RRCI ke Inggris

21 Maret 2015 - 22.59 WIB > Dibaca 840 kali | Komentar
 
Keseriusan selalu membuahkan hasil yang maksimal. Kalimat itulah yang tepat disandingkan dengan keberadaan Riau Rhythm Chamber Indonesia (RRCI).  Tak dinaya, tak diduga, personil RRCI akan berangkat ke Inggris Raya menjadi delegasi budaya mewakili Indonesia pada bulan Agustus mendatang di acara Edinburgh Music Festival selama satu bulan.

Dalam mewakili Indonesia di acara festival tersebsar di dunia itu, RRCI tidak sendiri tetapi berangkat bersama komunitas lain yang terpilih dan tersaring dari pelaksanaan acara Indonesian Peformaing Arts Marketing (IPAM) beberapa waktu lalu di Jakarta.  Di antaranya, Kande Musik dari Aceh, Papermoon Puppet,  teater dari Jogjakarta, Soerya Soemirat Dance dari Keraton Mangkunegara-Surakarta dan Aditya Sofyan salah seorang penyanyi dari Jakarta.

Menurut Tito selaku manager RRCI, ke semua grup itu dipimpin langsung oleh direktur IPAM. Di acara Edinburgh Music Festival itu akan hadir lebih dari satu juta pengunjung dari seluruh belahan dunia yang akan hadir menyaksikan ragam seni budaya di dunia. RRCI sendiri selaku delegasi budaya, tugasnya tidak hanya bermain musik akan tetapi juga berkewajiban mempromosikan Riau secara umum dan khusus.

Terkait dengan settingan agenda, kata Tito sudah dirancang bersama dalam bentuk diskusi khusus, tampilan, dialog antara pengunjung. Oleh karenanya, sejak awal Januari kemarin, personil RRCI sudah mengupgrade diri dengan belajar bahasa Inggris setiap hari. Ya, kita memulai dari nol, semuanya tak tahu bahasa Inggris. Yang jelas, kita practice setiap hari dalam beberapa bulan ke depan ini, ucap Tito.

Menyambut kesempatan yang diberikan kepada RRCI, Tito juga mengatakan bahwa RRCI tidak mau mengecewakan kepercayaan dan tugas yang berikan pemerintah. Makanya, segala sesuatu yang diperlukan sudah pula mulai dipersiapkan jauh-jauh hari. Kita bukan pergi main-main, tapi ini sebuah tugas yagn dipercayakan kepada RRCI, di man amemang kita selaku delegasi budaya akan turut mempromosikan seni, budaya, pariwisata Indonesia umumnya dan Riau khususnya, tambah Tito.

Sedikti bocoran agenda di Edinbergh nantinya, Tito menjelaskan delegasi budaya dari Indonesia termasuk RRCI, akan tampil dalam seminggu itu sebanyak enam kali dengan durasi yang disediakan satu jam setengah. artinya kita Cuma dapat libur satu hari dalam seminggu, ucapnya sembari menambahkan tempat penampilan akan berpindah-pindah karena ada 15 panggung utama yang akan digilir dan ada satu Kota Edinbergh ibu kota Scotlandia itu yang akan dijadikan panggung luar.

Terkait dengan keberangkatan itu, Selaku komposer, Rino mengatakan bersykur karena RRCI diberi kepercayaan. Yang jelas, lanjutnya, tugas RRCI berat karena harus menjadi delegasi budaya yang tentu saja harus dan wajib mempromosikan Indonesia ini di belahan dunia. Untuk itu pula Rino mengharapkan dukungan dan doa restu dari masyarakat Riau.

Bagi Rino sendiri, apa yang dipercayakan RRCI ini merupakan pembuka jalan saja. Karena program ini memang merupakan program tahunan, yang tentu saja ke depannya, diharapkan komunitas-komunitas lain di Riau ini dapat pula mendapat kesempatan serupa.

Edinbergh Music Festival itu sendiri sudah mulai dilaksanakan tahun 1947. Dan memang sejak dimulai  acara bertaraf International itu, Indonesia belum pernah mengirim delegasinya, barulah tahun ini memiliki kesempatan dan RRCI, komunitas asal Riau pertama yang mendapat kesempatan tampil diacara seni yang dilaksanakan bertujuan untuk kedamaian dunia setelah perang dunia ke II itu.

Sebanyak sembilan karya yang akan digelar RRCI dalam event International tersebut. Terkemas dalam tema Jejak Suara Suvarnadvipa  yang diantara karyanya Sound of Suvarnadvipa Langkapuri, Indra Dunia, Baghandu, Suara Jiwa, Si bono, Pencalang Laut Embun, Lukah Gilo dan Denting Dentang Dentum.

Menyambut tugas yang diberikan dan dipercayakan itulah, para personil RRCI yang diperkuat oleh Rino selaku Komposer, Cen, Aristofani, Ogik, Lano, Bayu, Abib dan Giring terus berlatih dan mempersiapkan diri setiap hari agar dapat membanggakan Indonesia umumnya dan Riau Khususnya.(jef)
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 13 November 2018 - 20:47 wib

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 wib

Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka

Selasa, 13 November 2018 - 18:25 wib

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 wib

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:00 wib

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Selasa, 13 November 2018 - 17:59 wib

PBL Riau Taja Rakor Renovasi Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah serta Madrasah

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir

Selasa, 13 November 2018 - 17:00 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya

Follow Us