Oleh: Kunni Masrohanti

Mimpi Kartini

19 April 2015 - 07.41 WIB > Dibaca 3047 kali | Komentar
 
Mimpi Kartini
DUA hari lagi, Indonesia merayakan peringatan Hari Kartini. Setiap tanggal 21 April,  peringatan Hari Kartini dirayakan dengan meriah. Di berbagai sekolah, TK, SD, bahkan ibu-ibu Dharma  Wanita, semua memperingati Hari Kartini. Mereka memakai baju kebaya, konde atau apa saja  yang melambangkan sosok Kartini. Bahkan sosok Kartini kerap kali dimunculkan dalam sosok berbeda, sesuai adat dan kondisi masing-masing daerah.

Kartini dengan nama panjang Raden Ajeng (RA) Kartini, adalah pahlawan bangsa. Banyak pahlawan bangsa ini. Tapi mengapa RA Kartini yang paling dikenang? Mengapa dia begitu spesial di hati bangsa kita? Pastilah karena Kartini berpengaruh besar, mengubah wajah bangsa ini dan membangkitkan mimpi-mimpi perempuan Indonesia yang terkubur terlepas dari suku mana perempuan itu berasal.

Banyak alasan mengapa Kartini harus dikenang dan berjasa bagi perempuan Indonesia. Ya, karena Kartini mengangkat derajat wanita Indonesia. Walau tidak pernah mengangkat senjata melawan penjajah, tapi Kartini berjuang untuk kemerdekaan yang berbeda dan dengan cara yang berbeda. Kemerdekaan wanita Indonesia. Peran Kartini membuat para wanita di bangsa kita saat ini mampu mengenyam pendidikan yang sama dengan pria. Bahkan lebih tinggi dari pria.

Kartini telah memungkinkan wanita Indonesia saat ini mengejar mimpinya dan menjadi siapapun atau apapun yang mereka mau. Kartini membuka gerbang kebebasan berekspresi kaum perempuan itu. Bahkan Indonesia telah memiliki presiden perempuan yang belum banyak di negara lain. Pengaruhnya juga sampai ke daerah-daerah. Banyak gubernur, bupati dan wali kota perempuan. Perempuan menduduki banyak lini, berbagai bidang dan berbagai provinsi.

Kartini memiliki mimpi besar dan visi melampaui siapapun di masanya.  Kartini hidup pada masa di mana derajat kaum wanita sangat rendah dan hak yang sangat terbatas. Saat itu, masalah ini adalah masalah yang wajar, semua pria dan wanita beranggapan bahwa seperti itulah kodrat wanita. Kodrat yang saat itu terlihatnya tidak akan dapat berubah. Tapi Kartini beranggapan bahwa bangsa yang besar, harus melibatkan wanita di dalamnya. Oleh karena itu, wanita pun harus punya hak dan kedudukan yang setara dengan pria. Mimpi Kartini melawan kodrat dan keyakinan umum dengan visi bahwa wanita bisa bersekolah dan setara dengan pria akan membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Visi besar yang melebihi visi siapapun pada masa itu.

Hal yang tak bisa dilupakan adalah, Kartini mengajarkan kita tentang pentingnya bermimpi besar meski kita harus melawan dunia. Mimpi itu menjalar di jalan-jalan raya di tengah kota, jalan-jalan tanah, jalan setapak yang kerap kali banjir, sungai, hingga ke ceruk-ceruk kampung. Menguasai hati perempuan-perempuan yang risau melihat keterbatasan di sekitarnya, meneror fikiran perempuan yang tak mau diam melihat gelap di depannya. Mimpi itu seperti lumut yang bersarang di tempurung kepala mereka; menempel dan sulit dihilangkan.

Mimpi Kartini masih dan terus menguasai hati pejuang-pejuang perempuan Indonesia dan Riau untuk memajukan dunia pendidikan di tempatnya. Tak perduli beratnya rintangan. Hujan, panas, jalan berdebu bahkan dengan gaji yang tak sebanding sekalipun, mimpi itu tetap ada. Ada, dan habislah gelap, lalu muncullah terang. Selamat Hari Kartini!


KUNNI MASROHANTI
Redaktur
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 19 Januari 2019 - 15:08 wib

Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran

Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:35 wib

Disnaker Sidak Dumai Square

Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:13 wib

RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:00 wib

4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el

Sabtu, 19 Januari 2019 - 13:46 wib

SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari

Sabtu, 19 Januari 2019 - 13:30 wib

ASN Diancam Potong Gaji

Sabtu, 19 Januari 2019 - 13:15 wib

Hibah KONI Diharapkan Cair Februari

Sabtu, 19 Januari 2019 - 13:00 wib

LPPOM Riau Serahkan Penghargaan

Follow Us