Sajak-sajak Hamdi Alfansuri

27 April 2015 - 23.33 WIB > Dibaca 1109 kali | Komentar
 
Dari Kucingnya Sutardji

O.
Ada Sutardji
dalam tubuhku
membunuh kata-kata
mantranya terus merasuk
menjelma dalam
roh

Kucing-kucing
ngiau-ngiau
mencakar jiwaku
setangguh apapun
kucing sutardji tidak pernah mati
menggores rasa

Sutardji menjadi aku
dan aku terpaku padanya,
ngiau!

Pekanbaru, April 2015


Bunga, Lebah, dan Sepasang Kumbang

setangkai bunga
seekor lebah
dan sepasang kumbang
terdiam saja saling menatap

saban hari
seekor lebah menghisap bunga
dan sepasang kumbang menatapnya

esoknya
setangkai bunga dimainkan sepasang kumbang
dan seekor lebah terdiam saja

dan lusa
seekor lebah bermesra dengan
sepasang kumbang
dan bunga terheran
:ada-ada saja!

Pekanbaru, 2014


Bulan

/1/
tentang bulan    
yang airmatanya mengurai
pintal benang yang merajut kesedihan
rambutnya tergerai
menyerupai payung hitam yang meneduhi kematian
bulan yang dipermainkan matahari
layak rindu yang tak kunjung bertemu
mencari sepanjang hari
demi hari

/2/
tentang bulan
yang habis dimakan
layak keju dalam jebakan
tikus, mati seiiring gerhana
siapa yang tahu?

2015


Menjelang Malam


Ada banyak jeritan yang semakin lantang
berteriak terus terang
memasung tubuh ini terkulai lemah
menulis pada selembar kafan
tentang waktu-waktu yang tidak dituju

menjelang malam tiba
lilin-lilin telah menyala
menerangi jalan menuju
pemakaman rasa yang
telah tiada

2015


Kota Kita


Tempat kita dilahirkan dengan bahagia
ibu
Dan akan kembali dengan ketenangan
ayah

2015


Secangkir Kopi
Buat teman cerita

Secangkir kopi pagi ini
tidak hangat lagi
dingin bersama rasa
yang kian membeku

Mengapa pertemuan kita, kini
semakin kaku?
;bercerita dalam ragu

2015




Pintu

kubuka pintu
rindu lari keluar
;mencari kamu

Pekanbaru, 2015


Hikayat Purnama

Ketika purnama menjadi ibumu
terpecahlah rahim pada ombak
dan tumbuhlah bakau sepanjang tepian
menjerat hasrat ayahmu saat itu

Lahirlah embriomu yang berenang-renang
bersama ikan pada celah-celah bakau
terperangkap, tubuhmu tumbuh
dalam akar-akar dan
kakimu tertahan pada dasar

seperti batu
seperti karang

Setelah sekian lama
pada purnama yang sama
bulan telah melahirkan sorot-sorot lampu yang tajam
kepadamu untuk menebas akar-akar yang mencengkram
bergeraklah, lepaskan kakimu
peliharalah ombak

seperti datu
seperti ibumu

2015


Membaca Amananunna

:Dari cerita Rio Johan

Amananunna mencari bahasa
Pada tanah ia menulis cinta
Pada
Manatumanna yang setia
Pada
Ilanumanna yang lupa
Pada
Ilalumanna yang tiada

Amananunna mewaris bahasa
Pada batu ia mengukir aksara
Pada
Ceruk-ceruk ngarai
Pada
    Tebing-tebing lembah
Pada
Dinding-dinding gua

Hingga padanya
Ia meninggalkan bahasa

2015


Hamdi Alfansuri
adalah pelajar di SMA Negeri 1 Pekanbaru. Melalui hobinya menulis, ia sering meraih berbagai prestasi, di antaranya Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum tk. Provinsi Riau (2014), Juara 3 Artikel Aksi Hemat Energi Enervation, Kompas Muda tingkat Nasional (2015), dan Juara 2 penulisan puisi, Bulan Bahasa XII SMAN Plus Riau se-Propinsi Riau. Ia adalah juga peserta Gerakan Indonesia Menulis (2015) yang ditaja oleh Balai Bahasa Provinsi Riau.
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 17 November 2018 - 14:10 wib

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 10:46 wib

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi

Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:41 wib

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Riau Eksekusi Penunggak Iuran

Sabtu, 17 November 2018 - 08:31 wib

Dari Ambon Daihatsu Jelajahi Pulau Seram

Follow Us