Penghormatan pada Pusaka

24 Mai 2015 - 07.13 WIB > Dibaca 1061 kali | Komentar
 
Penghormatan pada Pusaka
Penampilan Grup Zapin Tradisional Tengkah Zapin di peringatan Hari Pusaka Dunia atau World Haritage Day di Gramedia Pekanbaru, 18 April 2015 silam. Foto: Jefri al Malay/Riau Pos.
Kecintaan pada pusaka seperti tradisi dan kebudayaan mesti direkatkan semangatnya pada hari ini. Sehingga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan sebelumnya dapat pula menjadi acuan dan mengakar dalam kehidupan. 

Laporan JEFRI AL MALAY, Pekanbaru

HARI Pusaka Dunia atau yang dikenal dengan World Heritage Day dirayakan setiap 18 April. Tetapi sepertinya, tidak banyak orang mengetahui hal itu. Di Riau misalnya, tidak banyak lembaga atau instansi yang merayakan Hari Pusaka Dunia yang telah dideklarasikan oleh UNESCO sejak 1983 tersebut.

Lembaga atau organisasi nirlaba bernama Riau Heritage, satu-satunya lembaga yang merayakan Hari Pusaka Dunia sejak 2014 lalu. Organisasi yang bergerak di bidang penyelamatan dan pelestarian pusaka atau warisan budaya di Riau itu bekerja sama dengan Gramedia. Menggelar kegiatan seni budaya dan gelaran pusaka selama satu bulan penuh. Kegiatan itu dipusatkan di lantai II, Gramedia Jalan Sudriman.

Tak ayal lagi, selama satu bulan (18 April-18 Mei), pengunjung took buku itu disuguhkan dengan pagelaran seni budaya dan juga kegiatan-kegiatan pusaka Riau lainnya. Semuanya dikemas dalam program Sudut Mingguan dan Sudut Harian.

Dapat dilihat, set dekorasi di lantai dua toko itu, dirubah bernuansa pelestarian pusaka. Suasana itu juga diperkuat dengan banyaknya kegiatan harian yang silih berganti tampil seperti tari, permainan musik, pembacaan puisi, lomba berbalas pantun, bedah buku, lomba mewarnai, lomba menggambar, nyanyi panjang, heritage rally dan juga lomba fotografi.

Kegiatan yang dibuka pada 18 April lalu itu, diawali acara pembukaan dengan menampilkan seni tari persembahan. Dilanjutkan dengan tetabuhan kompang yang diselingi pula dengan pencak silat dan makan sirih. Pengunjung kemudian dihantar ke area utama Bulan Pusaka di lantai dua dengan suguhan ratusan foto-foto pusaka Riau. Di sudut lainnya, akan dapat dilihat kegiatan membatik, menenun, menekat dan mengayam yang merupakan bagian dari program Sudut Mingguan.

Ketua panita, Dedi Ariandi menceritakan perayaan Hari Pusaka Dunia yang dilaksanaan berawal dari ide luhur pihak Gramedia untuk terlibat dalam pelestarian pusaka Riau dengan memberikan ruang dan waktu bagi penggiat pelestari pusaka untuk mengenalkan kekayaan dan nilai penting pusaka budaya Riau kepada para pengunjung Pekanbaru 2014 lalu Tahun ini kami kembali didukung dengan menyediakan fasilitias untuk pelaksanaan kegiatan yang sama di tahun ini, ucapnya.

Hari Pusaka Dunia sudah dideklarasikan oleh UNESCO sejak 1983. Organisasi dunia yang berkaitan dengan ini adalah International Council on Monuments and Sites (ICOMOS). Pada simposium ICOMOS di Tunisia tanggal 18 April 1982 saat, muncul gagasan untuk menyelenggarakan Hari Monumen dan Situs Dunia yang dimaksudkan untuk dirayakan secara simultan di setiap belahan dunia. Usulan ini disetujui oleh Executive Committee ICOMOS yang kemudian memberikan panduan praktis tentang bagaimana penyelenggaraannya.

Gagasan ini juga kemudian disetujui oleh konferensi UNESCO melalui resolusi sesi ke 22 pada November 1983 yaitu merekomendasikan agar setiap negara anggota UNESCO untuk mendeklarasikan 18 April setiap tahun sebagai Hari Monumen dan Situs Dunia atau secara langsung disebut Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day). Sejak itu, Hari Pusaka Dunia dirayarakan setiap tahun termasuk Indonesia. Sedangkan, di Indonesia, gerakan pelestarian Pusaka telah dimulai sejak dua dekade silam.

Dijelaskan Dedi, pusaka dunia adalah aset kekayaan dan kemakmuran bersama sebuah peradaban. Perlindungan dan pelestarian aset yang bernilai ini membutuhkan rangkaian upaya dari segenap masyarakat dunia. Hari yang khusus yang telah disepakati, memberikan kesempatan untuk peningkatan kepedulian publik tentang keragaman pusaka serta mendorong terus tindakan aksi yang dibutuhkan untuk melindungi dan melestarikannya. Ya, ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan kerentanannya. Selain itu, perayaan Hari Pusaka ini juga diharapkan adanya gerakan-gerakan perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengembangan secara selektif untuk menjaga kesinambungan, keserasian, dan daya dukung dalam menjawab dinamika jaman untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih berkualitas, terang Dedi.

Yang disebut pusaka meliputi pusaka alam, pusaka budaya, dan pusaka saujana. Pusaka alam berupa bentukan alam yang khas dan istimewa. Pusaka budaya adalah hasil cipta, rasa, karsa, dan karya. Pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya dalam kesatuan ruang dan waktu. Pusaka budaya juga mencakup pusaka berwujud dan pusaka tidak berwujud.

Selain itu, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya. Bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya dan kawasan cagar budaya di darat dan atau di air. Kesemuanya juga masuk dalam pusaka budaya yang perlu dilestarikan keberadaannya karena jelas memiliki nilai penting bagi sejarah dan ilmu pengetahuan, ucap Dedi Lagi.

Sayangnya lanjut Dedi, perayaan Hari Pusaka Dunia di Riau seperti tidak diketahui oleh orang banyak. Hal itu bisa saja disebabkan kurang sosialisasi atau jangan-jangan memang sudah menjadi karakter anak-anak muda hari ini yang tidak peduli dengan upaya pelestarian terhadap nilai-nilai budaya. Barangkali keberpihakan akan upaya pelestarian memang kurang di tempat kita ini, mengurus hal-hal yang berbau pusaka masih terbilang rendah. Kita terlena dengan kegiatan-kegiatan yang gebyar dan wah saja, ucapnya.(fed)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 19:45 wib

Telkomsel Hadirkan Kerja Sama Non-Tunai dengan Adhya Tirta Batam

Kamis, 15 November 2018 - 18:35 wib

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk

Kamis, 15 November 2018 - 17:59 wib

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya

Kamis, 15 November 2018 - 17:00 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri

Kamis, 15 November 2018 - 16:15 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018

Kamis, 15 November 2018 - 16:00 wib

Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda

Kamis, 15 November 2018 - 15:45 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat

Kamis, 15 November 2018 - 15:30 wib

BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi

Follow Us