Jejak Tengku Bagus Said Toha

15 Maret 2015 - 07.56 WIB > Dibaca 1347 kali | Komentar
 
Jejak Tengku Bagus Said Toha
Rumah anak Tengku Bagus bernama Tengku Aminah, tampak dari samping. Rumah tua tersebut terlihat masih asri. Foto: Jefrizal/Riau Pos
Ancaman kerusakan Benda Cagar Budaya (BCB) tidak hanya disebabkan pengaruh alam seperti tertimbun tanah, berlumut, dan retak diakibat hujan serta gangguan tangan manusia yang mengurangi keaslian bentuk BCB itu. Tetapi ketidakpedulian jugalah yang menyebabkan warisan budaya tersebut tidak bermakna sama sekali, karena terlalu lama diabaikan.

Laporan JEFRIZAL, Pekanbaru

LEBIH dari itu, upaya untuk merawat dan menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut merupakan tindak nyata untuk menghargai apa-apa saja yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Baik berupa benda alam atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.
Keadaan yang sangat miris misalnya ketika ditemukan salah satu Benda Cagar Budaya yang berupa makam dan rumah Tengku Bagus Said Toha. Situs sejarah tersebut terdapat di daerah Damon, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Hujan rintik-rintik ketika Riau Pos berkesempatan menziarahi pemakaman keturunan Sultan Siak Sri Indrapura tersebut, beberapa waktu lalu. Untuk menemukan pemakaman yang letaknya berada tidak jauh dari rumah tempat bermastautinnya Tengku Bagus, Riau Pos di temani salah seorang cicit Tengku Bagus, Tengku Sufli.

Areal pemakaman dipagari dengan tembok beton yang dilapisi keramik berwarna putih. Gerbang masuk dan pintu pagar besi berwarna kuning tidak berkunci segera dibuka Tengku Sufli. Sejenak lelaki yang bekerja sebagai buruh harian itu mencari-cari dan berkeliling di sekitaran tanah makam yang lecah dan hampir terendam genangan air hujan.

Ada puluhan makam yang hampir semuanya dilapisi dengan keramik putih, agaknya hal itu jugalah yang membuat Tengku Sufli bingung untuk mencari letak makam Tengku Bagus Said Toha, saudara kandung Sultan Syarif Kasim yang ke sebelas.

Makam-makam yang ada di areal ini, semuanya keturunan Tengku Bagus, ucapnya sembari mencari-mencari keberadaan makam yang dimaksud.
Beberapa saat kemudian, barulah Tengku Sufli dapat memastikan Makam Tengku Bagus dengan menunjukkan papan nisan yang terlindung oleh daun-daun bunga yang bertumbuhan di sekitaran makam. Tertulis di sana hanya Tengku Bagus Said Toha, tidak tercantum tempat tanggal lahir dan juga tahun berapa wafatnya.

Makam tersebut layaknya makam-makam lain yang ada di areal tersebut. Dilapisi keramik putih yang sudah pudar dan retak di sana-sini. Sampah daun berserakan, dan juga tanah lecah di sekitarannya membuat tidak ada tanda-tanda  bahwa makam ini adalah Benda Cagar Budaya (BCB) seperti yang tertera di plang tembok yang berada di samping pintu masuk.

Tengku Sufli menceritakan, dahulu ada juru kuncinya tetapi sudah meninggal dan sejak saat itulah, makam moyangnya ini tidak lagi terawat dengan baik. Sementara, dia sendiri disibukkan pula dengan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebagai buruh harian, demikian juga dengan sanak keluarga lainnya yang masih bermastautin di Bengkalis.

Setahun sekali kalau pas mau puasa, ada juga beberapa orang yang datang menziarahi terutama sanak famili, terang Tengku Sufli ketika ditanyai siapa saja yang pernah datang menziarahi makam yang terletak sekitar seratus meter ke dalam di salah satu gang yang ada di jalan Damon tersebut.

Seperti halnya makam, begitu jugalah kondisi rumah tempat tinggal Tengku Bagus Said Toha yang sudah berusia ratusan tahun itu. Rumah sederhana yang pernah ditempati itu sekarang ditempati oleh salah seorang cicitnya bernama Tengku Maysarah. Perempuan inilah yang merawat dan merapikan rumah bersejarah yang bagian depan dan tengahnya masih utuh dan asli bentuknya.

Dijelaskan Maysarah, bahan rumah baik papan, tiang dan lainnya belum pernah diganti sejak rumah itu dibangun oleh moyangnya. Hanya saja, hari ini sudah telihat juga rapuh di beberapa sudut bagian rumah yang terletak tersembunyi di belakang mesjid Damon tersebut.
Di rumah inilah dulunya, moyang kami itu wafat, Maysarah menjelaskan cerita yang didapat dari almarhum emaknya.

Maysarah juga mengatakan, banyak orang tidak tahu dan salah dugaan terhadap keberadaan rumah kediaman Tengku Bagus Said Toha. Sebagian orang menganggap, rumah yang terletak di tepi jalan Damon itu yang merupakan rumah Tengku Bagus karena barangkali letaknya di tepi jalan. Tetapi lanjut Maysarah, rumah tersebut adalah rumah anak Tengku Bagus, Tengku Aminah.

Hal itu juga dipertegas oleh salah seorang anak Tengku Aminah, Tengku Uzir (50) yang saat ini tinggal di Perawang. Kata lelaki yang baru saja sebulan pensiun kerja sebagai satpam di salah satu perusahaan di Perawang itu, rumah di tepi jalan Damon itu adalah rumah emaknya, Tengku Aminah, anak dari Tengku Bagus Said Toha.

Dijelaskannya lagi, berdasarkan cerita ebahnya, Tengku Said mengatakan, di rumah anaknya itulah dulu, Tengku Bagus mengasah keris-keris dan tempat belajar ilmu tarikat sembari mengajar ilmu silat kepada beberapa keturunannya.

Saya ni anak bungsu, dekat sekali dengan almarhum ebah. Banyak sekali cerita yang dapat dari ebah. Jadi itulah, kata ebah saya, di rumah kami itu dululah, moyang kami (Tengku bagus red) sering berkunjung untuk mengasah keris dan belajar tarikat.  Usai belajar tarikat, kadang-kadang, Tengku Bagus juga mengajarkan ilmu silat dan kebatinan, ucap Tengku Uzir.

Ketika dikomfirmasi melalui telepon genggam, Tengku Uzir mengisyaratkan kesedihan hatinya. Katanya, sebulan yang lalu, beliau balik ke kampung halaman untuk menziarahi makam dan bersilaturahmi dengan saudaranya. Melihat kondisi rumah sejarah dan juga makam moyangnya itu, ada sedih yang kemudian dirasakan.

Namun demikian, Tengku Uzir tidak menyalahkan sesiapa. Tapi saya pikir, apa yang perlu disedihkan lagi, inilah kenyataan yang menunjukkan bahwa kita tidak peduli. Inilah yang ditinggalkan, anak cucu cicet yang melepet, tidak kompak, pasrah dan tidak peduli terutama tentang nilai-nilai sejarah, ujarnya.
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Jumat, 21 September 2018 - 18:00 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa

Follow Us