah ragam gerak yang tak seberapa dibandingkan dengan yang ada di Riau, mereka sudah terlebih dahulu menggaungkan untuk menjadi pusat zapin nusantara. Ditambah lagi hal itu mendapat support sepenuhnya oleh pihak kerajaan mereka yang memang sangat peduli dan perhatian dengan keberadaan seni dan budaya.

Makanya, dari berbagai kegelisahan lainnya, kami bersama kawan-kawna lainnya membentuk Zapin Center beberapa tahun lalu yang salah satu tujuannya untuk menghimpun pendokumentasian zapin sehingga pelaku tari dan musik jikalau hendak mencari dan menemukan bentuk zapin yang ada di Riau, tinggal mendatangi Zapin Center. Tapi sayangnya, hal ini tidak mendapat respon yang baik dari pemerintah kita sehingga sejak berdirinya Zapin Center ini, kami seolah berjalan sendiri saja. Diuntungkanlah dengan keberadaan Sanggar Tengkah Zapin yang dapat dijadikan mitra saat ini, jelas Iwan.

Dalam kesempatan itu juga, Iwan Irawan mengemukan kegelisahannya banyak pelaku tari saat ini tidak pernah mau merasakan zapin itu apa. Meskipun diakui, memang banyak menggarap tari yang berangkat dari zapin, tapi yang terlihat hanya bentuknya saja. Padahal menurut Iwan, para pelaku tari juga harus belajar filosofi zapin itu apa. Karena zapin itu gerak sehari, gerak kehidupan. Jadi bukan hanya memindahkan bentuk-bentuk gerak saja. Bagaimana misalnya kita selaku koreografer harus membuat zapin baru yang adalah sumber dasar geraknya dan ruhnya adalah tradisi. Harus diketahui bersama, semua garapan karya tari di Indonesia ini, supportnya adalah tradisi. Jadi sudah sepantasnya zapin menjadi salah satu sumber gerak dasar tari di Riau, sebagaimana silat menjadi gerak dasar tari di minangkabau, jelas Iwan.

Jadi pembelajaran terhadap tari zapin itu, hendaknya juga belajar sampai pada tataran filosofi. Makanya diperlukan sosialisasi ke pusat keberadaanya seperti di Meskom, Siak, Meranti dan lain-lain. Yang menjadi persoalan itu kemudian kata Iwan Irawan, berbicara tentang zapin Meskom, tapi tidak pernah bersosialisasi di sana, hanya berangan-angan dan berimajinasi saja.

Teman-teman muda yang terutama diharapkan, janganlah hanya belajar bentuk tapi filosofinya terabaikan. Sehingga karya kita hanya memindah bentuk saja, hanya akan mengulang. Filosofi dan rohnya yang perlu ditelusuri oleh kita-kita sebagai pelaku tari ini. Tapi kadang juga disayangkan misalnya, tidak banyak saya lihat kehadiran rekan-rekan dari pelaku tari dalam dialog malam mini padahal kesempatan ini sangat berguna dan bermanfaat bagi keterbukaan wawasan dan cakrawala kita, katanya.

Terkait dengan keberadaan zapin Meskom, Iwan mengakui adalah sumber yang terpelihara dari tari zapin di Riau ini adalah zapin Meskom. Katanya, tinggal memukul marwas, maka akan berdatangnlah dari anak-anak kecil sampai orang tua untuk melihat dan berzapin. Tapi yang terpenting itu, inilah pekerjaan kita sebenarnya. Kita lebih kaya dari sumber dan segi bentuk. Sedangkan tempat lain seperti Malaysia cuma ada beberapa dan kenyataan menunjukkan, kita ada enam pusat zapin tapi sayangnya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Inilah barangkali yang patut kita bicarakan dan satukan kekuatan untuk sama-sama dapat memperjuangkannya, tutup Iwan.(fed)
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 25 September 2018 - 18:39 wib

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari

Selasa, 25 September 2018 - 17:38 wib

Angkat Potensi Kerang Rohil

Selasa, 25 September 2018 - 17:30 wib

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

Selasa, 25 September 2018 - 17:00 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan

Selasa, 25 September 2018 - 16:56 wib

Beli BBM Pakai Uang Elektronik

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 wib

Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:32 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik

Follow Us