Opini
Ekmal Rusdyd

Mewaspadai ”Muntah Proyektil”

18 November 2013 - 09.17 WIB

Muntah punya banyak makna, mulai dari muntaber (muntah yang disertai diare), sampai ke pada muntah proyektil yang terjadi bila tekanan di dalam otak (tekanan intra kranial, disingkat TIK) yang meninggi, sehingga muntahnya menyemprot jauh ke depan yang disebut sebagai muntah proyektil.  

Untuk itu penulis, walau dalam keadaan sakit saat ini dirawat di rumah sakit, ingin mengulas ”muntah” dalam beragam bentuk dan makna yang harus diwaspadai.

Kanker Otak dan Muntah Proyek
Kalau ada tabrakan yang mengena kepala (trauma capitis) oleh dokter pasti ditanyakan ada tidaknya muntah pascatabrakan tersebut, apalagi jika disertai pingsan yang menggambarkan seriusnya perdarahan yang terjadi di otak.

Tapi kalau si pasien sudah tak sadar (coma), tentu tak perlu ditanyakan lagi, karena perdarahannya cukup hebat (massive). Terlebih jika ada darah keluar dari telinga, sebagai tanda adanya retak pada bagian dasar otak (baseos cranii) dengan angka kematian yang cukup tinggi.

Beda kalau darah hanya dari hidung, sifatnya hanya lokal pada hidung karena pecahnya anyaman pembuluh darah hidung (plexus hassel bachii).

Muntah pada trauma capitis tersebut, akan terbentuk gumpalan darah yang bisa menekan otak sehingga terjadi TIK yang meninggi, dan bisa memicu terjadinya muntah proyektil yang menyemprot jauh.

Di sinilah peran penting penggunaan helm yang standar dalam kita berkendera.

Muntah pada umumnya bisa disebabkan sejumlah besar penyebab, dan muntah-muntah berkepanjangan memiliki diagnosis diferensial panjang.

Misalnya pada gangguan metabolik dapat mengganggu, baik perut dan bagian-bagian otak yang mengkoordinasikan muntah, seperti pada hypercalcemia (kadar kalsium tinggi), uremia (penumpukan urea, biasanya karena gagal ginjal), adrenal insufisiensi, gangguan gula darah atau diabetes, apakah saat gulanya tinggi (hyperglycemi) maupun saat gulanya turun (hypoglycemia).

Reaksi makan obat pun juga dapat menyebabkan muntah sebagai respon somatik akut, misalnya obat yang mengandung alkohol, opioid (sejenis penenang), Selective Serotonin Reuptake Inhibitor, dan obat kemoterapi untuk kanker.

Penyebab muntah pada  saluran pencernaan, misalnya gastritis (peradangan dari dinding lambung), gastroenteritis, stenosis pilorus (pada bayi, ini bia sanya juga menyebabkan "muntah proyektil", sangat kuat dan merupakan indikasi untuk operasi mendesak), Obstruksi usus, alergi makanan (sering dalam hubungannya dengan gatal-gatal atau pembengkakan), kolesistitis, pankreatitis, usus buntu, hepatitis, keracunan maka nan.

Khusus pada anak-anak, dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap protein susu sapi (laktosa intoleranse).

Penyebab muntah kaitannya dengan sistem sensorik, misalnya motion sickness (yang disebabkan oleh overstimulation dari labirin kanal-kanal telinga) dan méni čre  syndrome seperti adanya vertigo yang sering kita dengar selama ini.

Kehamilan juga bisa menyebabkan muntah yang disebut sebagai morning sickness maupun emesis gravidarum. Umumnya semua yang kita kemukakan tersebut di atas, dengan gaya muntah yang beda dengan muntah proyektil tadi, karena muntahnya tak sederas tendangan pada muntah proyektil, sebagaimana muntah yang kita lihat sehari-hari.

Disimpulkan bahwa gangguan dengan adanya perdarahan yang sifatnya mencederai otak (Cerebral Haemorragi) maupun adanya tumor pada otak, tentu berakibat meningginya TIK.

Makanya jika kita sering mengalami nyeri di kepala atau mengalami muntah yang memancar pada pagi hari, sebaiknya segera  periksa ke dokter, karena bisa jadi gejala tumor otak.

Pada anak-anak juga perlu kita waspadai tumor otak ini, karena ahli kesehatan anak untuk tumor otak dari New York, Greenberg MS mengatakan, tumor otak merupakan kanker kedua terbesar pada anak-anak setelah leukemia.

Insiden terjadinya kanker otak pada anak-anak adalah 13,3 persen per 100.000 populasi, serta angka kematian akibat kanker otak pada anak-anak adalah 2,6 persen per 100.000 populasi yang terjadi di Amerika Serikat pada 2001-2005. Gejala klinis dari tumor otak tidak spesifik, terutama pada bayi seperti malaise, gagal tumbuh kembang, irritable, ataxia, dan clumsiness.

Namun, pada anak yang lebih besar dapat ditemukan tanda-tanda peninggian TIK seperti sakit kepala, muntah yang memancar/ proyektil pada pagi hari.

Penyebab tumor otak pada anak-anak ini berasal dari neuroectodermal. Beberapa bersumber dari proses genetik. Jadi jika ada anak-anak usia 1-2 tahun mengidap tumor otak, itu berarti terkait dengan faktor gen.

Ditambahkan, beberapa gejala klinis yang harus diwaspadai orangtua apabila anak mengalami muntah, kejang, nyeri kepala juga sering rewel.

Peningkatan TIK bisa memicu muntah proyektil tanpa sebab hingga penurunan kesadaran. Sel tumor bertumbuh sejalan dengan waktu sesuai pertumbuhan anak tersebut.

Juga terdapat tumor otak yang berasal bukan dari jaringan otak seperti pituitary tumor, teratomas, meningiomas, skull bone tumors, dan blood vessel tumors, hemangioblastoma atau cavernous angioma.

Namun kita harus waspada jika sudah kita temukan muntah proyektil tadi, yang menandakan adanya gangguan yang cukup serius pada bagian otak, apakah itu bersifat perdarahan yang massive akibat tabrakan yang mengenai dan mencederai kepala, atau adanya proses keganasan akibat tumur otak.

Muntah lain yang perlu diwaspadai termasuk jika kebetulan kita bertugas menyelesaikan proyek yang bisa berurusan penegak hukum, maka adanya peninggian TIK akan membuat kita tak nyaman, tensi naik, kepala sakit, tidur pun susah, sehingga kita sangat rentan.

Mobil mogok di depan rumah, dikira ada petugas penegak hukum yang datang mau memeriksa. Fenomena ini berjalan pelan tapi pasti, maka akan terjadi peninggian TIK yang akhirnya terlihat sebagai muntak proyektil.

Makanya mari kita lebih berhati-hati dalam penyelesaian proyek yang bisa menyebabkan muntah proyektil.

Sementara faktor makanan juga kita pertimbangkan bisa menyebabkan muntah proyektil, misalnya memakan makanan (harta) yang bukan haknya, sehingga nanti “makanan itu yang akan memakan kita”.

Makanan itu bisa berubah jadi penyakit degeneratif maupun tumor otak, akibat unsur radikal bebas yang ada dalam makanan kita. Waspadalah.***

Ekmal Rusdy, Mantan Kadiskes Riau dan pengurus LAM Riau


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook