Sajak-sajak Syafrizal Sahrun

17 Mai 2015 - 07.28 WIB > Dibaca 1426 kali | Komentar
 
Telaga Bukit Kapur

di bukit ini moyang kami menanan telaga
airnya terang sampai dasarnya
kami mandi, menyuci diri menyuci nyeri
seperti cinta, airnya tak kikis digilas masa
seperti air mata, selama masih ada dukasukacita

dalam talaga moyang kami menanam pula dahaga,
cacimaki dan harga diri
siapa saja boleh mandi, sekadar mencuci dan bunuh diri

kini telaga sudah menjanda
tak tau di mana rimba sanak saudara

Percut, Juni 2014



Ruang

kau semacam perantau yang pulang terlambat
pintu muka bagimu dosa
terpaksa cingkung di pintu dapur saja
menunggu angin membukti tiada sesiapa

dapur semacam peraduan paling setia
saat kau berpikir beranda adalah sula
yang setia menunggu tumusan muka

ruang tamu kini bagai perut paling lapar
kau takut benar, tapi rindu sudah disedu
walau ruang tunggu itu tak akan jadi apa-apa
selain pilu

Percut, Juni 2014



Pangahkan Pintu

Lari patah kakiku
menggapai patah tanganku
menunjuk patah telujuk diunjukmu

apalah aku

mencinta cinta tak ada
menyayang sayang melayang
merindu rindu tak rayu

titik dititikmu yang paling pilu

durjana diam di dunia
aku menelan darahnya

allah
allah
allah

gaib kau
nyata kau

pulang aku nanti dalam seru
tunggu
tunggu
pangahkan pintu

Percut, Mei 2014



Mak, Di Kamar Ini Saja

telanjang bulan dalam toples
mak
bajunya kuciri
nampak yang kucari

tak datang aku lagi malammalam
mak
di kamar ini saja
di kamar ini saja

dan
mak duduk di sini
di sini mak aku di sini

bulan biar kupompa
kupompa biar terang maraknya
kita jalan terus
memekak
bergegas
keluar dari sengsara

Percut, Mei 2014


Salib

Pada sebuah salib
sisa darah kering
air mata yang mengalir
Orang memekik
dan suara gaduh dalam sebuah kitab

Akukah itu?

Percut, 2014



Upacara

dalam upacara tanpa suara
kau berlayar
mencari nasib
yang makin lama
makin jauh baunya

sekuntum mawar
gugur merahnya
duridurinya
bermukim di daging
segar wanginya
dihambus musim

Percut, 2014



Kelahiran

Pada bulan kedua di tahun pertama
ia lahir
ringkik kuda dan air mata
menunggu di pintu pertama
tepat jam dua belas
lonceng berbunyi tanda
pesta akan dimula
pesta kelahiran tanpa makan-makan

tetamu terdiam di meja perjamuan
tangis belum dikumandangkan
seorang nenek mengambil
mengambil rasa rindunya yang tertanggal

tangis belum juga datang
orang-orang jenuh
orang-orang mau pulang
pada bulan kedua di tahun pertama
ia di lahirkan
dalam sepi dalam ngeri sendiri

Percut, 2014



Orang-orang Berkuda

Adalah orang-orang berkuda
bermalam membatu
di atas tanah tinggi
rajuk diri
sendiri

Adalah bagai pelarian
sehabis makan siang
di sebuah peperangan
hati dan pikiran

Adalah orang-orang berkuda
menangis menyesali
adalah tapak-tapak kuda
yang mendada sebuah perpisahan

dan orang-orang berkuda
makin hari makin pergi

dan kami
pejalan yang sesal
di tanah diri

Percut, 2014



Dia Pasti Datang

Takdir itu usah kau tunggu
sebab datangnya tak terbaca
dengan rindu atau cemburu
takdir buah dahaga
dengan bermacam rasa dan berbagai rupa

jalani saja dengan segala
bukan menyimpang dari cahaya
takdirku, takdirmu dan takdir mereka
sudah dijatah seadilnya

takdir itu usah kau nanti
sebab dia punya jalan sendiri


Syafrizal Sahrun
lahir di Desa Percut, Deli Serdang, Sumatera Utara, 4 November 1986. Alumni UISU, kini tengah mengikuti PPs di UMN. Tulisannya berupa puisi, resensi, esai sastra pernah dimuat pada koran lokal dan nasional, serta di beberapa majalah, termasuk Horison, Pusat, Story, Basis dan Sagang. Puisinya juga di muat pada beberapa Antologi puisi bersama. Bergiat di komunitas Home Poetry dan Komunitas Insan Sastra Indonesia (Komisi). Bekerja sebagai guru di SMAN 1 Percut Sei Tuan.
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 14:30 wib

Berkas Korupsi Kredit Fiktif Dinyatakan Lengkap

Jumat, 21 September 2018 - 14:30 wib

Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri

Jumat, 21 September 2018 - 14:00 wib

Lanud Lahirkan Tiga Penerbang Tempur

Jumat, 21 September 2018 - 13:55 wib

Jadi Timses, Ketum Pemuda Muhammadiyah Mundur dari PNS

Jumat, 21 September 2018 - 13:30 wib

Harimau Mangsa Ternak Warga

Jumat, 21 September 2018 - 12:53 wib

Kantor UPTD Dukcapil Mandau Penuh Sesak

Jumat, 21 September 2018 - 12:30 wib

Kesbangpol Gelar Penyuluhan Narkoba di Rupat

Jumat, 21 September 2018 - 12:00 wib

ASN Tersangkut Narkoba Terancam Dipecat

Follow Us