Oleh: Gema Setara

Cik Puan dan Ritos

1 Februari 2015 - 00.25 WIB > Dibaca 1102 kali | Komentar
 
Cik Puan dan Ritos
Gema Setara
Sejatinyalah pembangunan yang dilaksanakan di negeri ini semata-mata untuk kemaslahatan rakyat. Sejatinya pembangunan itu juga akan berdampak atau akan memberikan beragam multiplayer efek kepada masyarakat.

Pembangunan yang dilaksanakan dan memberi dampak kepada masyarakat inilah yang sangat-sangat diharapkan oleh rakyat di negeri ini. Setiap pembangunan yang bakal memberi dampak positif sudah pasti akan diterima oleh rakyat, sebaliknya pembangunan yang bakal menyusahkan rakyat sudah pastilah akan ditentang.

Pemerintah sebenarnya mengerti betul akan hal itu, mereka (pemerintah, red) pun melaksanakan program pembangunan itu dengan merancangnya secara maksimal, hanya saja terkadang pembangunan itu akhirnya menjadi sia-sia dan bangunan yang dibangun dengan menggunakan uang rakyat itu akhirnya terbuang percuma.

Banyak contoh pembangunan yang dilakukan pemerintah itu terbuang percuma. Ini disebabkan oleh berbagai hal, mungkin karena perencanaannya tidak matang, pembangunan itu dilakukan tidak pada tempatnya dan beragam alasan lainnya. Banyak pembangunan yang tidak berguna itu lebih dikarenakan perencanaan yang tidak matang.

Di serata Riau ini kita mungkin bisa menyaksikan sendiri betapa banyak pembangunan yang dilaksanakan itu akhirnya terbuang percuma dan tak jarang pula mereka yang diamanahkan untuk menyelesaikan pembangunan itu akhirnya masuk penjara. Media pun sebenarnya sudah sangat berperan dalam mengawal proses pembangunan di negeri ini sesuai tupoksi yang ada, hanya saja upaya mengawal itu harus terus dilakukan sehingga program pembangunan yang katanya untuk kemaslahatan masyarakat itu tidak melenceng dari niat awal yang pernah dilafazkan.

Kita tidak usah jauh-jauhlah melihat program pembangunan yang terbengkalai di negeri. Tak perlu kita melihatnya di pelosok dan di ceruk kampung untuk melihat pembangunan yang terbengkalai itu. Di Kota Pekanbaru sebagai maskotnya Provinsi Riau masih banyak program pembangunan terbengkalai yang tidak diketahui kapan siapnya.

Misalnya Pasar Cik Puan yang berada di tengah jantung ibukota provinsi ini. Sejak pasar ini terbakar sampai sekarang pembangunannya tidak pernah dilanjutkan. Padahal dari pasar ini banyak orang yang menggantungkan hidupnya, mulai dari pedagang, tukang angkut barang dan sebagainya.

Bangunan yang ada tidak pernah bertambah walau satu batu bata pun. Sudah seharusnya antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru mencari jalan ke luar terbaik guna menyelesaikan pembangunan  ini, janganlah mementingkan kepentingan diri sendiri akhirnya kepentingan masyarakat awam terabaikan. Duduklah satu meja membahasnya, kalau kendalanya di sini, solusinya di sini, kalau kendalanya di sana solusinya di sana.

Sekarang yang terjadi tak ada ujung dan tak ada pangkal, kawasan pasar Cik Puan itupun menjadi kumuh dan menjadi pemandangan yang sangat buruk di negeri ini, ujungnya imej Kota  Pekanbaru pun menjadi jelek.

Kita tidak tak tahu, mungkin di bangunan yang tidak selesai itu entah dijadikan apa oleh orang-orang tak bertanggung jawab, bisa jadi tempat prostitusi, tempat anak-anak nakal berkumpul dan bisa juga dijadikan tempat transaksi narkoba.   

Ingatlah Kota Pekanbaru ini wajahnya Provinsi Riau. Apa yang dibuat di negeri ini, dia menjadi acuan bagi daerah lain untuk melakukan pembangunan serupa, kalau pembangunan yang di Pekanbaru seperti itu bagaimana pula pembangunan yang dilaksanakan di berbagai pelosok dan  ceruk kampung lainnya. Aku hanya bisa berharap pembangunan di daerah itu berjalan baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

Sepertinya ingin mengubah wajah Kota Pekanbaru menjadi molek sangatlah susah. Belum selesai persoalan Pasar Cik Puan, muncul pula persoalan pembangunan Riau Town Square and Convention Center  (Ritos) dan kawasan yang berhampiran dengannya. Bisa dilihat kondisinya sekarang, semak saman dimana-mana, kesan kumuh pun tidak bisa dihindarkan. Sekali lagi, sama dengan pasar Cik Puan entah sampai kapan persoalan ini tuntas. Semogalah cepat.****


Gema Setara
Redaktur Pelaksana
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 14:30 wib

Desember, Awal Pemeriksaan JCH

Kamis, 15 November 2018 - 14:13 wib

Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Kamis, 15 November 2018 - 14:00 wib

Ganti Bola LHE Terkesan Proyek

Kamis, 15 November 2018 - 13:49 wib

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Kamis, 15 November 2018 - 13:45 wib

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Kamis, 15 November 2018 - 13:15 wib

Azis: Pakai Uang Rakyat, OPD Harus Tanggung Jawab

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 wib

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:00 wib

Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air

Follow Us