FEDLI AZIZ, Redaktur Pelaksana

Sejuta Ruko

5 April 2015 - 11.52 WIB > Dibaca 2313 kali | Komentar
 
Sejuta Ruko
FEDLI AZIZ
Sudah tak terhitung berapa mulut yang melafazkan, baik orang Riau sendiri, maupun orang luar provinsi ini dengan perkataanr; “Pekanbaru kota ruko”. Di mana ada tanah kosong, di situlah modal di kapling untuk pembangunan rumah toko yang tumbuh dan menjalar, bak jamur di musim hujan. Bahkan, kerap terpandang di atas tanah yang kosong berdiri sebuah plang pengumuman dengan tulisan, “Di sini akan di bangun ruko”. Atau di depan pembangunan setengah jadi dipajang plang bertuliskan, “Ruko ini di jual”. Alhasil, kota yang kian gencar membangun praktik transaksional ini terlihat seperti serakan kotak-kotak tak beraturan. 

Lebih tak terkontrol lagi, pihak-pihak pemodal yang membangun ruko untuk bisnis jual beli ruko, atau memang membangun ruko untuk membuka usaha sendiri, nyaris tidak memikirkan penghijauan dan drainase yang bagus. Pokoknya, halaman di depan ruko itu hanya untuk lahan parkir saja. Pembangunannya tidak lagi di wilayah-wilayah pusat kota, bahkan sudah merambah ke pinggiran, bahkan gang-gang jalan yang padat penduduk. Kata Orang Melayu pesisir, “besemak mate menengoknye.”

Pertanyaannya, di manakah pemerintah kota saat semua pembangunan itu terus digesa dengan cepat dan pasti? Tidakkah pernah terpikirkan, semakin banyak bangunan batu yang bertingkat itu, membuat kota ini menjadi wadah yang tepat guna menampung air yang “kebingungan” hendak ke mana? Maka Kota Bertuah Pekanbaru tercinta ini dikenal dengan sunggingan cemooh, “Kota Berkuah”. 

Melihat kian menjamurnya ruko di kota ini, jelas semakin banyak pemodal yang hadir untuk membangun dan membangun dengan alasan mudahnya mendapatkan izin mendirikan bangunan dari pemerintah setempat sebagai penguasanya. Kota ini seperti kota tak bertuan, seperti anak yang tumbuh sendiri di jalanan dengan pertumbuhan mental dan karakter sesuai dengan bentukan lingkungan dan pergaulannya. 

Cobalah perhatikan, atau sesekali, berjalan ke belakang serakan ruko yang berjejer di kiri-kanan jalan, yang juga terdiri dari bangunan ruko-ruko. Begitu marak dan ramainya aktivitas di ruang-ruang yang tak terlihat dari jalanan itu. Ruko-ruko itu, menjadi gudang penyimpanan berbagai bisnis legal, bahkan mungkin illegal. Ruang “gelap” atau jauh dari pantauan itu, jika tidak terkontrol, bisa saja menjadi ruang “pasar” transaksi barang-barang haram, atau bisa saja, menjadi ruang mengembangkan ajaran sesat yang kian berkembang di Indonesia.

Tentu saja, pihak yang peduli atau sebagai salah satu anggota masyarakat kota ini, yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarang atau menghentikan pembangunan ruko-ruko itu, hanya berharap agar semuanya segera dihentikan. Stop pembangunan ruko-ruko, yang tujuan utamanya juga untuk mempermudah pemerintah kota menata kembali wajah kota ini. Jangan hanya mengharapkan keuntungan tanpa memikirkan dan mempertimbangkan akibat yang dilahir dari semua itu. 

Tanpa sadar, pembangunan yang nyaris tak terkontrol itu membuat kota ini tak mampu bertutur tentang dirinya sendiri. Tak kuasa memberi kesan atau ciri khas pada pelancong atau orang luar yang sengaja singgah di sini. Mereka tidak menangkap kesan yang mendasar dari ciri sebuah kota dengan budaya Melayu yang ramah lingkungan. Mereka tidak menemukan apa-apa selain ruko yang berserakan di kiri kanan jalan-jalan kota ini. Jangan hanya membesar-besarkan slogan seperti “Kota Metropolitan yang Madani” atau apa pun, sedang praktik di lapangan, jauh panggang dari api.*** 

FEDLI AZIZ, Redaktur Pelaksana
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 10:11 wib

UAS Jadi Perhatian Peneliti

Jumat, 21 September 2018 - 10:05 wib

Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi

Jumat, 21 September 2018 - 09:55 wib

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM

Jumat, 21 September 2018 - 09:51 wib

Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap

Jumat, 21 September 2018 - 09:28 wib

Banyak WP Menunggak Pajak

Jumat, 21 September 2018 - 09:26 wib

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 wib

BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib

Olahraga Bangun Peradaban Positif

Follow Us