Memperkaya Lagu Melayu

25 Januari 2015 - 19.03 WIB > Dibaca 2711 kali | Komentar
 
“Tak Melayu hilang di bumi, tapi apa yang harus dilakukan Melayu sepanjang hidup ini untuk menunjukkan keberadaannya,” ucap Norham Yahya sang penulis lagu-lagu Melayu di hadapan ratusan pengunjung pada malam syukuran dan pagelaran lagu-lagu Melayu ciptaannya, Sabtu (17/1) lalu.

Laporan JEFRI AL MALAY, Dumai


HALAMAN rumah yang tercacak di Jalan Bahagia No. 288, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai itu telah disulap menjadi sebuah panggung berbentuk taman. Tak heran kemudian, aneka hiasan bunga serta pernak-pernik taman memenuhi halaman rumah yang kira-kira menampung 200 pengunjung itu.

Sementara itu, semacam kubah di cat berwarna silver metalic berdiri kokoh dan indah dengan dekor ala Melayu, yang kemudian menjadi background dari pagelaran malam itu. Alat-alat musik modern dan tradisi telah pula tersusun rapi di pinggir-pinggirnya. Dan di situlah, lantunan lagu-lagu ciptaan Norham Yahya didendangkan dan diperdegarkan di hadapan pengunjung dan para tetamu undangannya.

Norham Yahya membuka kata dengan mengatur terima kasih kepada pihak yang telah bertungkuslumus dalam menyukseskan helat tersebut dan juga kesediaan para tetamu yang sudi mengapresiasi karya-karyanya. Karena salah satu tujuan dari helat yang diselenggarakan memang untuk memperkenalkan hasil ciptaannya untuk didengar dan diseleksi apakah lagu tersebut ada kesaamaan atau mirip dengan lagu-lagu Melayu yang sudan ada.  

Hal semacam ini diperlukan, karena menurut Norham menjadi syarat mutlak sebelum mendaftarkan keseluruhan karya, guna mendapatkan hak cipta dari Departemen Hukum dan Ham. Di samping itu, upaya-upaya ini juga bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai khasanah budaya Melayu melalui lagu-lagu Melayu sehingga setidaknya dapat membendung budaya asing yang merasuk pada generasi muda saat ini.

“Menjaga kelestarian nilai-nilai seni dan budaya Melayu itu diperlukan di era globalisasi saat ini agar khasanah Melayu tidak seperti terabaikan dan terlupakan. Saya memang berhajat untuk terus menggaungkan karya-karya musik Melayu dengan apa yang saya mampu dan kemudian menularkannya kepada generasi muda untuk mengembangkannya,” ucap lelaki yang juga merupakan pensiunan PNS itu.

Kolaborasi Senior-Junior
Sesuai dengan capaian yang hendak dituju, memperkenalkan kahsanah musik Melayu kepada generasi muda, pagelaran malam itu menampilkan sebanyak 19 lagu Melayu ciptaan Norham Yahya. Kesembilan belas lagu tersebut dinyanyikan langsung oleh Norham sendiri dan juga beberapa penyanyi muda asal Dumai, juga seniman musik dari daerah lain.

Seperti yang dapat disaksikan pada pembukaan helat, tampil salah satu grup band asal Dumai yang diberi nama Kecubung. Anak-anak muda tersebut membawakan lagu “Gurindam Jiwa” dengan konsep musik yang diaransemen ulang. Lagu langgam Melayu itu kemudian dibawakan dengan konsep kolaborasi, nuansa jazz dan slow rock yang kental itu pun membius para tetamu undangan yang hadir.

“Yang junior dengan selera dan style-nya dan yang senior pun tak kalah dalam aksinya,” jelas Norham menyebutkan konsep pagelaran secara umum.

Norham juga menjelaskan sebenarnya sudah ada 46 lagu yang telah dihasilkannya dalam rentang waktu beberapa tahun belakangan ini. Tetapi setelah ditapis dan mengingat batasan waktu yang tersedia untuk helat malam tersebut, akhirnya didapatlah 19 lagu unggulan untuk tahap awal ini didengarkan di hadapan pengunjung.

Kesembilan belas lagu itu diantaranya, “Ikhlas Berbakti”, “Dia Penyanyi Melayu”, “Ibarat Sekuntum Bunga”, “Dara Melayu”, “Selalu Terbayang”, “Mari Berdendang”, “Jangan Buru-buru”, “Hantaran Belanja”, “Datuk Setia Amanah”, “Legenda Dumai”, “Joget Hilangkan Rasa Gundah”, “Jauhilah Diriku”, “Usah Kau Bimbang”, “Ku Tak Ingat Lagi”, “Ku Tak Menyangka”, “Selalu Terbayang”, “Pantun Gembira”, “Terharu dan Akuilah Kejujuran”. Semua lagu ini dilantunkan 11 biduan dan biduanita muda asal Riau.

Dalam proses penciptaan lagu-lagu karya Norham, diakuinya adalah hasil dari pertembungan nada-nada yang ada di dalam kepalanya. Dan itu memang dalam bentuk penggalan nada-nada yang kemudian direkamkannya sendiri. “Ya, saya otodidak tapi saya tidak bisa menepis nada-nada yang selalu ada di kepala saya,” ceritanya.

Sedangkan lirik-lirik lagu yang juga disusunnya merupakan hasil dari pengamatan, pengalaman serta nilai-nilai ke-Melayu-an yang memang telah tertanam di dalam dirinya sejak kecil. “Semua lirik-lirik lagu saya tentang Melayu dan kemelayuan yang kemudian saya susun menjadi lirik-lirik lagu,” ucap pencipta lirik lagu “Laksemana Raja Dilaut” itu sembari menambahkan dalam aransemen dan persiapan pagelaran yang dilakukan, dibantu rekan seniman musik lainnya seperti Naharudin Azis dan pencipta lagu “Laila Canggung”, Abdul Hamid.

Dalam upayanya untuk melestarikan khasanah musik Melayu itu juga, dalam kesempatan itu, Norham bersama rekan-rekannya meresmikan sebuah lembaga seni yang diberi nama Sri Bijuangsa. Melalui lembaga inilah nantinya, dilakukan berbagai kegiatan dan program untuk mengangkat batang terendam. “Di lembaga ini nantinya direncanakan untuk mendidik anak-anak dalam mengenal musik, tari  dan khsanah tradisi Melayu lainnya bahkan ukiran-ukiran Melayu. Ke depan kita juga akan membentuk orkes Melayu lewat program di lembaga ini,” jelasnya.

Lagu yang Universal
Norham Yahya dikenal sebagai salah satu penulis lagu-lagu Melayu yang konsisten sampai hari ini. Untaian nada dan bait lagu yang diciptakan beliau tidak lepas dari nilai-nilai kemelayuan yang memang sudah tertanam dalam dirinya sebagai orang Melayu. Lagu-lagu yang terlantun indah lewat suara-suara merdu para penyanyi muda di malam tersebut, menunjukkan hal itu semua.

Diakui seniman musik asal Bengkalis, Oesman yang turut hadir di helat tersebut, dirinya apresiasi seperti halnya tamu undangan yang lain. Ini sebuah kebanggaan bersama karena ada seniman Riau yang mampu menciptakan lagu-lagu Melayu. “Selama ini, kita biasanya kalau boleh jujur, untuk lagu-lagu Melayu selalu “berkiblat” dengan lagu-lagu Melayu dari Malaysia tetapi menurut saya, Norham Yahya dengan lagu-lagunya mampu mengisi kekurangan kita itu,” ucap Oesman.

Terkait dengan materi-materi lagu yang diciptakan Norham Yahya, diakui Oesman lirik-lirik lagu sangat kuat, terangkai indah dan dinilai sangat universal. “Saya akui, sering membawakan lagu-lagu karya Norham Yahya di beberapa kesempatan kalau tampil bernyanyi,” ucap Oesman.

Hadir juga dalam kesempatan itu, cucu dari “Laksemana Raja Dilaut”, Edi Jufran yang saat ini bermastautin di Jakarta. Edi sangat apresiasi terhadap helat yang diselenggarakan dan juga lagu-lagu karya Norham Yahya. Disebutkan Edi, bila memungkinkan, beliau akan turut membantu Norham dalam upaya memperkenalan lagu-lagu Melayu sampai ke tingkat Nasional.

Tak hanya apresiasi dari berbagai kalangan seniman budayawan dari Dumai, helat malam itu juga dihadiri salah satu grup musik asal Malaysia, Lela yang terkenal dengan lagu andalannya Bidadari 1990-an itu. Produser grup Lela, Osman mengatakan lagu-lagu Melayu memang patut dilestarikan. Keberadaanya bisa mengobat rindu bagi pendengarnya. Meskipun demikian, lanjut Osman, anak-anak muda juga mestilah menjadikan lagu-lagu Melayu sebagai pijakan berkarya pada hari ini karena memang musik Melayu sangat kaya dengan ragamnya.

“Kita mesti mengapresiasi helat ini. Lagu-lagu karya Norham juga bagus-bagus dan universal sebagai lagu Melayu. Bila perlu, kita siap bermitra untuk proses recording di tempat kita, tahniah Bang Norham,” ucapnya yang juga diamini oleh vokalis grup Lela ini.(fed)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 18:35 wib

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk

Kamis, 15 November 2018 - 17:59 wib

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya

Kamis, 15 November 2018 - 17:00 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri

Kamis, 15 November 2018 - 16:15 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018

Kamis, 15 November 2018 - 16:00 wib

Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda

Kamis, 15 November 2018 - 15:45 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat

Kamis, 15 November 2018 - 15:30 wib

BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup

Follow Us