Oleh: Kunni Masrohanti

Nak Duit Tapi Tak Nak Keluar Duit

8 Februari 2015 - 00.39 WIB > Dibaca 1212 kali | Komentar
 
Nak Duit Tapi Tak Nak Keluar Duit
Kunni Masrohanti
SIBUK. Ya, sibuk promosi sana, promosi sini. Ekspos sana, ekspos sini. Jolok sana, jolok sini. Bolak balik melobi sang pemegang tampuk kekuasaan melalui berbagai pintu Apa saja dilakukan untuk mendapatkan suntikan dana baik di kancah nasional mau pun internasional demi memajukan dunia wisata di negeri ini.

Begitu kuatnya keinginan kita. Betapa bernafsunya kita untuk menjual potensi wisata itu. Kenyataannya, masih banyak yang tertinggal dan terlupakan. Memang, Riau ini indah, Wak. Keindahan itulah yang ditawarkan kepada wisatawan untuk bisa datang berbondong-bondong ke negeri Lancang Kuning ini dengan  harapan akan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan  dan menghasilkan banyak duit.

Semua masih jauh dari kenyataan. Terkadang lebih banyak menggelar iven ketimbang ‘menjual’ potensi itu. Terkadang lebih banyak biaya untuk promosi dari pada untuk membenahi infrastruktur pendukungnya.  Lupa. Sering lupa niat semula. Sudah pasti tidak sengaja, tapi kenyataan jauh lebih berbicara. Bahkan masyarakat yang tinggal di lokasi potensi wisata ‘menjual’ kampungnyai melalui potensi itu agar kampungnya turut maju.

Riau, banyak memiliki potensi wisata. Di pusat kota, sudah pasti wisata belanja, hiburan dan sebagainya. Tapi di ceruk daerah paling jauh, banyak potensi alam yang tidak kalah indahnya dari kota atau provinsi lain. Inilah yang hendak dijual masyarakat tempatan dan sudah pasti juga oleh pemegang kekuasaan, meski yang terlihat jauh dari yang diniatkan.

Ada banyak tempat wisata andalan di Riau. Ada Bono, sungai dengan gelombang yang tingginya bisa mencapai 8 meter di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Tempat surfing jauh dari pusat kota  yang menarik perhatian wisatawan manca negara. Jika tidak karena alamnya, tidak ada orang yang akan datang. Jalan menuju ke sana jauh, buruk. Puluhan kilo di antaranya jalan tanah. Berlumpur atau berdebu.  

Minimal perlu waktu 5 jam dari Kota Pekanbaru saat tidak hujan atau bisa lebih 10 jam bahkan tidak bisa dilewati saat musim hujan.

Ada juga Pantai Rupat nan eksotis. Bibir pantainya lebih dari 17 kilometer. Pasirnya putih. Kerap dilaksanakan iven wisata bertaraf nasional dan internasional di sini. Tempat ini juga ‘dijual’ habis-habisan oleh pemrintah daerah ke berbagai negara. Sayang, loksinya sangat jauh. Jalan tanah. Berlumpur atau berdebu. Menyeberangi lautan. Biayanya juga besar. Tak heran, meski pesonanya mengalahkan lautan lain, tapi masih minim kunjungan wisatawan.

Air terjun tinggi juga dimiliki Riau. Ada yang bilang, tingginya hampir 200 meter. Tapi ada juga yang bilang lebih dari 200 meter. Tidak pasti. Belum ada yang mengukur serius. Air terjun ini berada di Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar atau berada di wilayah paling Barat Riau. Lebih dekat ke Sumatera Barat. Tempat ini juga belum tersentuh. Kalau pun sudah mulai terekspos, sebagian besarnya karena masyarakat di sana ‘menjual’ kampung mereka melalui potensi ini. Dengan harapan, wisatawan akan datang. Jalan kampung mereka akan diaspal. Allaua’lam.

Masih banyak lagi  potensi wisata lainnya. Semua hampir berkondisi sama. Selalu saja ingin mendapatkan segudang duit dari kekayaan alam yang terselit. Tapi bagaimana akan bisa  menghasilkan duit banyak jika tidak mau mengeluarkan duit yang lebih banyak?


KUNNI MASROHANTI
Redaktur
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 18:30 wib

Pelabuhan Tikus Jalur Masuk Empuk Narkoba

Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau

Rabu, 19 September 2018 - 17:45 wib

Sekda Lantik Pengurus HNSI Tembilahan Hulu

Follow Us